Tampilkan postingan dengan label NASEHAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASEHAT. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Oktober 2013

:: RIBUAN MALAIKAT MENDOAKAN ORANG YANG DICACI MAKI ...


Suatu hari, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq. Ketika bercengkrama dengan Rasulullah, tiba-tiba datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar. Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu. Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah. Melihat hal ini, Rasulullah tersenyum.

Kemudian, orang Arab Badui itu kembali memaki Abu Bakar. Kali ini, makian dan hinaannya lebih kasar. Namun, dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya, Abu Bakar tetap membiarkan orang tersebut. Rasulullah kembali memberikan senyum....

Semakin marahlah orang Arab Badui tersebut. Untuk ketiga kalinya, ia mencerca Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan. Kali ini, selaku manusia biasa yang memiliki hawa nafsu, Abu Bakar tidak dapat menahan amarahnya. Dibalasnya makian orang Arab Badui tersebut dengan makian pula. Terjadilah perang mulut. Seketika itu, Rasulullah beranjak dari tempat duduknya. Ia meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam.

Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung. Dikejarnya Rasulullah yang sudah sampai halaman rumah. Kemudian Abu Bakar berkata, "Wahai Rasulullah, janganlah Anda biarkan aku dalam kebingungan yang sangat. Jika aku berbuat kesalahan, jelaskan kesalahanku!"

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjawab, "Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dengan membawa kemarahan serta fitnahan lalu mencelamu, kulihat tenang, diam dan engkau tidak membalas, aku bangga melihat engkau orang yang kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian, dan aku tersenyum karena ribuan malaikat di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun kepadamu, kepada Allah Ta'ala."

Begitu pun yang kedua kali, ketika ia mencelamu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya. Oleh sebab itu, aku tersenyum. Namun, ketika kali ketiga ia mencelamu dan engkau menanggapinya, dan engkau membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu.

Hadirlah iblis di sisimu. Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengan kamu aku tidak ingin berdekatan dengannya, dan aku tidak memberikan salam kepadanya.

Setelah itu menangislah abu bakar ketika diberitahu tentang rahasia kesabaran bahwa itu adalah kemuliaan yang terselubung...

Subhanallah....
Semoga kita semua tergolong orang-orang yang Sabar dan berakhlak yang luhur

Yuk kita mulai hari yang indah ini dengan menata hati...

Sabtu, 14 September 2013

:: SUKSES MENDIDIK PUTRA PUTRI BAHAGIA DUNIA DAN AKHIRAT



Saudaraku yang dirahmati Allah.


Ketahuilah, bahwa orangtua yang sukses mendididk putra putrinya adalah mereka yang telah berhasil membimbing anaknya menjadi anak yang shalih...
 


Keberhasilan seorang anak di dunia tidak bisa diukur oleh sesuatu yang hebat di dunia...


Bahkan anak yang bersekolah dan bergelar tinggi terkadang tak bisa menjamin keshalihannya ...

Anak yang shalih tentu bisa menempatkan kedua orangtuanya pada kedudukan yang tinggi; dengan mendoakannya, menghormatinya, menjaga perasaannya dan selalu berusaha membahagikan hatinya serta senantiasa memberikan yang terbaik kepadanya...

Membahagiakan orangtua tidak selalu harus dengan materi...

Anak yang shalih sangat mengerti apa yang terbaik bagi orang tuanya, bahkan ia selalu memberi yang terbaik bagi orang tua yang dicintainya tanpa harus diminta...

Bukankah ia selalu mendoakan kedua orangtuanya dengan doa yang sangat dahsyat....

"Wahai Rabbku, ampunilah dosaku dan dosa kedua orangtuaku."
"Wahai Rabbku, rahmatilah keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku sejak kecil."
 

 Ia selalu berdoa siang dan malam untuk kedua orangtuanya...

Baginya apa yang terbaik menurut orangtuanya juga terbaik bagi dirinya...

Apa yang membuat bahagia atau sedih mereka, maka perasaan yang sama juga dapat ia rasakan.

Sungguh kebaikan anak yang shalih tidak hanya mengalir selama di Dunia, bahkan diakhirat pun tetap tercurah kepada kedua orangtuanya...

Simak hadist berikut ini...

Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Dikatakan kepada anak-anak shalih pada hari kiamat, "Masuklah kalian ke dalam Syurga, seraya mereka berkata, "Wahai Rabb, kami tidak akan memasukinya sampai orangtua kami pun turut masuk Syurga bersama kami, lalu mereka hanya mendekati Syurga, dan Allah berkata, "Kenapa mereka belum juga masuk ke Syurga, masuklah ke dalam SyurgaKu" mereka pun berkata," Wahai Rabb, kami tidak mau memasukinya kecuali bersama orangtua kami, akhirnya Allah pun berfirman,"Masuklah kalian ke dalam Syurga bersama orangtua kalian." (HR Ahmad dengan sanad yang hasan)

Ya Allah, karuniakanlah kami putra putri yang saleh salehah mendirikan shalat, penyejuk hati bagi kami dunia dan akhirat serta bermanfaat bagi keluarga, lingkungan serta agama MU.


 اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْــ

Sabtu, 27 April 2013

:: NIKMAT MANALAGIKAH YANG AKAN KITA DUSTAKAN ..


Masih memiliki peluang menghirup udara segar di bumi ini sampai detik ini adalah suatu ni'mat ..

Masih memiliki kesehatan yang baik untuk menjalani kehidupan suatu ni'mat...

Masih memiliki waktu untuk menunaikan ibadah itu adalah suatu ni'mat...

Masih memiliki kesempatan untuk menuntut ilmu syar'i maupun ilmi dunia suatu ni'mat..

Memiliki sumber untuk penghidupan (sedikit/banyak sesuai yang Allah takarkan) namun berkah itu adalah suatu ni'mat ..
 
Memiliki keluarga yang saling menyayangi setiap waktu juga suatu ni'mat ..

Memiliki kebebasan untuk melangkah, untuk bersuara, menuangkan isi hati, itu suatu ni'mat...

Masih memiliki detik untuk merasakan kegembiraan, suatu ni'mat..

Memiliki kesulitan dalam mengarungi kehidupan, itu pun suatu ni'mat...

Memiliki mereka yang sering mengingatkan dan menasehati, suatu ni'mat..

Memiliki ni'mat keimanan dan keislaman yang selalu berdenyut seiring denyutan nadi, yang berhembus seiring hembusan nafas, itu sungguh suatu ni'mat diatas segalanya...
yang tak mungkin di tukar dengan apapun karena merupakan ni'mat terbesar dalam hidup kita ...

Maka ni'mat Tuhanmu manalagikah yang hendak didustakan ..
(Ar Rahman)

Terima kasih wahai Rabb kami, dan segala Puji terindah bagi MU .., dan Limpahkanlah shalawat serta salam kerinduan kami kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabat

:: TANDA UNTUK MENGENALI HAMBA YANG BERSYUKUR DAN BERSABAR


Bismillahirrahmanirrahim ..

Hidup kita pada hakekatnya adalah ujian. Melalu ujian kehidupan, nilai amal dan tingkat keimanan kita akan bisa kita ketahui. Melalui ujian kehidupan, kita bisa mengukur sejauh mana kebaikan dan keburukan kita sendiri.

Ujian kehidupan selalu memiliki dua bentuk; kenikmatan dan kesengsaraan. Ada kekayaan dan kemiskinan. Ada kesehatan dan penyakit. Ada kesempurnaan fisik dan ada kecacatan fisik. Ada kelapangan dan ada kesempitan. Ada jalan mendaki dan ada jalan menurun. Dalam semua keadaan tersebut, kita sedang diuji.

Seorang muslim yang baik akan menerima ujian kelapangan, kekayaan, kesehatan dan kenikmatan dengan sikap syukur. Ia akan menerima ujian kesempitan, kemiskinan, penyakit dan kesusahan dengan sikap sabar. Syukur dan sabar adalah sebaik-baik kendaraan untuk mengarungi ujian kehidupan.

Bagaimana cara yang benar untuk mengukur tingkat kesabaran dan kesyukuran kita? Tentang hal ini, sahabat Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhu berkata: “Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

“Ada dua sifat yang jika terdapat pada diri seorang hamba, niscaya Allah mencatat hamba tersebut sebagai seorang hamba yang bersyukur dan bersabar. Dan barangsiapa pada dirinya tidak terdapat dua sifat tersebut, maka Allah tidak mencatatnya sebagai hamba yang bersyukur dan tidak pula hamba yang bersabar.

Barangsiapa melihat dalam perkara agama kepada orang yang posisinya lebih tinggi darinya, lalu ia mencontoh orang tersebut, dan dalam perkara dunia ia melihat kepada orang yang lebih rendah darinya sehingga ia memuji Allah atas karunia yang dengannya Allah melebihkan dia dari orang lain tersebut, niscaya niscaya Allah mencatat dirinya sebagai seorang hamba yang bersyukur dan bersabar.

Dan barangsiapa melihat dalam perkara agama kepada orang yang posisinya lebih rendah darinya dan dalam perkara dunia ia melihat kepada orang yang lebih tinggi darinya sehingga ia sedih atas nikmat yang luput darinya, niscaya Allah tidak mencatat dirinya sebagai seorang hamba yang bersyukur dan bersabar.” (HR. Tirmidzi )

Jika kita melihat orang lain lebih pandai membaca Al-Qur’an, lebih banyak hafalan Al-Qur’annya, lebih istiqamah menjaga shalat wajib lima waktu secara berjama’ah di masjid, lebih tekun berdakwah, lebih sabar mendidik keluarganya, lebih banyak berkorban di jalan Allah…lalu kita kagum kepadanya dan mencontoh jalannya, maka kita termasuk hamba Allah yang pandai bersyukur dan bersabar.

Jika kita melihat orang lain lebih banyak hartanya, lebih maju perusahaannya, lebih cantik istrinya, lebih banyak anaknya, lebih kekar badannya, lebih besar rumahnya, lebih mewah kendaraannya, lebih mudah hidupnya…lalu kita iri kepadanya, menganggap nikmat yang dikaruniakan Allah kepada kita terlalu sedikit dan murah…maka kita tidak termasuk hamba Allah yang pandai bersyukur dan bersabar.

Dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kalian (dalam hal urusan dunia) dan jangan melihat kepada orang yang lebih tinggi dari kalian (dalam hal urusan dunia), karena hal itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah kepada kalian.” (HR. Muslim - Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Semoga kita termasuk ke dalam golongan hamba-hamba Nya yang senantiasa bersyukur dan bersabar. Aamiin ya Rabbal alamin.


Wallahu a’lam bish-shawab.
Barakallahufikum ...

:: 4 TINGKAT MANUSIA DALAM MENGHADAPI UJIAN/MUSIBAH




Bismillahirrahmanirrahim ..

Manusia terbagi menjadi 4 tingkatan dalam menghadapi ujian atau musibah.

1. Tingkatan Pertama : Mengeluh , Kesal dan Marah

Ini terbagi kepada beberapa macam:

Terjadi di dalam hati, misalnya jengkel terhadap Tuhan karena taqdir buruk menimpanya. Ini dilarang dalam Islam, terkadang malah bisa menjerumuskan kepada kekufuran. Allah Ta’ala berfirman: "Di antara manusia ada yang menyembah Allah dengan berada di tepi, maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keaadaan itu, dan jika ditimpa suatu bencana berbaliklah ia ke belakang. Ia rugi dunia dan akhirat" [QS.Al-Hajj : 11]

Dengan lidah, misalnya putus asa, meminta celaka atau berdoa keburukan yang lainnya.
Dengan anggota tubuh , melampiaskan dengan melukai tubuh sendiri/orang lain.

Semua ini dilarang karena bertentangan dengan sabar yang merupakan kewajiban setiap muslim.


2. Tingkatan Kedua : Bersabar

Seperti diucapkan oleh seorang penyair "sabar seperti namanya, pahit rasanya tetapi lebih manis hasilnya dari pada madu" Maka orang ini akan melihat bahwa suatu musibah itu berat, namun ia tetap menjaga imannya sehingga tidak marah-marah, meski ia berpandangan bahwa adanya musibah itu dan ketiadaannya tidaklah sama. Ini hukumnya wajib karena Allah Ta’ala memerintahkan untuk bersabar.

Dia berfirman : "Bersabarlah kalian, sesunguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar" [ QS.Al-Anfa : 46]


3. Tingkatan Ketiga: Ridha, dalam arti Ikhlas

Yakni manusia ridha dengan musibah yang menimpanya. Ia berpandangan bahwa ada dan tidaknya musibah sama saja baginya, sehingga adanya musibah tadi tidak memberatkannya. Ia pun tidak merasa berat memikulnya.
Perbedaan tingkatan tiga ini dengan tingkatan sebelumnya nampak jelas karena adanya musibah dan tidak adanya sama saja dalam tingkatan ridha. Adapun pada tingkatan sebelumnya, jika ada musibah dia merasakan berat, namun ia tetap bersabar.


4. Tingkatan Keempat : Bersyukur

Ini merupakan tingkatan yang paling tinggi. Di sini seseorang bersyukur atas ujian/musibah yang menimpanya karena ia memahami bahwa musibah ini menjadi sebab pengampunan kesalahan-kesalahannya, bahkan dapat menambah pahala kebaikannya.

Lalu mereka menghadap Rabbnya sedangkan dosa-dosa mereka telah berguguran, dan derajat keimanan yang semakin baik.

Dari Abu Hurairah katanya, Rasulullah SAW bersabda,

" Ujian akan terus menimpa seorang mukmin; laki-laki dan perempuan, menimpa dirinya, anaknya, dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah tanpa membawa dosa." [at-Tirmidzi]



Wallahu a'lam bishawab
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Semoga bermanfaat ..

Jumat, 01 Februari 2013

:: RESEP MEMPERLUAS RUANG PENERIMAAN

----------------------------------------------

Ringankan hidupmu dengan cara menerima beban yang ada,

Ikatlah hasratmu dengan cara melepaskannya,

Marahlah kepada yang menyakitimu dengan cara memaafkannya,

Isilah wawasanmu dengan cara mengosongkan perasaan hebatanmu,

Yakinlah atas azammu dengan cara berserah diri padaNya

----------------------------------------------

Dapatkan yang terbaik dengan cara Memberikan yang terbaik,

Terimalah berbagai keinginanmu dengan cara menerima sepenuh hati apa-apa yang tak kau inginkan,

Nikmati rezeki tak terduga dari Allah, dengan cara menghadapi berbagai masalah tak terduga yang hadir padamu,

Kritiklah orang lain dengan cara istighfar, introspeksi, dan memperbaiki diri sendiri,

Kecilkan masalahmu dengan cara membesarkan Allah,

----------------------------------------------

Begadanglah dengan cara Sholat Tahajud yang nikmat ...

Redakan emosimu dengan cara Tilawah Quran yang tartil sepenuh hati,

Kayakan dirimu dengan cara Sedekah yang tak kau hitung-hitung balasannya

Cegahlah kemungkaran dengan mencontohkan kebaikan yang tulus dari hatimu

----------------------------------------------

Kejarlah makhluk dengan cara membiarkannya berlari,

Kejarlah dunia dengan cara mengejar akhirat,

Kejarlah akhirat dengan cara mengejar Tuhan,

Kejarlah Tuhan dengan cara-Nya,

Kejarlah kehidupan dengan cara siap menerima kematian,

Kejarlah kuantitas dengan cara memperbaiki kualitas,

----------------------------------------------

Kejarlah jodoh dengan cara mempersiapkan diri :

Siap menerima kekurangannya
Siap menerima perbedaan
Siap menerima kritikannya
Siap menerima kehebatannya

----------------------------------------------

Cintai yang bukan mahrommu dengan cara mencintai mahrommu karena Allah...

Pintarkan otakmu dengan cara membersihkan hatimu,

Marketingkan produkmu dengan cara memarketingkan dirimu di hadapan Allah SWT...

 


Wallahu a'lam
Kang Zain / S3

Jumat, 04 Januari 2013

:: MENCARI SOLUSI DENGAN MEMBERI



Bismillahirrahmannirrahim,
Dua orang anak kecil, kakak adik, tampak sibuk di sebuah pojok pekarangan rumah. Salah satu dari mereka terlihat menelungkup seperti mengambil sesuatu dari balik lubang kecil. Sementara yang satunya lagi begitu serius memperhatikan sang kakak. Sambil sesekali ikut melongok ke arah lubang, tangan kanannya tetap erat mencekal ranting kecil.

“Dapat, Kak?” ujar sang adik menampakkan wajah penasaran.

“Belum, Dik. Lubangnya dalam sekali!” jawab sang kakak yang masih ingin mencoba merogohkan tangannya lebih dalam ke pangkal lubang.

Rupanya, dua anak itu sedang berusaha mengambil sebuah bola pimpong yang masuk ke lubang. Tibalah giliran sang adik mengorek-ngorek lubang dengan rantingnya. Ia berharap, bola pimpong bisa tersangkut di ujung ranting dan tercungkil keluar lubang. Tapi, selalu saja ia gagal.

Di tengah kebingungan itu, seorang ibu menghampiri mereka. Ia melongok-longok mencari tahu apa yang sedang dilakukan dua anaknya dengan sebuah lubang. Tak lama kemudian, sang ibu pun mengangguk pelan.

“Belum berhasil, Nak?” tanya sang ibu sambil memberikan isyarat kehadirannya.

“Belum, Bu. Lubangnya dalam sekali!” ujar kedua bocah itu memperlihatkan keputusasaan.

“Nak,” ujar sang ibu sambil memegang dua pundak anak-anaknya. “Coba kau isikan air ke lubang itu. Insya Allah, lubang akan memberikan kalian bola!”

Mencari solusi dalam problematika hidup tak ubahnya dengan upaya mengeluarkan sesuatu yang kita inginkan dari dalam lubang yang dalam dan gelap. Butuh cara bijaksana agar yang kita inginkan bisa kita dapatkan dengan mudah.

Begitulah kehidupan. Kadang kita tak menyadari bahwa mencari solusi dari sebuah masalah itu tidak selalu dengan upaya ingin mendapatkan sesuatu. Tapi justru dengan semangat memberi dan berbagi. Dari mereka itulah, kita mendapatkan sesuatu yang kita inginkan , dengan cara yang Allah kehendaki.

Tepat sekali apa yang diucapkan sang ibu kepada dua anaknya, “Penuhi lubang dengan air, maka ia akan memberimu bola!”.

Oleh karena itu janganlah pernah letih dengan pekerjaan memberi karena dengan memberi setiap langkah kita selalu diringi dengan solusi..

Barakallahufikum ..

Kamis, 13 Desember 2012

:: SAUDARAKU, JANGANLAH TERTIPU DENGAN NIKMAT ..



Bismillahirrahmannirrahim,
Sahabat Ibnu Mas’udz berkata: “Sesungguhnya Allah telah menentukan watak kalian sebagaimana telah menentukan rezeki di antara kalian. Sesungguhnya Allah juga memberi harta kepada
orang yang DIA cintai dan orang yang DIA benci. (Namun) Allah tidak memberi keimanan kecuali kepada yang DIA cintai.” (Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 209)

Allah memberikan harta dan kedudukan kepada orang yang Dia cintai dari kalangan para nabi dan wali, seperti Nabi Sulaiman as dan shahabat ‘Utsman bin ‘Affan. Sebagaimana Dia memberi kemewahan dunia sementara kepada para musuh-Nya semisal Fir’aun dan Qarun. Hal ini seperti yang Allah SWT firmankan:

“Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Rabbmu. Dan kemurahan Rabbmu tidak dapat dihalangi.” (Al-Isra’: 20)

Oleh sebab itu, janganlah seorang tertipu bila melihat orang kafir dan para pelaku maksiat diberi kemewahan dunia dan kedudukan terpandang. Karena itu adalah istidraj (jebakan) bagi hamba dari Allah SWT. Nabi SAW bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Bila kamu melihat Allah memberi hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan) dari Allah.” (HR. Ahmad, dll, lihat Shahihul Jami’ no. 561)


Kenikmatan Dunia Bukan Ujian Ringan

Kenikmatan dunia dengan berbagai macamnya merupakan ujian yang berat. Sahabat ‘Abdurrahman bin ’Auf berkata: “Dahulu kami diuji bersama Rasulullah SAW dengan kesengsaraan, maka kami (mampu) bersabar. Kemudian setelah Nabi SAW meninggal kami diuji dengan kesenangan maka kami tidak bersabar.” (Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2464)

‘Abdurrahman bin ‘Auf hendak mengatakan bahwa mereka diuji dengan kefakiran, kesulitan, dan siksaan (musuh) maka mereka mampu bersabar. Namun tatkala (kesenangan) dunia, kekuasaan, dan ketenangan datang kepada mereka, maka mereka bersikap sombong. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi)

Di saat kran dunia dibuka lebar-lebar, maka manusia akan berlomba-lomba untuk mendapatkannya meskipun ada sesuatu yang harus dikorbankan. Persaudaraan yang dahulu terjalin erat kini harus rusak berantakan karena ambisi kebendaan. Sikap saling cinta dan benci yang dahulu diukur dengan agama, sekarang sudah terbalik timbangannya. Karena dunia mereka menjalin persaudaraan. Karenanya pula mereka melontarkan kebencian. Dengan ini mereka tega memutuskan tali kekerabatan, mengalirkan darah, dan melakukan beragam kemaksiatan. Seperti inilah bila kemewahan dunia menjadi puncak tujuan seseorang.

Rasulullah SAW bersabda:

مَا الْفَقْرُ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا فَتُهلِكُكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُم

“Bukanlah kefakiran yang aku takutkan atas kalian. Tetapi aku khawatir akan dibuka lebar (pintu) dunia kepada kalian, seperti telah dibuka lebar kepada orang sebelum kalian. Nanti kalian akan saling bersaing untuk mendapatkannya sebagaimana mereka telah bersaing untuknya. Nantinya (kemewahan) dunia akan membinasakan kalian seperti (halnya kaum terdauhulu) telah membinasakan mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Adalah di akhir-akhir masa sahabat telah muncul gejala yang dikhawatirkan oleh Rasulullah SAW. Di mana fitnah kekuasaan telah memicu adanya peperangan. Persatuan mulai tercabik-cabik dan ketenangan sudah mulai terusik serta jiwa solidaritas melemah di antara manusia. Sahabat ‘Abdullah bin Umar berkata: “Sungguh kami telah mengalami suatu masa di mana tidak ada seorang pun (menganggap) lebih berhak dengan uang dinar dan dirhamnya yang dimilikinya lebih dari saudaranya yang muslim. Kemudian sekarang dinar dan dirham lebih dicintai oleh seorang daripada saudaranya yang muslim.” (Shahih Adab Al-Mufrad no. 81)

Tentunya, semakin jauh suatu masa dari zaman kenabian maka akan didapatkan kenyataan yang lebih pahit dan lebih menyedihkan dari sebelumnya. Tidak asing bila sekarang ada orang yang masih mengaku muslim namun tidak lagi peduli dengan kewajiban dan agamanya. Ambisi dunia telah menyita seluruh waktu, tenaga, dan hartanya. Seolah lisan hal-nya hendak mengatakan: “Hidup hanya di dunia, di sini kita hidup, di sini pula kita mati, dan tidak ada hari kebangkitan.” Dan mereka bila diajak kepada kebaikan dan majelis ilmu, maka seribu alasan akan dikemukakan untuk tidak mendatanginya. Subhanallah, untuk dunia yang fana yang nantinya akan dia tinggalkan, segala kemampuan dia curahkan. Namun untuk amal kebaikan sebagai bekal untuk akhirat yang kekal ternyata tidak ada kesempatan barang sedikit pun.


Seseorang Akan Ditanya Tentang Nikmat

Nikmat bukan pemberian cuma-cuma yang kita bebas mempergunakannya semau kita. Bahkan ia merupakan amanah yang kita akan dimintai pertanggungjawabannya. Allah SWT berfirman:

“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (At-Takatsur: 8)

Ibnu ‘Abbas menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan nikmat di sini adalah sehatnya badan, pendengaran, dan penglihatan. Allah SWT akan menanyai hamba-hamba-Nya tentang nikmat tersebut, pada apa mereka pergunakan. Allah SWT menanyai mereka padahal Allah lebih tahu tentangnya daripada mereka. Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa ayat tadi adalah berita dari Allah SWT bahwa seluruh nikmat akan ditanya oleh-Nya. Qatadah berkata: “Sesungguhnya Allah k menanyai semua hamba-Nya tentang apa yang Allah SWT telah titipkan kepada mereka berupa nikmat dan hak-Nya.” (lihat Tafsir Al-Qasimi, 7/379)

Nabi SAW bersabda:

لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أفنَاهُ؟ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ؟ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ؟ وَمَا ذَا عَمِلَ فِيمَ عَلِمَ؟

“Tidak akan bergeser kaki anak Adam (manusia) dari sisi Rabbnya di hari kiamat hingga ditanya tentang lima hal. Tentang umurnya untuk apa ia gunakan, tentang masa mudanya pada apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan pada apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari ilmunya?” (Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi )

Ya Allah, Ya Tuhan kami , ampunilah kami ... berilah kami ilham untuk mensyukuri nikmatMU yang telah Engkau anugerahkan kepada kami dan kepada kedua orangtua kami , dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhai , dan masukkanlah kami dengan rahmat MU kedalam golongan hamba-hamba Mu yang shaleh.. (QS An Naml : 19)

Aamiin yaa Robbal alamin ..


Wallahu a’lam.

Jumat, 16 November 2012

:: ENERGI MEMAAFKAN ..




Bismillahirrahmannirrahim,
"Dan hendaklah mereka suka memaafkan dan mengampuni. Apakah kalian tidak suka Allah mengampuni kalian? " (An Nuur: 22)

Dalam sebuah perkampungan Yahudi, Khaibar, Zainab binti al-Harits, isteri Salam bin Misykam, salah seorang pemimpin yahudi berhasil memperoleh hadiah karena dapat membubuhkan racun pada paha kambing yang disajikan kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang beliau makan bersama Bisyr bin Bara bin Marur. Bisyr sempat menelan daging beracun itu, tetapi Rasulullah صلى الله عليه وسلم baru sampai mengunyahnya, lalu dimuntahkannya kembali sambil berkata:

"Daging ini memberitakan kepadaku bahwa dia beracun."

Beberapa hari kemudian Bisyr meninggal dunia. Rasulullah صلى الله عليه وسلم memanggil wanita yahudi tersebut dan bertanya:

"Mengapa engkau sampai hati melakukan hal itu." Wanita itu menjawab: "Sungguh kaumku tidak ingin membunuhmu, sekiranya engkau seorang raja tentu akan mati karena racun itu dan kami akan merasa senang, tetapi jika engkau seorang nabi, tentu akan diberitahu oleh Allah bahwa daging itu mengandung racun, dan ternyata engkau memang seorang Nabi."

Kemudian Rasulullah memaafkan wanita itu.


Dalam perang Uhud Rasulullah mendapat luka pada muka dan patah beberapa buah giginya, salah seorang sahabatnya berkata: "Wahai Rasulullah kenapa anda tidak doakan agar mereka celaka." Rasulullah menjawab:

"Aku sekali kali tidak diutus untuk melaknat seseorang, tetapi aku diutus untuk mengajak kepada kebaikan dan sebagai rahmat."

Lalu beliau menengadahkan tangannya kepada Allah Yang Maha Mulia dan berdoa:

"Ya Allah ampunikah kaumku, karena mereka tidak mengetahui."


Memaafkan orang yang memusuhi dan menyakiti adalah hal berat bagi seseorang jika telah disakiti, apalagi saat ia dapat melakukan balas dendam atas perbuatan itu. Namun memaafkan adalah satu perbuatan yang sangat tinggi nilainya di sisi Allah, bahkan juga dapat meninggikan martabat seseorang di sisi Allah dan dalam pandangan masyarakat dan musuh sekalipun.

Diantara sebab pentingnya memaafkan antara lain:

1. Memberi maaf merupakan perintah Allah yang dijanjikan dengan pahala besar bagi mereka yang memaafkan, sebagaimana firman Allah:

"Ambillah jalan maaf, dan ajaklah dengan cara yang lemah lembut dan berpalinglah dari orang orang yang jahil."(Al A'raf: 199)

"... dan orang-orang yang dapat menahan meluapnya kemarahan dan yang suka memaafkan orang lain dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik." (Ali Imran: 134)

"Balasan perbuatan jahat adalah kejahatan yang seimbang dengannya. Barangsiapa yang memaafkan dan berlaku damai, pahalanya "ada di tangan Allah". (As Syuraa: 40)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

"Barangsiapa yang dapat menahan luapan amarahnya, sedang ia mampu melampiaskannya, niscaya Allah memanggilnya pada hari kiamat dihadapan semua makhluk dan mempersilahkannya untuk memilih bidadari yang ia kehendaki." (HR. Ahmad)

“Semua amal manusia diperlihatkan (kepada Allah) pada setiap jum’at (pekan) dua kali; hari senin dan hari kamis. Maka setiap hamba yang beriman diampuni (dosanya) kecuali hamba yang di antara dirinya dengan saudaranya ada permusuhan. Difirmankan kepada malaikat: ” Tinggalkanlah atau tangguhkanlah (pengampunan untuk) dua orang ini sehingga keduanya kembali berdamai”. (HR Muslim)


2. Memberi maaf akan mendapatkan banyak manfaat di dunia.

Selain mendapatkan ganjaran akherat sebagaimana dalam ayat-ayat Al Quran dan hadits di atas, memaafkan ternyata juga akan mendatangkan banyak manfaat di dunia.

Ketika seseorang memaafkan orang lain dan kemudian mengikhlaskannya, dengan segera ia merasa lebih ringan dan lebih bahagia. Ketika pemikiran-pemikiran yang mengandung kemarahan dan kekecewaan mulai menghilang, benak seseorang sesungguhnya dengan segera akan terisi dengan pemikiran-pemikiran yang POSITIF. Ia akan dapat memiliki lebih banyak lagi energi dan antusiasme, akan merasa lebih kuat dan lebih percaya diri.


3. Maaf adalah kata kunci untuk membuka pintu dendam dan belenggu kebencian. "Maaf mengandung sebuah kekuatan yang sanggup mematahkan rantai kepahitan dan keterikatan pada sifat mementingkan diri," demikianlah ungkapan manis yang keluar dari seorang yang bernama William Arthur Ward.

Kebencian kronis mempunyai efek melemahkan seseorang. Ini menimbulkan kemarahan, rasa bersalah, permusuhan, dan terluka dari waktu ke waktu. Emosi ini melepaskan hormon kortisol pada sistem tubuh. Di sisi lain, belajar untuk memaafkan memberikan banyak manfaat kesehatan, antara lain: meningkatkan respon imunitas, menurunkan tekanan darah, meningkatkan tidur, mengurangi kecemasan dan depresi, meningkatkan harga diri dan memberikan ketenangan pikiran.

Karena itu, mari jadikan diri kita pribadi yang mampu memaafkan kesalahan orang lain, bagaimana pun pedih dan sakitnya. Karena dengan demikian kita akan terbebas dari beban batin, akan menjadi orang yang bahagia, karena mampu menghindari keburukan, dengan tidak membalas suatu keburukan dengan keburukan. Energi kita tidak terkuras untuk hak-hal yang tak bermanfaat, dan silaturahim tetap terjaga.



Wallahu a'lam bishowab
Barakallahufikum ..
Abu Zaid

Kamis, 15 November 2012

:: NASEHAT ALI BIN ABI THALIB

 
 
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

❤ Nasihat Ali bin Abi Thalib ✿

♥Kalau rezeki dari Allah terlambat, maka beristigfarlah kepada Allah dan mohonlah semoga Allah melapangkan rezekiNya bagi kita. Sebab, kunci surga adalah sabar, kunci kemuliaan adalah rendah hati, dan kunci kebaikan (kehormatan) adalah taqwa. ♥•.

♥Jika memerlukan nikmat dunia, cukuplah islam sebagai nikmatmu. Jika memerl
ukan keasyikan, cukuplah taat pada Allah sebagai keasyikanmu. Dan jika memerlukan pengajaran, cukuplah maut itu sebagai pengajaran bagimu. ♥•.

.•° ♥Allah telah memberikan petunjuk kepadaku, sehingga aku bisa mengenali diriku sendiri dengan segala kelemahan dan kehinaanku. ♥•.

.•° ♥ Kalau engkau ingin menjadi raja, pakailah sifat qanaah. Kalau engkau ingin mendapat surga dunia sebelum surga akhirat, pakailah budi pekerti yang baik. Kedua sifat ini ialah kawan bahagia. ♥•.

.•♥Wahai Saudagar! Ambillah yang benar, niscaya kamu selamat. Janganlah kamu menolak keuntungan yang sedikit, karena kamu tidak memperoleh keuntungan banyak. ♥•.

♥ Apabila sempurna akal, kurangi perkataan♥

.•♥Lebih sedikit orang menggunakan akalnya, lebih banyak pula ia berkata-kata. ♥˜ •.

•° ♥Teman manusia sebenarnya adalah akal, dan musuh yang celaka ialah jahil. ♥•.

.•° ♥ Kebahagiaanku jika mati sebelum baligh, lalu aku dimasukkan kedalam surga, tidak sebahagia jika aku hidup sampai tua dalam keadaan mengenal Allah, yaitu yang paling bertaqwa, rajin mengerjakan ibadah serta menerima apa-apa yang telah diberikan Allah kepadaku. ♥˜•.

.•°♥Bahagialah orang yang dapat menjadi tuan untuk dirinya, menjadi kusir untuk nafsunya, dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya. ♥•.

♥Dada orang yang berakal itu ialah peti rahasianya. ♥

•° ♥Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar♥

Barakallahufikum ...

:: HADIRKAN HATI SAAT BERDOA ..



Bismillahirrahmannirrahim,

.. Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al-Mu’min: 60)

“ Ketahuilah, sungguh Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lupa dan lalai.” (HR. Tirmidzi & Hakim)

Hadirkan Hati Ketika Berdoa

Hati yang lalai, adalah hati yang kosong ketika berdoa, atau hanya bibir saja yang bergerak tanpa ada perasaan apa-apa ketika berdoa. Ar-Razi mengatakan: “Para ulama sepakat bahwa doa yang diucapkan dengan hati kosong akan sedikit manfaat dan tidak membawa pengaruh apa-apa dalam jiwanya.”

Mendidik hati untuk menghadirkan Allah dalam dzikir dan doa adalah dengan mengosongkan hati , ingatlah akan dosa-dosa kita, ingat maksiat yang pernah kita lakukan. Ingat hanya Allah yang berhak mengampuni. Dan hanya Allah yang berhak mengabulkan setiap doa.

Hadirkan pula rasa kelak kita mati, tidak ada yang bisa menolong di alam kubur dan akhirat nanti kecuali Allah.
Berusahalah terus sampai terasa bahwa tanpa pertolongan Allah kita tidak mampu apa-apa.

Pecahkan kekerasan dan keegoan hati kita.
Sesungguhnya hati yang lembut adalah hati yang bergetar dan mudah meneteskan airmata manakala asma Allah, Dzat Yang Maha Agung disebut.

@@@

Ya Allah, karuniakanlah ketakwaan kepada jiwa kami , sucikanlah jiwa kami , karena Engkaulah sebaik-baik yang menyucikan jiwa, Engkaulah Yang Menguasai dan melindungi jiwa.

Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', hawa nafsu yang tidak pernah puas dan doa yang tidak dikabulkan.. (HR. Muslim)

Aamiin yaa Robbal alamin ..

Jumat, 02 November 2012

:: NASEHAT IMAM SYAFI'E



Imam al-Syafie (semoga Allah merahmati) adalah seorang ulama yang banyak menghamba kepada Allah. Beliau dengan ketekunannya dalam menuntut ilmu, menegakkan sunnah dan penegak kebenaran sekaligus imam besar dalam bidang fekah. Beliau banyak meninggalkan kata-kata nasihat bagi kita , yang diantaranya adalah :

1. Imam al-Syafie pernah bercerita :

Aku mengadukan kepada Waki’ (guru beliau) tentang buruk

nya hafalan Al Qur'anku
Maka beliau membimbingku untuk memperbanyak taubat dan meninggalkan perbuatan dosa/maksiat
Dan berkata, ‘Ketahuilah bahwa ilmu adalah cahaya
Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat’

2. Beliau Berkata :

Barangsiapa ingin agar Allah membukakan mata hatinya atau meneranginya, maka dia harus mensucikan diri dan hati dengan taubat, meninggalkan pembicaraan yang tiada bermanfaat, meninggalkan dosa-dosa, menghindari perbuatan-perbuatan maksiat dan menyembunyikan amalan yang dikerjakan antara dia dan Allah. Jika dia mengerjakan hal tersebut, maka niscaya Allah akan membukakan ilmu baginya yang akan menyibukkan dia dari selain NYA .. (memberikan ni'mat munajat bersama NYA)
Sesungguhnya dalam kematian terdapat perkara yang menyibukkan.”

3. Melakukan amalan-alaman sunah secara tersembunyi dan tidak diketahui oleh sesiapapun. Ini antara cara untuk ikhlas dalam beramal soleh. Dan Allah sangat mencintai amal ibadah yang sifatnya rahasia. Yakni rahasia antara Rabb dan hamba Nya. (semisal shalat sunah, puasa sunah , dzikir qalbi dan sedekah secara diam-diam)

4. Orang yang mendapat bimbingan Allah senantiasa menghabiskan masanya dengan ilmu dan amalan yang berfaedah untuk dunia dan akhiratnya.

5. Orang yang cerdas adalah mereka yang senantiasa mengingat akan kematian dan berusaha bersungguh-sungguh untuk mempersiapkan pertemuan dengan Rabb nya.

Jiwa akan menjadi baik bila senantiasa ingat akan tempat kembalinya. Jika seorang hamba ingat bahwa ia akan berbantalkan tanah sendirian dalam kuburnya tanpa ada teman yang menghibur, ingat bahwa tidak ada yang berguna baginya selain amal shalehnya, ingat bahwa seluruh manusia tidak berdaya meringankan sedikit pun siksa kubur darinya, ingat bahwa seluruh urusannya berada di tangan Allah, ketika itulah ia yakin bahwa tidak ada yang dapat menyelamatkannya kecuali dengan mengikhlaskan dan berserah diri hanya kepada Allah Yang Maha Pencipta semata.

|| “Bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan perjumpaan dengan Allah merupakan bekal yang paling bermanfaat dan paling menghantarkan seseorang untuk mencapai keistiqamahan; karena orang yang siap menghadap Allah hatinya akan terputus dari dunia dan seluruh isinya

@@@

Ya Allah Dzat yang Maha Penyantun, Yang Maha Pencipta langit dan bumi, Dzat Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan ..
Bagi Mu lah segala puja dan puji ...
Shalawat dan salam bagi junjungan kami Nabi Muhammad SAW dan keluarga berserta para sahabat ..

Jumat, 18 Mei 2012

::: MUTIARA NASEHAT ..



* Penuhilah hatimu dengan kecintaan terhadap saudaramu semoga Allah menyempurnakan kekuranganmu dan mengangkat derajatmu di sisi Allah


* Barang siapa semakin mengenal Allah niscaya akan semakin takut (akan Keagungan , Kebesaran dan siksa Nya).


* Barang siapa yang tidak mau duduk dengan orang beruntung, bagaimana mungkin ia akan beruntung dan barang siapa yang duduk dengan orang beruntung bagaimana mungkin ia tidak akan beruntung.


* Barang siapa menjadikan kematiaannya sebagai pertemuan dengan Sang Kekasih (Allah), maka kematian adalah hari raya baginy (perjumpaan yang terindah dengan Rabb).


* Barang siapa percaya pada Risalah (terutusnya Rasulullah), maka ia akan mengabdi padanya. Dan barang siapa percaya pada risalah, maka ia akan menanggung (sabar) karenanya. Dan barang siapa yang membenarkan risalah, maka ia akan mengorbankan jiwa dan hartanya untuknya.


* Kedekatan seseorang dengan para nabi di hari kiamat menurut kadar perhatiannya terhadap dakwah ini.


* Betapa semua yang di bumi ini dapat menjadikan pelajaran (petunjuk dari Allah). Kukira tidak ada sejengkal tanah di muka bumi kecuali di situ ada ibrah (pelajaran) bagi orang yang berakal apabila mau mempelajarinya.


* Sebaik-baik nafsu adalah yang dilawan dan seburuk-buruk nafsu adalah yang diikuti.


* Tanpa menahan hawa nafsu maka manusia sulit sampai pada Tuhannya dan kedekatan manusia terhadap Allah menurut kadar pembersihan jiwanya.


* Manusia di setiap waktu senantiasa terdiri dari dua golongan, golongan yang diwajahnya terdapat tanda-tanda dari bekas sujud dan golongan yang di wajahnya terdapat tanda-tanda dari bekas keingkaran.


* Agungkanlah syiar-syiar Allah, sebagai tanda dari hati yang takwa. Dakwah adalah mengajak manusia dari kejelekan menuju kebaikan, dari kelalaian menuju ingat kepada Allah, dan dari keberpalingan kembali menuju kepada Allah, dan dari sifat yang buruk menuju sifat yang baik.


* Syetan itu mencari sahabat-sahabatnya dan Allah menjaga kekasih-kekasih- Nya.


* Keluarkanlah rasa takut pada makhluk dari hatimu maka engkau akan tenang dengan rasa takut pada kholiq (pencipta) dan keluarkanlah berharap pada makhluk dari hatimu maka engkau akan merasakan kenikmatan dengan berharap pada Sang Kholiq.


* Banyak bergurau dan bercanda merupakan pertanda sepinya hati dari mengagungkan Allah dan tanda dari lemahnya iman.


* Hakikat tauhid adalah membaca Al Qur’an dengan merenungi artinya dan menghidupkan malam.


* Sampaikanlah cita-citamu pada derajat yang tinggi (di akhirat) dengan himmah (cita-cita yang kuat) untuk terus mendekat kepada Allah dengan taubat, perbanyak sujud (doa) dan usaha.


* Barang siapa memperhatikan waktu (memanfaatkan setiap waktu dalam kebersaman dengan Allah), maka ia akan selamat dari kelalaian.


* Salah satu dari penyebab turunnya bencana dan musibah adalah banyaknya kemaksiatan dan sedikitnya orang yang menangis di tengah malam (bertaubat).


* Orang yang selalu mempunyai hubungan (dekat) dengan Allah, Allah akan memenuhi hatinya dengan rahmat di setiap waktu.




Wallahu a'lam bishawab,
Semoga bermanfaat ..


Al-Habib Umar bin Hafidz

Jumat, 04 Mei 2012

::: NASIHAT PERKAWINAN UNTUK PUTRIKU ..



Seandainya ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa memanjangkan umurku dan memberikan kesempatan kepadaku untuk menyaksikan pernikahan putriku tercinta, kira-kira seperti inilah yang ingin aku (Al Ustadz Abu Khaulah Zainal Abidin, red) akan sampaikan :


Anak-anakku..,
Hari ini akan menjadi satu di antara hari-hari yang paling bersejarah di dalam kehidupan kalian berdua. Sebentar lagi kalian akan menjadi sepasang suami-isteri, yang darinya kelak akan lahir anak-anak yang sholeh dan sholehah, dan kalian akan menjadi seorang bapak dan seorang ibu, untuk kemudian menjadi seorang kakek dan seorang nenek, ……insya Allah.


Rentang perjalanan hidup manusia yang begitu panjang … sesungguhnya singkat saja. Begitu pula…liku-liku dan pernik-pernik kerumitan hidup sesungguhnya jugalah sederhana. Kita semua.. diciptakan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa tidak lain untuk beribadah kepada NYA.

Maka, jika kita semua berharap kelak dapat berjumpa dengan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa …dalam keadaan IA ridlo kepada kita, hendaklah kita jadikan segala tindakan kita semata-mata di dalam rangka mencari keridlo’an-NYA dan menyelaraskan diri kepada Sunnah Nabi-NYA Yang Mulia -Shallallahu alaihi wa sallam-
“Maka barangsiapa merindukan akan perjumpaannya dengan robb-nya, hendaknya ia beramal dengan amalan yang sholeh, serta tidak menyekutukan dengan sesuatu apapun di dalam peribadatahan kepada robb-nya.”


Menikah merupakan Sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, sebagaimana sabdanya:
“Menikah itu merupakan bagian dari Sunnahku. Maka barang siapa berpaling dari Sunnahku, ia bukanlah bagian dari umatku.”


Begitu pula pernikahan ini, ijab-qabulnya, adanya wali dan dua orang saksi, termasuk hadirnya kita semua memenuhi undangan ini…adalah ibadah, yang tidak luput dari keharusan untuk sesuai dengan syari’at ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa.


Oleh karena itu…,kepada calon suami anakku…
Saya ingatkan, bahwa wanita itu dinikahi karena empat alasan, sebagaimana sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam:
“Wanita dinikahi karena empat alasan. Hartanya, keturunannya, kecantikannya,atau agamanya. Pilihlah karena agamanya, niscaya selamatlah engkau.” (HR:Muslim)


Maka ambilah nanti putriku sebagai isteri sekaligus sebagai amanah yang kelak kamu dituntut bertanggung jawab atasnya. Dengannya dan bersamanya lah kamu beribadah kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa, di dalam suka…di dalam duka.
Gaulilah ia secara baik, sesuai dengan yang diharuskan menurut syari’at ALLAH.
Terimalah ia sepenuh hati, kelebihan dan kekurangannya, karena ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah memerintahkan demikian:
“Dan gaulilah isteri-isterimu dengan cara yang ma’ruf. Maka seandainya kalian membenci mereka, karena boleh jadi ada sesuatu yang kalian tidak sukai dari mereka, sedangkan ALLAH menjadikan padanya banyak kebaikan.” (An-Nisaa’:19)


Dan ingatlah pula wasiat Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:
“Pergaulilah isteri-isteri dengan baik. Karena sesungguhnya mereka itu mitra hidup kalian”


Dan perlakuanmu terhadap isterimu ini menjadi cermin kadar keimananmu, sebagaimana Sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-;
“Mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya”

“Dan kamu sebagai laki-laki adalah pemimpin di dalam rumah tangga”.

“Lelaki itu pemimpin bagi wanita disebabkan ALLAH telah melebihkan yang satu dari yang lainnya dan disebabkan para lelaki yang memberi nafkah dengan hartanya.” (An-Nisaa’: 34)


Maka agar kamu dapat memimpin rumah tanggamu, penuhilah syarat-syaratnya, berupa kemampuan untuk menafkahi, mengajari, dan mengayomi. Raihlah kewibawaan agar isterimu patuh di bawah pimpinanmu. Jadilah suami yang bertanggungjawab, arif dan lemah lembut , sehingga isterimu merasa hangat dan tentram di sisimu. Berusahalah sekuat tenaga menjadi teladan yang baik baginya, sehingga ia bangga bersuamikan kamu. Ya, inilah sa’atnya untuk membuktikan bahwa kamu laki-laki sejati, laki-laki yang bukan hanya lahirnya.


Kepada putriku…
Saya ingatkan kepadamu akan sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- :
“Jika datang kepadamu (-wahai para orang tua anak gadis-) seorang pemuda yang kau sukai akhlaq dan agamanya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dan menyebarnya kerusakan di muka bumi.” (HR: Ibnu Majah)


Dan semoga -tentunya- calon suamimu datang dan diterima karena agama dan akhlaqnya, bukan karena yang lain. Maka hendaknya kau luruskan pula niatmu. Sambutlah dia sebagai suami sekaligus pemimpinmu. Jadikanlah perkawinanmu ini sebagai wasilah ibadahmu kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa. Camkanlah sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:
“Seandainya aku boleh memerintahkan manusia untuk sujud kepada sesamanya, sungguh sudah aku perintahkan sang isteri sujud kepada suaminya (dikarenakan beratnya beban dan amanah yan dipikul oleh suami terhadap istrinya di dunia dan dihadapan Allah kelak) .”

Namun sebesar apa cinta kalian berdua, tetapkanlah Cinta kepada Allah adalah yang nomor satu dan paling utama ..


Wahai putriku…
Terima dan sambutlah suamimu ini dengan sepenuh cinta dan ketaatan.
Layani ia dengan kehangatanmu…
Manjakan ia dengan kelincahan dan kecerdasanmu…
Bantulah ia dengan kesabaran dan doamu…
Hiburlah ia dengan nasihat-nasihatmu…
Bangkitkan ia dengan keceriaan dan kelembutanmu…
Tutuplah kekurangannya dengan mulianya akhlaqmu…

Manakala telah kamu lakukan itu semua, tak ada gelar yang lebih tepat disandangkan padamu selain Al Mar’atush-Shalihah, yaitu sebaik-baik perhiasan dunia. Sebagaimana Sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:
“Dunia tak lain adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.”


Inilah satu kebahagiaan hakiki -bukan khayali- yang diidam-idamkan oleh setiap wanita beriman. Maka bersyukurlah, sekali lagi bersyukurlah kamu untuk semua itu, karena tidak semua wanita memperoleh kesempatan sedemikian berharga. Kesempatan menjadi seorang isteri, menjadi seorang ibu. Terlebih lagi, adanya kesempatan, diundang masuk ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki.

Yang demikian ini mungkin bagimu selagi kamu melaksanakan sholat wajib lima waktu -cukup yang lima waktu-, puasa -juga cukup yang wajib- di bulan Ramadhan, menjaga kemaluan -termasuk menutup aurat- , dan ta’at kepada suami. Cukup, cukup itu. Sebagaimana sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:
“Jika seorang isteri telah sholat yang lima, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan ta’at kepada suaminya. Dikatakan kapadanya: Silahkan masuk ke dalam Surga dari pintu mana saja yang engkau mau.”


Anak-anakku…,
Melalui rangkaian ayat-ayat suci Al Qur’an dan Hadits-Hadits Nabi Yang Mulia, kami semua yang hadir di sini mengantarkan kalian berdua memasuki gerbang kehidupan yang baru, bersiap-siap meninggalkan ruang tunggu, dan mengakhiri masa penantian kalian yang lama. Kami semua hanya dapat mengantar kalian hingga di dermaga. Untuk selanjutnya, bahtera rumah-tangga kalian akan mengarungi samudra kehidupan, yang tentunya tak sepi dari ombak, bahkan mungkin badai.


Karena itu, jangan tinggalkan jalan ketaqwaan. Karena hanya dengan ketaqwaan saja ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa akan mudahkan segala urusan kalian, mengeluarkan kalian dari kesulitan-kesulitan, bahkan mengaruniai kalian rizki.

“Dan barang siapa yang bertaqwa kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan berikan bagi nya jalan keluar dan mengaruniai rizki dari sisi yang tak terduga.”

“Dan barang siapa yang bertaqwa kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan mudahkan urusannya.”

Bersyukurlah kalian berdua akan ni’mat ini semua. ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah mengkaruniakan kalian separuh dari agama ini, ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah mengkaruniakan kalian kesempatan untuk menjalankan syari’at-NYA yang mulia, ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa juga telah mengkaruniakan kalian kesempatan untuk mencintai dan dicintai dengan jalan yang suci dan terhormat.


Ketahuilah, bahwa pernikahan ini menyebabkan kalian harus lebih berbagi. Orang tua kalian bertambah, saudara kalian bertambah, bahkan sahabat-sahabat kalian pun bertambah, yang kesemua itu tentu memperpanjang tali silaturahmi, memperlebar tempat berpijak, memperluas pandangan, dan memperjauh daya pendengaran. Bukan saja semakin banyak yang perlu kalian atur dan perhatikan, sebaliknya semakin banyak pula yang akan ikut mengatur dan memperhatikan kalian. Maka, barang siapa yang tidak kokoh sebagai pribadi dia akan semakin gamang menghadapi kehidupannya yang baru.


Ketahuilah, bahwa anak-anak yang sholeh dan sholehah yang kalian idam-idamkan itu sulit lahir dan tumbuh kecuali di dalam rumah tangga yang sakinah penuh cinta dan kasih sayang. Dan tentunya tak akan tercipta rumah-tangga yang sakinah, kecuali dibangun oleh suami yang sholeh dan isteri yang sholehah.


Akan tetapi, wahai anak-anakku, jangan takut menatap masa depan dan memikul tanggung jawab ini semua. Jangan bersedih dan berkecil hati jika kalian menganggap bekal yang kalian miliki sekarang ini masih sangat kurang. ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa berfirman:
(Artinya): “Dan janganlah berkecil hati juga jangan bersedih. Padahal kalian adalah orang-orang yang mulia seandainya sungguh-sungguh beriman.” (Ali Imran: 139)


Ya, selama masih ada iman di dalam dada segalanya akan menjadi mudah bagi kalian. Bukankah dengan pernikahan ini kalian bisa saling tolong-menolong di dalam kebajikan dan taqwa. Bukankah dengan pernikahan ini kalian bisa saling menutupi kelemahan dan kekurangan masing-masing. Bersungguh-sungguhlah untuk itu, untuk meraih segala kebaikan yang ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa sediakan melalui pernikahan ini. Jangan lupa untuk senantiasa memohon pertolongan kepada ALLAH. kemudian jangan merasa tak mampu atau pesimis. Jangan, jangan kalian awali kehidupan rumah tangga ini dengan perasaan lemah

“Bersungguh-sungguhlah kepada yang bermanfa’at bagimu, mohonlah pertolongan kepada ALLAH, dan jangan merasa lemah” (HR: Ibnu Majah)





Oleh: Al Ustadz Abu Khaulah Zainal Abidin

Sabtu, 07 April 2012

::: NASEHAT LUQMAN AL-HAKIM KEPADA PUTRANYA :::



Bismillahirahmannirahim,

Al-Qur’an adalah sumber hukum dan ilmu pengetahuan yang tak pernah kering untuk ditimba, penuh dengan pelajaran, di dalamnya terdapat hikmah dan teladan. Salah satu isi pokok dari Al-Qur’an adalah kisah perjalanan kehidupan para Nabi dan Rasul serta orang-orang saleh dari umat-umat sebelum Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.

Hikmah di ceritakannya sirah manusia-manusia pilihan itu tidak lain karena besarnya manfaat dari keteladanan iman, sifat dan akhlaq mereka. Semoga dapat memberi hikmah dan teladan bagi kita bersama.


NASIHAT LUKMAN AL-HAKIM KEPADA ANAKNYA

"Wahai anakku ,
Apabila perutmu penuh dengan makanan (kenyang) maka akan matilah fikiran dan hikmah kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan menjadi malas untuk melakukan ibadah dan akan hilanglah kebersihan hati dan kehalusannya, di mana hati yang bersih itu hanya akan tercapai dengan kelazatan bermunajat (menghadap ALLAH) dan manfaat berxikir (ingat kepada ALLAH)"


"Wahai anakku ! Kalau sewaktu kecil engkau rajin belajar dengan tekun menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, maka apabila kamu dewasa kelak kamu akan memetik buahnya dan kamu akan menikmatinya"


"Wahai anakku ,
lebih senanglah engkau dalam rombongan ketika orang membawa jenazah, daripada dalam jamuan perkawinan dan pesta lainnya. Karena hal itu akan mengingatkan engkau pada kematian, memupus hawa nafsu yang berlebihan dan bersegera dalam ketaatan.


"Wahai anakku ,
aku sudah memikul batu-batu yang besar, aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tetapi aku tidak pernah merasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya"


"Wahai anakku ,
Aku sudah merasakan segala benda-benda yang pahit, tetapi aku belum pernah merasakan sesuatu yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan"


"Wahai anakku ,
Aku sudah pernah mengalami penderitaan dan bermacam-macam kesusahan dan kepayahan, tetapi aku belum pernah mengalami penderitaan yang lebih susah dan lebih payah dari menanggung hutang"


"Wahai anakku ,
Ingatlah kepada ALLAH Subhana wa Ta'ala , Lupakanlah budi baikmu terhadap orang lain dan Lupakanlah semua kesalahan orang terhadap dirimu


"Wahai anakku,
Tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tiadalah orang fakir itu melainkan tertimpa kepadanya tiga perkara, yaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan di perdayai orang) dan hilang kemuliaan hatinya (kepribadiannya), dan lebih celaka lagi daripada tiga perkara itu ialah orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan meringan-ringankannya"


Hai anakku ,
Ketahuilah, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat, agar jangan karam, layarilah lautan itu dengan SAMPAN yang bernama TAKWA, ISInya ialah IMAN dan LAYARnya adalah TAWAKKAL kepada ALLAH.


Sesunggunya orang-orang yang sentiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya akan mendapat penjagaan dari ALLAH. Orang yang insaf dan sedar setalah menerima nasihat orang lain, dia akan sentiasa menerima kemuliaan dari ALLAH juga.


Wahai anakku ,
orang yang merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kepada ALLAH, maka dia tawadduk kepada ALLAH, dia akan lebih dekat kepada ALLAH dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepada ALLAH.


Dan selalulah berharap kepada ALLAH tentang sesuatu yang menyebabkan untuk tidak menderhakai ALLAH. Takutlah kepada ALLAH dengan sebenar benar takut ( takwa ), tentulah engkau akan terlepas dari sifat berputus asa dari rahmat ALLAH.


Anakku ,
Janganlah engkau langsung menelan saja karena manisnya barang dan janganlah langsung memuntahkan saja pahitnya sesuatu barang itu, karena manis belum tentu menimbulkan kesegaran dan pahit itu belum tentu menimbulkan kesengsaraan.

Makanlah makananmu bersama sama dengan orang orang yang takwa dan musyawarahlah urusanmu dengan para alim ulama dengan cara meminta nasihat dari mereka.

Bukanlah satu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencari ilmu tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubah bagaikan orang yang mencari kayu bakar, maka setelah banyak ia tidak mampu memikulnya, padahal ia masih mau menambahkannya.

Selalulah baik tutur kata dan halus budi bahasamu serta manis wajahmu, dengan demikian engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseorang terhadap orang lain yang pernah memberikan barang yang berharga.

Bila engkau berteman, tempatkanlah dirimu padanya sebagai orang yang tidak mengharapkan sesuatu daripadanya. Namun biarkanlah dia yang mengharapkan sesuatu darimu.

Jadikanlah dirimu dalam segala tingkah laku sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau mengharap sanjungan orang lain kerana itu adalah sifat riya' yang akan mendatangkan cela pada dirimu.

Janganlah engkau condong kepada urusan dunia dan hatimu selalu disusahkan oleh dunia saja , karena engkau di ciptakan ALLAH bukanlah untuk dunia saja. Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih hina daripada orang yang terpedaya dengan dunianya.



Wahai anakku,
Pergaullah rapat dengan orang yang alim lagi berilmu. Perhatikanlah kata nasihatnya karena sesungguhnya sejuklah hati ini mendengarkan nasihatnya, hiduplah hati ini dengan cahaya hikmah dari mutiara kata katanya bagaikan tanah yang subur lalu di sirami air hujan.


Wahai anakku ,
Ambillah harta dunia sekadar keperluanmu saja, dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk bekalan akhiratmu. Jangan engkau tendang dunia ini ke keranjang atau bakul sampah karena nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta meneguk habis airnya karena sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka.


Sekiranya engkau ingin melakukan maksiat kepada ALLAH, carilah tempat yang lain di mana Allah dan malaikat-Nya tidak dapat melihat dirimu .

Sabtu, 17 Maret 2012

::: LIHATLAH, DIALAH SUAMIMU ... (RENUNGAN UNTUK ISTRI YANG SHALIH) :::




WAHAI para ISTERI,

Pernahkah kau perhatikan lebih jauh tentang sosok perkasa yang ada dirumahmu, yang menjadi separuh nyawamu itu, dan yang menjadi teman seumur hidup bagimu untuk menghabiskan hari?


Lihatlah dia dalam tidurnya ...

Tidur nyenyaknya seakan menggambarkan betapa seharian ini beliau begitu lelah guna mencukupi nafkah untukmu. Dia menyingsingkan lengannya dan mengusap keringatnya, demi dirimu untuk sebuah tercukupi. Katup sayu matanya mungkin tengah menahan derasnya air mata dalam tidur, karena jebolnya bendungan hati yang kian tergerus setumpuk masalah hidup. Tapi semua masih tertahan, karena tidak akan tega membiarkan kau dan keluargamu terlunta.


Lihatlah kaki kuat itu ...

Allah yang menopang tubuh renta suamimu, yang menjadi penopang ketika harus menyusuri dunia untuk sebuah kebahagiaanmu, wahai wanita.
Bahkan seperti yang di sabdakan Nabi Muhammad salallahu alaihi wassalam, jikapun memang sesama manusia boleh bersujud, maka di kaki itu, kau harus meletakkan sujudmu dan memasrahkan tanganmu kepadanya.


Lihatlah gurat garis wajahnya ...

Kulitnya yang legam dan kasar itu menandakan beratnya perjuangannya. Seakan disana terukir sebuah perjuangan yang begitu melelahkan namun menenangkan seluruh anggota keluargamu. Dengan tanpa keluh walaupun sesekali bimbang dalam melintasi, namun tetep menyediakan pundak yang kuat, dan dada yang lapang demi kau bersandar. Lihatlah gurat wajah lelah itu, yang seakan semakin rapuh dari hari ke hari namun tetap teguh demi sebuah yang bernama tanggung jawab.


LIHATLAH PARA ISTERI YANG SHOLIHAH, DIALAH SUAMIMU ..

Lihatlah tangannya ...

Rasakan tangan berkulit kasar itu yang semakin hari semakin terasa kasar. Tangan itulah yang telah menyelamatkanmu menuju sebuah kehormatan dan menggandengmu pada sebuah perlindungan. Tangan inilah yang terkait dengan hati mereka dimana mereka seumur hidup menghabiskan hari harinya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


Lihatlah mata mereka ...

Pandangan teduh itulah yang mendamaikanmu. Mengajakmu dengan lindungan dalam kekuatan mereka. Berharap kedamaian menyelimutimu, menghapus sedihmu dan kembali membawa senyum untukmu, wahai para ISTERI.
Pandangan teduh itu yang mengoyak arogansi dan kekuatan mereka demi sebuah cinta yang tulus untuk keluarga . Pandangan teduh yang juga begitu lelah.

Wahai para ISTERI, betapa banyak SUAMI yang tidak dapat memejamkan mata mereka karena beratnya pikiran dan tanggung jawab mereka saat ini. Subhanallah, maka bahagiakan dan alihkan sedikit beban mereka dengan sebuah kesenangan dan kesyukuran karena kehadiranmu. Bahagiakan mereka dengan meminimalisir keluhanmu atas mereka, dan menghadirkan senyum hari- hari mereka.


Lihatlah ketulusan hati mereka ...

Seorang lelaki yang dengan penuh pengayoman tulus dan pengabdian penuh, telah menghabiskan jatah umur mereka demi memegang kendali kapal rumah tanggamu. Mereka tak mengharapkan balas kecuali kesetiaanmu. Mereka tak mengharapkan puji kecuali kepandaianmu menjaga anak- anak dan kehormatan diri serta keluarga. Mereka tak mengharapkan pamrih kecuali dengan kebahagiaan, karena terjaganya pendamping yang shalihah di disisinya ..


*************

Sungguh para wanita, ridho suamimu adalah kunci surga dunia bagi dirimu dan surga akherat untuk kau dan keluargamu. Maka hargailah ..

Maka rendahkan suaramu, walaupun mungkin dalam amarahnya yang sempat memuncak. Tak apalah jika mengalahmu bisa menjadi sedikit balasan bagi kelegaan hati mereka. Allah akan tersenyum kepadamu, Allah akan ridho kepadamu, surgapun akan merindukanmu atas semua kebesaran hati dan keluasan jiwamu. ...


Dan ... sudahkah hari ini kau memanjatkan doa untuk kemudahan jalannya , mengucapkan kata terimakasih untuknya, seraya mencium tangannya dengan penuh cinta ... , berjalan beriringan bersama menuju satu tujuan , Cinta Allah Azza Wa Jalla ...




Syahidah

voa-islam.com

::: ALHAMDULILLAH , NIKMAT BERSYUKUR :::



~ Bismillahirrahmanirrahim ~


Sahabat Fillah.....

Bersyukur artinya berterimakasih kepada yang memberi nikmat/hadiah kepada kita melalui hati yang tulus, dengan pujian secara lisan, dan perbuatan yang menyenangkan si pemberi nikmat tersebut.

Jika kita mendapat kurnia dari Allah, hendaklah kita ucapkan “Alhamdulillah” (segala puji bagi Allah).

Ada empat perkara, barangsiapa memilikinya Allah akan membangun untuknya rumah di surga, dan dia dalam naungan cahaya Allah yang Maha Agung.
1. Apabila pegangan teguhnya “Laailaha illallah”.
2. Jika memperoleh kebaikan dia mengucapkan “Alhamdulillah”,
3. Jika berbuat salah (dosa) dia mengucapkan “Astaghfirullah” dan
4. Jika ditimpa musibah dia berkata “Inna lillahi wainna ilaihi roji’uun.”
(HR. Ad-Dailami)


Jika kita bersyukur/berterimakasih atas nikmat Allah, niscaya Allah akan menambah nikmatNya kepada kita. Jika tidak, maka kita akan disiksa olehNya:

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” [Ibrahim 7]



Mengapa kita harus bersyukur kepada Allah?

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl: 78)

“Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur” [Al Mu’minuun 78]

Coba kita renungi diri kita. Siapakah yang telah menciptakan kedua mata kita? Kedua telinga kita? Mulut kita? Kaki dan tangan kita? Allah bukan?
Mengapakah kita tidak mau bersyukur?

Sekedar untuk membeli frame dan lensa saja bisa habis jutaan rupiah. Mata kita tentu nilainya jauh di atas itu. Mengapa kita tidak bersyukur?



Sahabatku .....

Saat orang sakit jantung, dia bisa menghabiskan ratusan juta rupiah untuk mengobatinya. Bukankah kita seharusnya bersyukur kepada Allah yang telah memberikan jantung kepada kita secara Cuma-Cuma?

Jika kita amati orang tua kita, anak-anak kita, istri kita, semua itu Allah yang menciptakan. Begitu pula dengan bumi dan langit beserta seluruh isinya.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [An Nahl 18]


Oleh karena itulah Luqman menasehati anaknya untuk bersyukur kepada Allah:

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” [Luqman 12]



“Dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhuma, ia berkata:
Ketika itu hujan turun di masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, lalu Nabi bersabda: ‘Atas hujan ini, ada manusia yang bersyukur dan ada yang kufur nikmat. Orang yang bersyukur berkata: ‘Inilah rahmat Allah’. Orang yang kufur nikmat berkata: ‘Oh pantas saja tadi ada tanda begini dan begitu’” (HR. Muslim no.243)

“Dan nikmat yang diberikan oleh Rabbmu, perbanyaklah menyebutnya” (QS. Adh Dhuha: 11)



Hendaknya kita bekerja demi Allah:

“Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. “ [Saba’ 13]


“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya jika beliau shalat, beliau berdiri sangat lama hingga kakinya mengeras kulitnya. ‘Aisyah bertanya: Wahai Rasulullah, mengapa engkau sampai demikian? Bukankan dosa-dosamu telah diampuni, baik yang telah lalu maupun yang akan datang? Rasulullah besabda: ‘Wahai Aisyah, bukankah semestinya aku menjadi hamba yang bersyukur?’” (HR. Bukhari , Muslim )


Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya” (HR. Muslim)



Mengucapkan terima kasih adalah akhlak mulia yang diajarkan oleh Islam. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang diberikan satu kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan: ‘Jazaakallahu khayr’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupinya dalam menyatakan rasa syukurnya” (HR. Tirmidzi )



Senantiasa Qana’ah atau merasa cukup atas nikmat yang telah Allah berikan, kemudian hakikat syukur yang lainnya adalah

"Tidak mengunakan nikmat-nikmat Allah pada hal-hal yang tidak Allah sukai.. baik itu nkmat pendengaran, nikmat penglihatan , nikmat sehat, nikmat alam semesta .. dll yang kita tidak mampu menghitungnya ...


“Dari Abu Bakrah Nafi’ Ibnu Harits ra ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya jika menjumpai sesuatu yang menggemberikan beliau bersimpuh untuk sujud. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah”(HR. Abu Daud )


******

"Ya Allah, atas nikmat yang Engkau berikan kepada kami hari ini atau yang Engkau berikan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, maka sungguh nikmat itu hanya dari-Mu .. dan tidak ada sekutu bagi-Mu. Segala pujian dan ucap syukur hanya untuk-Mu" ...

“Ya Allah kami memohon pertolonganmu agar Engkau menjadikan kami termasuk dalam hamba Mu yang senantiasa berdzikir, bersyukur dan beribadah kepadamu dengan baik”


Aamiin , Allahu ya Muhaimin ..



Alhamdulillah ala ni'matil islam wal iman

Jumat, 24 Februari 2012

NASEHAT QUR'ANI TENTANG PERNIKAHAN (MUSLIM.COM)



Untuk mereka yang sudah memiliki arah..
Untuk mereka yang belum memiliki arah..
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah...nasehat ini untuk semuanya…….
Semua yang menginginkan kebaikan..
Bagi mereka yg mencari Mawaddah (kasih)..Sakinah (ketentraman) dan Rahmah (sayang) dalam Keluarga..


Saudaraku..
Nikah itu ibadah..Nikah itu suci..
Memang nikah itu bisa karena harta..bisa karena kecantikan..
bisa karena keturunan..dan bisa karena agama..
Namun jangan kau jadikan harta..ketutunan ataupun kecantikan sebagai alasan..
karena semua itu akan menyebabkan celaka..
Jadikanlah agama sebagai alasan..Engkau akan mendapatkan kebahagiaan..

Saudaraku..
Tidak dipungkiri bahwa terbentuknya keluarga karena cinta..
Namun..jika cinta kau jadikan sebagai landasan..maka keluargamu akan rapuh.. akan mudah hancur..
Jadikanlah ”Allah” sebagai landasan..Niscaya kau akan selamat..Tidak saja dunia..tapi juga akhirat..
Jadikanlah ridha Allah sebagai tujuan..Niscaya mawaddah..sakinah dan rahmah akan tercapai..

Saudaraku..
Jangan kau menginginkan menjadi raja dalam “istanamu”..
disambut istri ketika datang..dan dilayani segala kebutuhan…
Jika ini kau lakukan..”istanamu ” tidak akan langgeng..
Lihatlah manusia ter-agung Rasulullah Saw…tidak marah ketika harus tidur di depan pintu..beralaskan sorban..karena sang istri tercinta tidak mendengar kedatangannya..
Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji dihadapannya ketika lapar..Menjahit bajunya yang robek..

Saudaraku………
Jangan kau menginginkan menjadi ratu dalam “istanamu “..
Disayang..dimanja dan dilayani suami..Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu…
Jika itu engkau lakukan ”istanamu” akan menjadi neraka bagimu..

Saudaraku..
Jangan kau terlalu cinta kepada istrimu…Jangan kau terlalu menuruti istrimu..
Jika itu kau lakukan akan celaka..kau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih..tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah…..

Lihatlah bagaimana Allah menegur ”Nabi“-mu tatkala mengharamkan apa yang Allah halalkan..hanya karena menuruti kemauan sang istri..Tegaslah terhadap istrimu..
Dengan cintamu..ajaklah dia taat kepada Allah…Jangan biarkan dia dengan kehendaknya……..
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth..
Di bawah bimbingan manusia pilihan..justru mereka menjadi penentang..

Istrimu bisa menjadi musuhmu..Didiklah istrimu..
Jadikan dia sebagai Hajar..wanita utama yang loyal terhadap tugas suami..Ibrahim..
Jadikan dia sebagai Maryam..wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya..
Jadikan dia sebagai Khadijah..wanita utama yang bisa mendampingi sang suami
Rasulullah Saw menerima tugas risalah…..

Istrimu adalah tanggung jawabmu…
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah…Biarkan mereka menjadi wanita shalelah…Biarkan mereka menjadi Hajar atau Maryam..
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu…

Saudaraku..
Jika kau menjadi istri..
Jangan kau paksa suamimu menurutimu..Jangan kau paksa suamimu melanggar Allah..
siapkan dirimu untuk menjadi Hajar yang setia terhadap tugas suami…..
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam yang bisa menjaga kehormatannya….
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi..
Jangan kau usik suamimu dengan rengek'anmu…Jangan kau usik suamimu dengan tangismu…
Jika itu kau lakukan…..Kecintaannya terhadapmu akan memaksanya menjadi pendurhaka..

Saudaraku..
Jika engkau menjadi Bapak..jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim..

Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim..Jadilah bapak yang kasih seperti Rasulullah Saw..
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah…Ajaklah mereka taat kepada Allah..
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti..
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat..
Jangan kau jadikan mereka sebagai Kan’an yang durhaka..

Mohonlah kepada Allah..
Mintalah kepada Allah agar mereka menjadi anak yang shaleh..
Anak yang bisa membawa kebahagiaan..

Saudaraku..
Jika kau menjadi ibu.Jadilah kau ibu yang bijak..ibu yang teduh….
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu…
Jadikanlah mereka mujahid..Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah..

Jangan biarkan mereka bermanja-manja…
Jangan biarkan mereka bermalas-malas..
Siapkan mereka untuk menjadi hamba yang shaleh….
Hamba yang siap menegakkan Risalah Islam..


 


Aamiin..

Jumat, 11 November 2011

JANGANLAH KAU SIA-SIAKAN USIAMU, WAHAI SAUDARAKU ..

Tiap-tiap sesuatu dapat dicari penggantinya,kecuali usia. Dan, tiap-tiap sesuatu bila telah lenyap, adakalanya dapat dikembalikan melalui suatu jalan atau lainnya, kecuali usia. Karena apa yang telah berlalu dari usia tidak dapat dikembalikan dan ia pergi untuk selamanya.

Apa yang sudah berlalu dari usia, berarti lenyap yang diharapkan masih belum pasti, dan bagimu hanyalah saat sekarang yang sedang dijalani.


Allah Ta'ala berfirman :
أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ
"Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?" (QS. Fathir [35] : 37)

Huruf ma disebutkan dalam penggunaannyadakalanya sebagai huruf maushul yang berarti: "Dalam yang cukup untuk berpikir" atau sebagai huruf mashdar yang berarti: "Untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir" dalam kehidupan ini.


Allah Ta'ala berfirman :
قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَقَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَاسْأَلِ الْعَادِّينَ
"Allah bertanya: 'Berapa tahunkah lamanya kamu tinggi di bumi?' Mereka menjawab: 'Kami tinggal di (dibumi) sehari atau setengah hari'." (QS. Al-Mu'muninun [23] : 112-113)


Allah Ta'ala berfirman :
قَالَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا ۖ لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَأَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَفَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
"Kamu tidak tinggal (di bumi), melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui. Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya, tidak ada tuhan(yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) Arsy yang mulia." (QS. Al-Mu'muninun [23] : 114-116)

Jumat, 26 Agustus 2011

HUBUNGAN INTIM DENGAN ALLAH.



anakku,
bila hubungan telah tersambung dengan NYA
getaran lembut dari QOLBU menjalar ke sendi sendi jiwa.

hangatkan...,
sukma yang beku.

kokohkan...,
jiwa yang rapuh,

tenangkan...,
hati yang galau.

inilah makna...,
hubungan INTIM yang HAQIQI.

anakku,
maka dikatakan engkau dalam kerugian yang nyata.
tak memiliki hubungan INTIM dengan ALLAH.

waktu mu berlalu percuma..,
karena selain NYA telah memalingkan perhatianmu.
kenikmatan CINTA yang dahsyat terlepas dari genggaman.
engkau tertipu dengan cinta cinta selain NYA.

angan angan birahi menyesatkan..,
impian kosong dibangkitkan MUSUH mu.
engkau di jebak dengan dirimu sendiri.
rantai ikatannya kuat sekali.


anakku,
bangkitlah...,
bermujahadahlah.


lepaskan ikatan kemalasan yang pasung sukma.
sentakkan buhul kelalaian yang belenggu jiwa.
berlindung lah pada NYA.
sesali diri dalam istighfarmu.

DIA memandang penuh mesra.
RAHMAT NYA menepiskan murka NYA.
saat langkah mu digerakkan.
hamparan karpet merah seketika di hamparkan .


tetesan wudhu membasuh kotoran jiwamu.
ber akrab akrablah dengan NYA.
DIA memang dekat..,
dan sangatlah dekat.
rugi.....,
bila tak INTIM dengan NYA.



Abuaisyah,ramadhan ke sembilan 1431H/19.08.10.
bekasi.