Tampilkan postingan dengan label MUSLIMAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUSLIMAH. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juni 2012

:: KEMULIAAN DAN TELADAN IBUNDA AISYAH ..



Bismillahirrahmannirahim,

Beliau adalah Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah binti Abu Bakr, Shiddiqah binti Shiddiqul Akbar, istri tercinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau lahir empat tahun setelah diangkatnya Muhammad menjadi seorang Nabi. Ibu beliau bernama Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Abdi Syams bin Kinanah yang meninggal dunia pada waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup yaitu tepatnya pada tahun ke-6 H.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Aisyah dua tahun sebelum hijrah melalui sebuah ikatan suci yang mengukuhkan gelar Aisyah menjadi ummul mukminin, tatkala itu Aisyah masih berumur enam tahun. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangun rumah tangga dengannya setelah berhijrah, tepatnya pada bulan Syawwal tahun ke-2 Hijriah dan ia sudah berumur sembilan tahun.

Aisyah menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku pasca meninggalnya Khadijah sedang aku masih berumur enam tahun, dan aku dipertemukan dengan Beliau tatkala aku berumur sembilan tahun. Para wanita datang kepadaku padahal aku sedang asyik bermain ayunan dan rambutku terurai panjang, lalu mereka menghiasiku dan mempertemukan aku dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat Abu Dawud: 9435).

Kemudian biduk rumah tangga itu berlangsung dalam suka dan duka selama 8 tahun 5 bulan, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia pada tahun 11 H. Sedang Aisyah baru berumur 18 tahun.

Aisyah adalah seorang wanita berparas cantik berkulit putih, sebab itulah ia sering dipanggil dengan “Humaira”. Selain cantik, ia juga dikenal sebagai seorang wanita cerdas yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mempersiapkannya untuk menjaid pendamping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengemban amanah risalah yang akan menjadi penyejuk mata dan pelipur lara bagi diri beliau.

Suatu hari Jibril memperlihatkan (kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) gambar Aisyah pada secarik kain sutra berwarna hijau sembari mengatakan,
“Ia adalah calon istrimu kelak, di dunia dan di akhirat.” (HR. At-Tirmidzi (3880), lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi (3041))

Selain menjadi seorang pendamping setiap yang selalu siap memberi dorongan dan motivasi kepada suami tercinta di tengah beratnya medan dakwah dan permusuhan dari kaumnya, Aisyah juga tampil menjadi seorang penuntut ilmu yang senantiasa belajar dalam madrasah nubuwwah di mana beliau menimba ilmu langsung dari sumbernya.

Beliau tercatat termasuk orang yang banyak meriwayatkan hadits dan memiliki keunggulan dalam berbagai cabang ilmu di antaranya ilmu fikih, kesehatan, dan syair Arab. Setidaknya sebanyak 1.210 hadits yang beliau riwayatkan telah disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim dan 174 hadits yang hanya diriwayatkan oleh Imam Bukhari serta 54 hadits yang hanya diriwayatkan oleh Imam Muslim. Sehingga pembesar para sahabat kibar tatkala mereka mendapatkan permasalahan mereka datang dan merujuk kepada Ibunda Aisyah.


Kedudukan Aisyah di Sisi Rasulullah

Suatu hari orang-orang Habasyah masuk masjid dan menunjukkan atraksi permainan di dalam masjid, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Aisyah, “Wahai Humaira, apakah engkau mau melihat mereka?” Aisyah menjawab, “Iya.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di depan pintu, lalu aku datang dan aku letakkan daguku pada pundak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku tempelkan wajahku pada pipi beliau.” Lalu ia mengatakan, “Di antara perkataan mereka tatkala itu adalah, ‘Abul Qasim adalah seorang yang baik’.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Apakah sudah cukup wahai Aisyah?” Ia menjawab: “Jangan terburu-buru wahai Rasulullah.”

Maka beliau pun tetap berdiri. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi lagi pertanyaannya, “Apakah sudah cukup wahai Aisyah?” Namun, Aisyah tetap menjawab, “Jangan terburu-buru wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Aisyah mengatakan, “Sebenarnya bukan karena aku senang melihat permainan mereka, tetapi aku hanya ingin memperlihatkan kepada para wanita bagaimana kedudukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadapku dan kedudukanku terhadapnya.” (HR. An-Nasa’i (5/307), lihat Ash Shahihah (3277))


Canda Nabi kepada Aisyah

Aisyah bercerita, “Suatu waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang untuk menemuiku sedang aku tengah bermain-main dengan gadis-gadis kecil.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadaku, “Apa ini wahai Aisyah.” Lalu aku katakan, “Itu adalah kuda Nabi Sulaiman yang memiliki sayap.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tertawa. (HR. Ibnu Sa’ad dalam Thabaqat (8/68), lihat Shahih Ibnu Hibban (13/174))

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlomba lari dengan Aisyah dan Aisyah menang. Aisyah bercerita, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlari dan mendahuluiku (namun aku mengejarnya) hingga aku mendahuluinya. Tetapi, tatkala badanku gemuk, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak lomba lari lagi namun beliau mendahului, kemudian beliau mengatakan, “Wahai Aisyah, ini adalah balasan atas kekalahanku yang dahulu’.” (HR. Thabrani dalam Mu’jamul Kabir 23/47), lihat Al-Misykah (2.238))


Keutamaan-keutamaan Aisyah

Banyak sekali keutamaan yang dimiliki oleh Ibunda Aisyah, sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan dalam sabdanya:

“Orang yang mulia dari kalangan laki-laki banyak, namun yang mulia dari kalangan wanita hanyalah Maryam binti Imron dan Asiyah istri Fir’aun, dan keutamaan Aisyah atas semua wanita sepeerti keutamaan tsarid atas segala makanan.” (HR. Bukhari (5/2067) dan Muslim (2431))


Beberapa kemuliaan itu di antaranya:

>> Pertama: Beliau adalah satu-satunya istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dinikahi tatkala gadis, berbeda dengan istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain karena mereka dinikahi tatkala janda.

Aisyah sendiri pernah mengatakan, “Aku telah diberi sembilan perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun setelah Maryam. Jibril telah menunjukkan gambarku tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diperintah untuk menikahiku, beliau menikahiku tatkala aku masih gadis dan tidaklah beliau menikahi seorang gadis kecuali diriku, beliau meninggal dunia sedang kepalanya berada dalam dekapanku serta beliau dikuburkan di rumahku, para malaikat menaungi rumahku, Al-Quran turun sedang aku dan beliau berada dalam satu selimut, aku adalah putri kekasih dan sahabat terdekatnya, pembelaan kesucianku turun dari atas langit, aku dilhairkan dari dua orang tua yang baik, aku dijanjikan dengna ampunan dan rezeki yang mulia.” (Lihat al-Hujjah Fi Bayan Mahajjah (2/398))


>> Kedua: Beliau adalah orang yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari kalangan wanita.

Suatu ketika Amr bin al-Ash bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah.” “Dari kalangan laki-laki?” tanya Amr. Beliau menjawab, “Bapaknya.” (HR. Bukhari (3662) dan Muslim (2384))

Maka pantaskah kita membenci apalagi mencela orang yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?!! Mencela Aisyah berarti mencela, menyakiti hati, dan mencoreng kehormatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Na’udzubillah.


>> Ketiga: Aisyah adalah wanita yang paling alim daripada wanita lainnya.

Berkata az-Zuhri, “Apabila ilmu Aisyah dikumpulkan dengna ilmu seluruh para wanita lain, maka ilmu Aisyah lebih utama.” (Lihat Al-Mustadrak Imam Hakim (4/11))

Berkata Atha’, “Aisyah adalah wanita yang paling faqih dan pendapat-pendapatnya adalah pendapat yang paling membawa kemaslahatan untuk umum.” (Lihat al-Mustadrok Imam Hakim (4/11))

Berkata Ibnu Abdil Barr, “Aisyah adalah satu-satunya wanita di zamannya yang memiliki kelebihan dalam tiga bidang ilmu: ilmu fiqih, ilmu kesehetan, dan ilmu syair.”


>> Keempat: Para pembesar sahabat apabila menjumpai ketidakpahaman dalam masalah agama, maka mereka datang kepada Aisyah dan menanyakannya hingga Aisyah menyebutkan jawabannya.

Berkata Abu Musa al-Asy’ari, “Tidaklah kami kebingungan tentang suatu hadits lalu kami bertanya kepada Aisyah, kecuali kami mendapatkan jawaban dari sisinya.” (Lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi (3044))


>> Kelima: Tatkala istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi pilihan untuk tetap bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengna kehidupan apa adanya, atau diceraikan dan akan mendapatkan dunia, maka Aisyah adalah orang pertama yang menyatakan tetap bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaimanapun kondisi beliau sehingga istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain mengikuti pilihan-pilihannya.


>> Keenam: Syari’at tayammum disyari’atkan karena sebab beliau, yaitu tatkala manusia mencarikan kalungnya yang hilang di suatu tempat hingga datang waktu Shalat namun mereka tidak menjumpai air hingga disyari’atkanlah tayammum.

Berkata Usaid bin Khudair, “Itu adalah awal keberkahan bagi kalian wahai keluarga Abu Bakr.” (HR. Bukhari (334))


>> Ketujuh: Aisyah adalah wanita yang dibela kesuciannya dari langit ketujuh.

Prahara tuduhan zina yang dilontarkan orang-orang munafik untuk menjatuhkan martabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat istri beliau telah tumbang dengan turunnya 16 ayat secara berurutan yang akan senantiasa dibaca hingga hari kiamat. Allah Subhanahu wa Ta’ala mempersaksikan kesucian Aisyah dan menjanjikannya dengan ampunan dan rezeki yang baik.

Namun, karena ketawadhu’annya (kerendahan hatinya), Aisyah mengatakan, “Sesungguhnya perkara yang menimpaku atas diriku itu lebih hina bila sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tetnangku melalui wahyu yang akan senantiasa dibaca.” (HR. Bukhari (4141))

Oleh karenanya, apabila Masruq meriwayatkan hadits dari Aisyah, beliau selalu mengatakan, “Telah bercerita kepadaku Shiddiqoh binti Shiddiq, wanita yang suci dan disucikan.”


>> Kedelapan: Barang siapa yang menuduh beliau telah berzina maka dia kafir, karena Al-Quran telah turun dan menyucikan dirinya, berbeda dengan istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain.

>> Kesembilan: Dengan sebab beliau Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan hukuman cambuk bagi orang yang menuduh wanita muhShanat (yang menjaga diri) berzina, tanpa bukti yang dibenarkan syari’at.

>> Kesepuluh: Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit, Beliau memilih tinggal di rumah Aisyah dan akhirnya Beliau pun meninggal dunia dalam dekapan Aisyah.

Berkata Abu Wafa’ Ibnu Aqil, “Lihatlah bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih untuk tinggal di rumah Aisyah tatkala sakit dan memilih bapaknya (Abu Bakr) untuk menggantikannya mengimami manusia, namun mengapa keutamaan agung semacam ini bisa terlupakan oleh hati orang-orang Rafidhah padahal hampir-hampir saja keutamaan ini tidak luput sampaipun oleh binatang, bagaimana dengan mereka…?

Aisyah meninggal dunia di Madinah malam selasa tanggal 17 Ramadhan 57 H, pada masa pemerintahan Muawiyah, di usianya yang ke 65 tahun, setelah berwasiat untuk dishalati oleh Abu Hurairah dan dikuburkan di pekuburan Baqi pada malam itu juga.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhai Ibunda Aisyah dan menempatkan beliau pada kedudukan yang tinggi di sisi Rabb-Nya. Dan segala keutamaannya menjadikan teladan bagi kita bersama. Aamiin.



Wallahu A’lam bishawab

Sumber: Majalah Al-Furqon, Oktober 2006

Semoga bermanfaat,

Jumat, 18 Mei 2012

::: KEWAJIBAN SEORANG SUAMI TERHADAP ISTRI ..





1. Memberikan mahar kepada isteri

“Berikanlah mahar kepada wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan”.(An-Nisa`:4)

“…berikanlah kepada isteri kalian maharnya dengan sempurna sebagai suatu kewajiban”.(An-Nisa`:24)

“Lihatlah apa yang boleh engkau jadikan mahar dalam pernikahanmu, walaupun hanya cincin dari besi”. (HR. Bukhari-Muslim)


2. Menjadi pelindung dan pemimpin bagi isteri

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (isteri), kerana Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dan hartanya”. (Q.S. An-Nisa:34)


3. Berlemah-lembut dalam memperlakukan, mendidik dan memimpin isteri

“Bergaullah kalian dengan para isteri secara patut. Apabila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah kerana mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”. (An-Nisa`: 19)

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, janganlah dia mengganggu tetangganya, dan perlakukanlah wanita dengan baik. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, dan sesungguhnya bahagian tulang rusuk yang paling bengkok adalah bahagian atasnya. Jika engkau bermaksud meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya dan jika engkau membiarkannya, maka ia akan tetap bengkok. Oleh kerana itu, perlakukanlah wanita dengan baik”. (HR. Al-Bukhari Muslim)


4. Memberikan nafkah kepada isteri

“Hendaklah orang yang diberi kelapangan memberikan nafkah sesuai dengan kelapangannya dan barangsiapa disempitkan rezekinya maka hendaklah ia memberi nafkah dari harta yang Allah berikan kepadanya”. (Ath-Thalaq: 7)

“Bertakwalah kepada Allah dalam perihal wanita. Karena sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan amanat Allah dan dihalalkan atas kalian kemaluan mereka dengan kalimat Alah. Maka hak mereka atas kalian adalah memberi nafkah dan pakaian kepada mereka dengan cara yang ma’ruf”. (HR. Muslim)

“Engkau beri makan isterimu apabila engkau makan, dan engkau beri pakaian bila engkau berpakaian. Janganlah engkau memukul wajahnya, jangan menjelekkannya, dan jangan memboikotnya (mendiamkannya) kecuali di dalam rumah”. (HR. Abu Dawud)

“Ketahuilah, kalian memiliki hak terhadap isteri-isteri kalian dan mereka pun memiliki hak terhadap kalian. Hak kalian terhadap mereka adalah mereka tidak boleh membiarkan seseorang yang tidak kalian sukai untuk menginjak permadani kalian dan mereka tidak boleh mengizinkan orang yang kalian benci untuk memasuki rumah kalian. Sedangkan hak mereka terhadap kalian adalah kalian berbuat baik terhadap mereka dalam hal pakaian dan makanan mereka”. (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

“Seseorang sudah cukup berdosa apabila menyia-nyiakan siapa yang wajib diberinya makan”. (HR. Muslim)


5. Tidak menyebarkan aib isterinya

“Manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah laki-laki yang ‘mendatangi’ isterinya, dan wanita itu pun ‘mendatangi’ suaminya, kemudian ia menyebarkan rahsia isterinya”. (HR. Muslim)


6. Berbuat baik (ma’ruf) dan sabar terhadap isteri

“Dan para isteri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban mereka menurut cara yang ma’ruf”. (Al-Baqarah: 228)

“Kaum mukmin yang paling sempurna keimanannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baiknya kalian ialah yang terbaik kepada isteri-isterinya”. (HR. At-Tirmidzi)

“Islam itu mempunyai tanda dan petunjuk jalan,” dan seterusnya…, di antaranya disebutkan, “Engkau memberi salam kepada keluargamu ketika menemui mereka dan engkau memberi salam kepada suatu kaum ketika melewati mereka. Siapa yang meninggalkan sesuatu dari hal itu, maka dia telah meninggalkan satu bahagian dari Islam. Dan siapa yang meninggalkan semuanya, maka ia telah berpaling dari Islam”. (HR. At-Tirmidzi)

“Barang siapa antara para suami- bersabar atas perilaku buruk dari isterinya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Ayyub a.s atas kesabarannya menanggung penderitaan. Dan barang siapa antara para isteri bersabar atas perilaku buruk suaminya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Asiyah, isteri fir’aun”. (HR. Nasa`i dan Ibnu Majah)


7. Membantu isteri untuk taat kepada Allah SWT, menjaganya dari api neraka, dan memberikan pengajaran agama

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu….” (At-Tahrim: 6)

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Penguasa yang memimpin atas manusia adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang mereka dan seorang pria adalah pemimpin atas keluarganya, dan ia akan ditanya tentang mereka”. (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Abu-Dawud, Ahmad)

“Semoga Allah merahmati seorang pria yang bangun malam untuk solat dan membangunkan isterinya untuk solat. Jika isterinya menolak, maka ia memercikkan air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun malam untuk mengerjakan solat dan membangunkan suaminya untuk solat. Jika suaminya menolak, maka ia memercikkan air ke wajahnya”. (HR. An-Nasa’i)


8. Suami berhak cemburu dan menjaganya

“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu dan putri-putrimu serta wanita-wanita kaum mukminin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka di atas tubuh mereka. Yang demikian itu lebih pantas bagi mereka untuk dikenali (sebagai wanita merdeka dan wanita baik-baik) hingga mereka tidak diganggu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Penyayang”. (Al-Ahzab: 59)

“Katakanlah kepada wanita-wanita mukminah: ‘Hendaklah mereka menundukkan sebahagian pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka…” (An-Nur: 31)

“… janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa tampak darinya (tidak mungkin ditutupi). Hendaklah pula mereka menutupkan kerudung mereka di atas leher-leher mereka dan jangan mereka tampakkan perhiasan mereka kecuali di hadapan suami-suami mereka, atau ayah-ayah mereka, atau ayah-ayah suami mereka (ayah mertua), atau di hadapan putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau di hadapan saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka (keponakan laki-laki), atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau di hadapan wanita-wanita mereka..” (An-Nur:31)

Dalam khutbah haji wada’ Rasulullah SAW berpesan kepada umatnya tentang banyak hal. Salah satunya adalah mengenai hidup berumah tangga. Rasulullah SAW berpesan:

“Ingatlah, berilah pesan yang baik terhadap isteri kalian. Sesungguhnya mereka memerlukan perlindunganmu. Sedikitpun kamu jangan berbuat kejam kepada mereka. Janganlah berbuat sesuatu yang melampaui batas kepada mereka, kecuali telah nyata bahawa mereka melakukan kejahatan. Jika memang mereka melakukan kejahatan, janganlah kamu menemui mereka di tempat tidur. Jika engkau telah memisahkan mereka dari tempat tidurmu, mereka masih tidak merasa bersalah, maka pukullah mereka dengan pukulan yang ringan yang tidak melukai. Apabila mereka taat, janganlah berlaku keras terhadap mereka”.

“Ingatlah, sesungguhnya isterimu mempunyai hak terhadap kalian para suami. Hak kalian terhadap isterinya adalah melarang mereka mengizinkan masuk seseorang yang tidak kamu sukai kedalam kamarmu dan tidak mengizinkan masuk orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumahmu. Hak mereka atas kamu adalah kamu pergauli mereka dengan cara yang baik, tidak memukul mukanya, tidak boleh menjelek-jelekkannya dan memenuhi segala keperluan mereka terutama makanan dan pakaian serta tidak boleh mendiamkannya kecuali di dalam rumah”. (HR Abu Daud dan At Tirmidzi)

Dalam kesempatan lain Rasulullah saw bersabda, “Ingatlah, orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik budi pekertinya. Orang yang paling baik budi pekertinya adalah yang paling baik perlakuannya terhadap isterinya” (HR At Tirmidzi)

“Janganlah seorang mukmin memarahi isterinya ataupun seorang wanita beriman. Jika tidak suka terhadap salah satu sifatnya, maka pasti ada sifat lainnya yang menyenangkan. Dunia ini adalah suatu kesenangan yang sementara, dan sebaik-baik kesenangan di dunia adalah wanita yang solehah” (HR Muslim)




Mutiara Hati

Jumat, 04 Mei 2012

::: NASIHAT PERKAWINAN UNTUK PUTRIKU ..



Seandainya ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa memanjangkan umurku dan memberikan kesempatan kepadaku untuk menyaksikan pernikahan putriku tercinta, kira-kira seperti inilah yang ingin aku (Al Ustadz Abu Khaulah Zainal Abidin, red) akan sampaikan :


Anak-anakku..,
Hari ini akan menjadi satu di antara hari-hari yang paling bersejarah di dalam kehidupan kalian berdua. Sebentar lagi kalian akan menjadi sepasang suami-isteri, yang darinya kelak akan lahir anak-anak yang sholeh dan sholehah, dan kalian akan menjadi seorang bapak dan seorang ibu, untuk kemudian menjadi seorang kakek dan seorang nenek, ……insya Allah.


Rentang perjalanan hidup manusia yang begitu panjang … sesungguhnya singkat saja. Begitu pula…liku-liku dan pernik-pernik kerumitan hidup sesungguhnya jugalah sederhana. Kita semua.. diciptakan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa tidak lain untuk beribadah kepada NYA.

Maka, jika kita semua berharap kelak dapat berjumpa dengan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa …dalam keadaan IA ridlo kepada kita, hendaklah kita jadikan segala tindakan kita semata-mata di dalam rangka mencari keridlo’an-NYA dan menyelaraskan diri kepada Sunnah Nabi-NYA Yang Mulia -Shallallahu alaihi wa sallam-
“Maka barangsiapa merindukan akan perjumpaannya dengan robb-nya, hendaknya ia beramal dengan amalan yang sholeh, serta tidak menyekutukan dengan sesuatu apapun di dalam peribadatahan kepada robb-nya.”


Menikah merupakan Sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, sebagaimana sabdanya:
“Menikah itu merupakan bagian dari Sunnahku. Maka barang siapa berpaling dari Sunnahku, ia bukanlah bagian dari umatku.”


Begitu pula pernikahan ini, ijab-qabulnya, adanya wali dan dua orang saksi, termasuk hadirnya kita semua memenuhi undangan ini…adalah ibadah, yang tidak luput dari keharusan untuk sesuai dengan syari’at ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa.


Oleh karena itu…,kepada calon suami anakku…
Saya ingatkan, bahwa wanita itu dinikahi karena empat alasan, sebagaimana sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam:
“Wanita dinikahi karena empat alasan. Hartanya, keturunannya, kecantikannya,atau agamanya. Pilihlah karena agamanya, niscaya selamatlah engkau.” (HR:Muslim)


Maka ambilah nanti putriku sebagai isteri sekaligus sebagai amanah yang kelak kamu dituntut bertanggung jawab atasnya. Dengannya dan bersamanya lah kamu beribadah kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa, di dalam suka…di dalam duka.
Gaulilah ia secara baik, sesuai dengan yang diharuskan menurut syari’at ALLAH.
Terimalah ia sepenuh hati, kelebihan dan kekurangannya, karena ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah memerintahkan demikian:
“Dan gaulilah isteri-isterimu dengan cara yang ma’ruf. Maka seandainya kalian membenci mereka, karena boleh jadi ada sesuatu yang kalian tidak sukai dari mereka, sedangkan ALLAH menjadikan padanya banyak kebaikan.” (An-Nisaa’:19)


Dan ingatlah pula wasiat Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:
“Pergaulilah isteri-isteri dengan baik. Karena sesungguhnya mereka itu mitra hidup kalian”


Dan perlakuanmu terhadap isterimu ini menjadi cermin kadar keimananmu, sebagaimana Sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-;
“Mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya”

“Dan kamu sebagai laki-laki adalah pemimpin di dalam rumah tangga”.

“Lelaki itu pemimpin bagi wanita disebabkan ALLAH telah melebihkan yang satu dari yang lainnya dan disebabkan para lelaki yang memberi nafkah dengan hartanya.” (An-Nisaa’: 34)


Maka agar kamu dapat memimpin rumah tanggamu, penuhilah syarat-syaratnya, berupa kemampuan untuk menafkahi, mengajari, dan mengayomi. Raihlah kewibawaan agar isterimu patuh di bawah pimpinanmu. Jadilah suami yang bertanggungjawab, arif dan lemah lembut , sehingga isterimu merasa hangat dan tentram di sisimu. Berusahalah sekuat tenaga menjadi teladan yang baik baginya, sehingga ia bangga bersuamikan kamu. Ya, inilah sa’atnya untuk membuktikan bahwa kamu laki-laki sejati, laki-laki yang bukan hanya lahirnya.


Kepada putriku…
Saya ingatkan kepadamu akan sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- :
“Jika datang kepadamu (-wahai para orang tua anak gadis-) seorang pemuda yang kau sukai akhlaq dan agamanya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dan menyebarnya kerusakan di muka bumi.” (HR: Ibnu Majah)


Dan semoga -tentunya- calon suamimu datang dan diterima karena agama dan akhlaqnya, bukan karena yang lain. Maka hendaknya kau luruskan pula niatmu. Sambutlah dia sebagai suami sekaligus pemimpinmu. Jadikanlah perkawinanmu ini sebagai wasilah ibadahmu kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa. Camkanlah sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:
“Seandainya aku boleh memerintahkan manusia untuk sujud kepada sesamanya, sungguh sudah aku perintahkan sang isteri sujud kepada suaminya (dikarenakan beratnya beban dan amanah yan dipikul oleh suami terhadap istrinya di dunia dan dihadapan Allah kelak) .”

Namun sebesar apa cinta kalian berdua, tetapkanlah Cinta kepada Allah adalah yang nomor satu dan paling utama ..


Wahai putriku…
Terima dan sambutlah suamimu ini dengan sepenuh cinta dan ketaatan.
Layani ia dengan kehangatanmu…
Manjakan ia dengan kelincahan dan kecerdasanmu…
Bantulah ia dengan kesabaran dan doamu…
Hiburlah ia dengan nasihat-nasihatmu…
Bangkitkan ia dengan keceriaan dan kelembutanmu…
Tutuplah kekurangannya dengan mulianya akhlaqmu…

Manakala telah kamu lakukan itu semua, tak ada gelar yang lebih tepat disandangkan padamu selain Al Mar’atush-Shalihah, yaitu sebaik-baik perhiasan dunia. Sebagaimana Sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:
“Dunia tak lain adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.”


Inilah satu kebahagiaan hakiki -bukan khayali- yang diidam-idamkan oleh setiap wanita beriman. Maka bersyukurlah, sekali lagi bersyukurlah kamu untuk semua itu, karena tidak semua wanita memperoleh kesempatan sedemikian berharga. Kesempatan menjadi seorang isteri, menjadi seorang ibu. Terlebih lagi, adanya kesempatan, diundang masuk ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki.

Yang demikian ini mungkin bagimu selagi kamu melaksanakan sholat wajib lima waktu -cukup yang lima waktu-, puasa -juga cukup yang wajib- di bulan Ramadhan, menjaga kemaluan -termasuk menutup aurat- , dan ta’at kepada suami. Cukup, cukup itu. Sebagaimana sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:
“Jika seorang isteri telah sholat yang lima, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan ta’at kepada suaminya. Dikatakan kapadanya: Silahkan masuk ke dalam Surga dari pintu mana saja yang engkau mau.”


Anak-anakku…,
Melalui rangkaian ayat-ayat suci Al Qur’an dan Hadits-Hadits Nabi Yang Mulia, kami semua yang hadir di sini mengantarkan kalian berdua memasuki gerbang kehidupan yang baru, bersiap-siap meninggalkan ruang tunggu, dan mengakhiri masa penantian kalian yang lama. Kami semua hanya dapat mengantar kalian hingga di dermaga. Untuk selanjutnya, bahtera rumah-tangga kalian akan mengarungi samudra kehidupan, yang tentunya tak sepi dari ombak, bahkan mungkin badai.


Karena itu, jangan tinggalkan jalan ketaqwaan. Karena hanya dengan ketaqwaan saja ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa akan mudahkan segala urusan kalian, mengeluarkan kalian dari kesulitan-kesulitan, bahkan mengaruniai kalian rizki.

“Dan barang siapa yang bertaqwa kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan berikan bagi nya jalan keluar dan mengaruniai rizki dari sisi yang tak terduga.”

“Dan barang siapa yang bertaqwa kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan mudahkan urusannya.”

Bersyukurlah kalian berdua akan ni’mat ini semua. ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah mengkaruniakan kalian separuh dari agama ini, ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa telah mengkaruniakan kalian kesempatan untuk menjalankan syari’at-NYA yang mulia, ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa juga telah mengkaruniakan kalian kesempatan untuk mencintai dan dicintai dengan jalan yang suci dan terhormat.


Ketahuilah, bahwa pernikahan ini menyebabkan kalian harus lebih berbagi. Orang tua kalian bertambah, saudara kalian bertambah, bahkan sahabat-sahabat kalian pun bertambah, yang kesemua itu tentu memperpanjang tali silaturahmi, memperlebar tempat berpijak, memperluas pandangan, dan memperjauh daya pendengaran. Bukan saja semakin banyak yang perlu kalian atur dan perhatikan, sebaliknya semakin banyak pula yang akan ikut mengatur dan memperhatikan kalian. Maka, barang siapa yang tidak kokoh sebagai pribadi dia akan semakin gamang menghadapi kehidupannya yang baru.


Ketahuilah, bahwa anak-anak yang sholeh dan sholehah yang kalian idam-idamkan itu sulit lahir dan tumbuh kecuali di dalam rumah tangga yang sakinah penuh cinta dan kasih sayang. Dan tentunya tak akan tercipta rumah-tangga yang sakinah, kecuali dibangun oleh suami yang sholeh dan isteri yang sholehah.


Akan tetapi, wahai anak-anakku, jangan takut menatap masa depan dan memikul tanggung jawab ini semua. Jangan bersedih dan berkecil hati jika kalian menganggap bekal yang kalian miliki sekarang ini masih sangat kurang. ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa berfirman:
(Artinya): “Dan janganlah berkecil hati juga jangan bersedih. Padahal kalian adalah orang-orang yang mulia seandainya sungguh-sungguh beriman.” (Ali Imran: 139)


Ya, selama masih ada iman di dalam dada segalanya akan menjadi mudah bagi kalian. Bukankah dengan pernikahan ini kalian bisa saling tolong-menolong di dalam kebajikan dan taqwa. Bukankah dengan pernikahan ini kalian bisa saling menutupi kelemahan dan kekurangan masing-masing. Bersungguh-sungguhlah untuk itu, untuk meraih segala kebaikan yang ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa sediakan melalui pernikahan ini. Jangan lupa untuk senantiasa memohon pertolongan kepada ALLAH. kemudian jangan merasa tak mampu atau pesimis. Jangan, jangan kalian awali kehidupan rumah tangga ini dengan perasaan lemah

“Bersungguh-sungguhlah kepada yang bermanfa’at bagimu, mohonlah pertolongan kepada ALLAH, dan jangan merasa lemah” (HR: Ibnu Majah)





Oleh: Al Ustadz Abu Khaulah Zainal Abidin

Sabtu, 07 April 2012

::: WANITA PENGHUNI NERAKA :::




Hindarilah sebab-sebab ini..semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan Wanita dari neraka. Amin.

1. Kufur Terhadap Suami dan Kebaikan-Kebaikannya

Yang harus dilakukan oleh seorang istri ialah bersyukur terhadap apa yang diberikan suaminya..
jangan mengkufuri kebaikan-kebaikan sang suami karena Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihat istri model begini..
Sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam....

“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.” ..
(HR. Nasa’i di dalam Al Kubra dari Abdullah bin ‘Amr. Lihat Al Insyirah fi Adabin Nikah halaman 76)




2. Durhaka Terhadap Suami..

Kedurhakaan yang dilakukan seorang istri terhadap suaminya pada umumnya berupa tiga bentuk kedurhakaan yang sering di jumpai pada kehidupan..

- Durhaka dengan ucapan...
- Durhaka dengan perbuatan...
- Durhaka dengan ucapan dan perbuatan...


Bentuk Kedurhakaan pertama..

Seorang istri yang biasanya berucap dan bersikap baik kepada suaminya serta segera memenuhi panggilannya...tiba-tiba berubah sikap dengan berbicara kasar dan tidak segera memenuhi panggilan suaminya...
Atau ia memenuhinya tetapi dengan wajah yang menunjukkan rasa tidak senang atau lambat mendatangi suaminya...
Kedurhakaan seperti ini sering dilakukan seorang istri ketika ia lupa atau memang sengaja melupakan ancaman-ancaman Allah terhadap sikap ini..

Yang Termasuk juga bentuk kedurhakaan ini ialah..

- Membicarakan perbuatan suami yang tidak ia sukai kepada teman-teman atau keluarganya tanpa sebab yang diperbolehkan syar’i...

- Menuduh suaminya dengan tuduhan-tuduhan dengan maksud untuk menjelekkannya dan merusak kehormatannya..hingga nama suaminya jelek di mata orang lain...

- Seorang istri meminta di thalaq atau di khulu’ (dicerai) tanpa sebab syar’i..Atau ia mengaku-aku telah dianiaya atau didhalimi suaminya atau yang semisal dengan itu..

Permintaan cerai biasanya diawali dengan pertengkaran antara suami dan istri.. karena ketidakpuasan sang istri terhadap kebaikan dan usaha sang suami...

Atau yang lebih menyedihkan lagi bila hal itu dilakukannya karena suaminya berusaha mengamalkan syari’at-syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sunnah-sunnah Rasul-Nya Shalallahu ‘alaihi wassalam...
Sungguh jelek apa yang dilakukan istri seperti ini terhadap suaminya...
Ingatlah sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam..

“Wanita mana saja yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab (yang syar’i) maka haram baginya wangi Surga.”..
(HR. Abu Daud dan At Tirmidzi serta selain keduanya. Lihat Al Insyirah fi Adabin Nikah halaman 85)..


Bentuk kedurhakaan kedua...

Yang dilakukan para istri terjadi dalam hal perbuatan yaitu..
Ketika seorang istri tidak mau melayani kebutuhan seksual suaminya..atau
Bermuka masam ketika melayaninya..atau
Menghindari suami ketika hendak disentuh dan dicium..atau
Menutup pintu ketika suami hendak mendatanginya dan yang semisal dengan itu.

Yang Termasuk juga dari bentuk kedurhakaan ini ialah..

Apabila seorang istri keluar rumah tanpa izin suaminya walaupun hanya untuk mengunjungi kedua orang tuanya...Yang demikian seakan-akan seorang istri lari dari rumah suaminya tanpa sebab syar’i...

Demikian pula jika sang istri enggan untuk bersafar (melakukan perjalanan) bersama suaminya..mengkhianati suami dan hartanya..membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya...
Berjalan di tempat umum dan pasar-pasar tanpa mahra...
Bersenda gurau atau berbicara lemah-lembut penuh mesra kepada lelaki yang bukan mahramnya dan yang semisal dengan itu...

Bentuk lain adalah..
- Apabila seorang istri tidak mau berdandan atau mempercantik diri untuk suaminya..padahal suaminya menginginkan hal itu..
- Melakukan puasa sunnah tanpa izin suaminya..
- Meninggalkan hak-hak Allah seperti shalat..mandi janaba atau puasa Ramadlan...

Maka setiap istri yang melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu adalah istri yang durhaka terhadap suami..dan bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala...


Jika kedua bentuk kedurhakaan ini dilakukan sekaligus oleh seorang istri..
Maka ia dikatakan sebagai istri yang durhaka dengan ucapan dan perbuatannya. (Dinukil dari kitab An Nusyuz karya Dr. Shaleh bin Ghanim As Sadlan halaman 23-25 dengan beberapa tambahan)


Sungguh merugi wanita yang melakukan kedurhakaan ini...
Mereka lebih memilih jalan ke neraka daripada jalan ke Surga..karena memang biasanya wanita yang melakukan kedurhakaan-kedurhakaan ini tergoda oleh angan-angan dan kesenangan dunia yang menipu...

Ketahuilah wahai saudariku Muslimah...
Jalan menuju Surga tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga nan indah..melainkan dipenuhi dengan rintangan-rintangan yang berat untuk dilalui oleh manusia kecuali orang-orang yang diberi ketegaran iman oleh Allah...
tapi ingatlah..di ujung jalan ini ada Surga yang Allah sediakan untuk hamba-hamba-Nya yang sabar menempuhnya...

Ketahuilah pula bahwa...
Jalan menuju neraka memang indah..penuh dengan syahwat dan kesenangan dunia yang setiap manusia tertarik untuk menjalaninya...
Tapi ingat dan sadarlah bahwa neraka menanti orang-orang yang menjalani jalan ini dan tidak mau berpaling darinya semasa ia hidup di dunia...

Hanya wanita yang bijaksanalah yang mau bertaubat kepada Allah dan meminta maaf kepada suaminya dari kedurhakaan-kedurhakaan yang pernah ia lakukan....
Ia akan kembali berusaha mencintai suaminya dan sabar dalam mentaati perintahnya...
Ia mengerti nasib di akhirat dan bukan kesengsaraan di dunia yang ia takuti dan tangisi...




3. Tabarruj

Yang dimaksud dengan tabarruj ialah seorang wanita yang menampakkan perhiasannya dan keindahan tubuhnya serta apa-apa yang seharusnya wajib untuk ditutupi dari hal-hal yang dapat menarik syahwat lelaki...
(Jilbab Al Mar’atil Muslimah halaman 120)

Mereka adalah wanita-wanita yang hobi menampakkan perhiasan mereka..
padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang hal ini dalam firman-Nya..
“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan-perhiasan mereka.” (An Nur : 31)

Imam Adz Dzahabi rahimahullah menyatakan di dalam kitab Al Kabair halaman 131

“Termasuk dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan mereka dilaknat ialah menampakkan hiasan emas dan permata yang ada di dalam niqab (tutup muka/kerudung) mereka.. memakai minyak wangi dengan misik dan yang semisalnya jika mereka keluar rumah .”

Dengan perbuatan seperti ini berarti mereka secara tidak langsung menyeret kaum pria ke dalam neraka..karena pada diri kaum wanita terdapat daya tarik syahwat yang sangat kuat yang dapat menggoyahkan keimanan yang kokoh sekalipun...


Sejarah sudah berbicara bahwa betapa banyak tokoh-tokoh legendaris dunia yang tidak beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala hancur karirnya hanya disebabkan bujuk rayu wanita...

Dan berapa banyak persaudaraan di antara kaum Mukminin terputus hanya dikarenakan wanita...

Berapa banyak seorang anak tega dan menelantarkan ibunya demi mencari cinta seorang wanita..dan..
Masih banyak lagi kasus lainnya yang dapat membuktikan bahwa wanita model mereka ini memang pantas untuk tidak mendapatkan wanginya Surga..

Hanya dengan ucapan dan rayuan seorang wanita mampu menjerumuskan kaum pria ke dalam lembah dosa dan hina...terlebih lagi jika mereka bersolek dan menampakkan di hadapan kaum pria...
Tidak mengherankan lagi jika di sana-sini terjadi pelecehan terhadap kaum wanita.. karena yang demikian adalah hasil perbuatan mereka sendiri...

Wahai saudariku Muslimah..
Hindarilah tabarruj dan berhiaslah dengan pakaian yang Islami..yang menyelamatkan kalian dari dosa di dunia ini dan adzab di akhirat kelak...

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman...
“Dan tinggallah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dengan tabarrujnya orang-orang jahiliyyah pertama dahulu.” (Al Ahzab : 33)

Masih banyak sebab-sebab lainnya yang mengantarkan wanita menjadi mayoritas penduduk neraka...
Tapi hanya mencukupkan tiga sebab ini saja..karena memang tiga model inilah yang sering didapati di dalam kehidupan masyarakat kita....

Saudariku Muslimah … .

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah menuntunkan satu amalan yang dapat menyelamatkan kaum wanita dari adzab neraka...
Ketika beliau selesai khutbah hari raya yang berisikan perintah untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan anjuran untuk mentaati-Nya...

Beliau pun bangkit mendatangi kaum wanita..beliau menasehati mereka dan mengingatkan mereka tentang akhirat kemudian beliau bersabda...

“Bershadaqahlah kalian..
 Karena kebanyakan kalian adalah kayu bakarnya Jahanam!”..
Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya..iapun bertanya...
“Mengapa demikian wahai Rasulullah?”..
Beliau menjawab..“Karena kalian banyak mengeluh dan kalian kufur terhadap suami!” (HR. Bukhari)

Bershadaqahlah..
Karena shadaqah adalah satu jalan untuk menyelamatkan kalian dari adzab neraka..
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita dari adzabnya...
Aamiiin.
 
Wallahu A’lam bish Shawwab...

Sabtu, 17 Maret 2012

::: LIHATLAH, DIALAH SUAMIMU ... (RENUNGAN UNTUK ISTRI YANG SHALIH) :::




WAHAI para ISTERI,

Pernahkah kau perhatikan lebih jauh tentang sosok perkasa yang ada dirumahmu, yang menjadi separuh nyawamu itu, dan yang menjadi teman seumur hidup bagimu untuk menghabiskan hari?


Lihatlah dia dalam tidurnya ...

Tidur nyenyaknya seakan menggambarkan betapa seharian ini beliau begitu lelah guna mencukupi nafkah untukmu. Dia menyingsingkan lengannya dan mengusap keringatnya, demi dirimu untuk sebuah tercukupi. Katup sayu matanya mungkin tengah menahan derasnya air mata dalam tidur, karena jebolnya bendungan hati yang kian tergerus setumpuk masalah hidup. Tapi semua masih tertahan, karena tidak akan tega membiarkan kau dan keluargamu terlunta.


Lihatlah kaki kuat itu ...

Allah yang menopang tubuh renta suamimu, yang menjadi penopang ketika harus menyusuri dunia untuk sebuah kebahagiaanmu, wahai wanita.
Bahkan seperti yang di sabdakan Nabi Muhammad salallahu alaihi wassalam, jikapun memang sesama manusia boleh bersujud, maka di kaki itu, kau harus meletakkan sujudmu dan memasrahkan tanganmu kepadanya.


Lihatlah gurat garis wajahnya ...

Kulitnya yang legam dan kasar itu menandakan beratnya perjuangannya. Seakan disana terukir sebuah perjuangan yang begitu melelahkan namun menenangkan seluruh anggota keluargamu. Dengan tanpa keluh walaupun sesekali bimbang dalam melintasi, namun tetep menyediakan pundak yang kuat, dan dada yang lapang demi kau bersandar. Lihatlah gurat wajah lelah itu, yang seakan semakin rapuh dari hari ke hari namun tetap teguh demi sebuah yang bernama tanggung jawab.


LIHATLAH PARA ISTERI YANG SHOLIHAH, DIALAH SUAMIMU ..

Lihatlah tangannya ...

Rasakan tangan berkulit kasar itu yang semakin hari semakin terasa kasar. Tangan itulah yang telah menyelamatkanmu menuju sebuah kehormatan dan menggandengmu pada sebuah perlindungan. Tangan inilah yang terkait dengan hati mereka dimana mereka seumur hidup menghabiskan hari harinya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


Lihatlah mata mereka ...

Pandangan teduh itulah yang mendamaikanmu. Mengajakmu dengan lindungan dalam kekuatan mereka. Berharap kedamaian menyelimutimu, menghapus sedihmu dan kembali membawa senyum untukmu, wahai para ISTERI.
Pandangan teduh itu yang mengoyak arogansi dan kekuatan mereka demi sebuah cinta yang tulus untuk keluarga . Pandangan teduh yang juga begitu lelah.

Wahai para ISTERI, betapa banyak SUAMI yang tidak dapat memejamkan mata mereka karena beratnya pikiran dan tanggung jawab mereka saat ini. Subhanallah, maka bahagiakan dan alihkan sedikit beban mereka dengan sebuah kesenangan dan kesyukuran karena kehadiranmu. Bahagiakan mereka dengan meminimalisir keluhanmu atas mereka, dan menghadirkan senyum hari- hari mereka.


Lihatlah ketulusan hati mereka ...

Seorang lelaki yang dengan penuh pengayoman tulus dan pengabdian penuh, telah menghabiskan jatah umur mereka demi memegang kendali kapal rumah tanggamu. Mereka tak mengharapkan balas kecuali kesetiaanmu. Mereka tak mengharapkan puji kecuali kepandaianmu menjaga anak- anak dan kehormatan diri serta keluarga. Mereka tak mengharapkan pamrih kecuali dengan kebahagiaan, karena terjaganya pendamping yang shalihah di disisinya ..


*************

Sungguh para wanita, ridho suamimu adalah kunci surga dunia bagi dirimu dan surga akherat untuk kau dan keluargamu. Maka hargailah ..

Maka rendahkan suaramu, walaupun mungkin dalam amarahnya yang sempat memuncak. Tak apalah jika mengalahmu bisa menjadi sedikit balasan bagi kelegaan hati mereka. Allah akan tersenyum kepadamu, Allah akan ridho kepadamu, surgapun akan merindukanmu atas semua kebesaran hati dan keluasan jiwamu. ...


Dan ... sudahkah hari ini kau memanjatkan doa untuk kemudahan jalannya , mengucapkan kata terimakasih untuknya, seraya mencium tangannya dengan penuh cinta ... , berjalan beriringan bersama menuju satu tujuan , Cinta Allah Azza Wa Jalla ...




Syahidah

voa-islam.com

Jumat, 24 Februari 2012

NASEHAT QUR'ANI TENTANG PERNIKAHAN (MUSLIM.COM)



Untuk mereka yang sudah memiliki arah..
Untuk mereka yang belum memiliki arah..
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah...nasehat ini untuk semuanya…….
Semua yang menginginkan kebaikan..
Bagi mereka yg mencari Mawaddah (kasih)..Sakinah (ketentraman) dan Rahmah (sayang) dalam Keluarga..


Saudaraku..
Nikah itu ibadah..Nikah itu suci..
Memang nikah itu bisa karena harta..bisa karena kecantikan..
bisa karena keturunan..dan bisa karena agama..
Namun jangan kau jadikan harta..ketutunan ataupun kecantikan sebagai alasan..
karena semua itu akan menyebabkan celaka..
Jadikanlah agama sebagai alasan..Engkau akan mendapatkan kebahagiaan..

Saudaraku..
Tidak dipungkiri bahwa terbentuknya keluarga karena cinta..
Namun..jika cinta kau jadikan sebagai landasan..maka keluargamu akan rapuh.. akan mudah hancur..
Jadikanlah ”Allah” sebagai landasan..Niscaya kau akan selamat..Tidak saja dunia..tapi juga akhirat..
Jadikanlah ridha Allah sebagai tujuan..Niscaya mawaddah..sakinah dan rahmah akan tercapai..

Saudaraku..
Jangan kau menginginkan menjadi raja dalam “istanamu”..
disambut istri ketika datang..dan dilayani segala kebutuhan…
Jika ini kau lakukan..”istanamu ” tidak akan langgeng..
Lihatlah manusia ter-agung Rasulullah Saw…tidak marah ketika harus tidur di depan pintu..beralaskan sorban..karena sang istri tercinta tidak mendengar kedatangannya..
Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji dihadapannya ketika lapar..Menjahit bajunya yang robek..

Saudaraku………
Jangan kau menginginkan menjadi ratu dalam “istanamu “..
Disayang..dimanja dan dilayani suami..Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu…
Jika itu engkau lakukan ”istanamu” akan menjadi neraka bagimu..

Saudaraku..
Jangan kau terlalu cinta kepada istrimu…Jangan kau terlalu menuruti istrimu..
Jika itu kau lakukan akan celaka..kau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih..tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah…..

Lihatlah bagaimana Allah menegur ”Nabi“-mu tatkala mengharamkan apa yang Allah halalkan..hanya karena menuruti kemauan sang istri..Tegaslah terhadap istrimu..
Dengan cintamu..ajaklah dia taat kepada Allah…Jangan biarkan dia dengan kehendaknya……..
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth..
Di bawah bimbingan manusia pilihan..justru mereka menjadi penentang..

Istrimu bisa menjadi musuhmu..Didiklah istrimu..
Jadikan dia sebagai Hajar..wanita utama yang loyal terhadap tugas suami..Ibrahim..
Jadikan dia sebagai Maryam..wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya..
Jadikan dia sebagai Khadijah..wanita utama yang bisa mendampingi sang suami
Rasulullah Saw menerima tugas risalah…..

Istrimu adalah tanggung jawabmu…
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah…Biarkan mereka menjadi wanita shalelah…Biarkan mereka menjadi Hajar atau Maryam..
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu…

Saudaraku..
Jika kau menjadi istri..
Jangan kau paksa suamimu menurutimu..Jangan kau paksa suamimu melanggar Allah..
siapkan dirimu untuk menjadi Hajar yang setia terhadap tugas suami…..
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam yang bisa menjaga kehormatannya….
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi..
Jangan kau usik suamimu dengan rengek'anmu…Jangan kau usik suamimu dengan tangismu…
Jika itu kau lakukan…..Kecintaannya terhadapmu akan memaksanya menjadi pendurhaka..

Saudaraku..
Jika engkau menjadi Bapak..jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim..

Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim..Jadilah bapak yang kasih seperti Rasulullah Saw..
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah…Ajaklah mereka taat kepada Allah..
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti..
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat..
Jangan kau jadikan mereka sebagai Kan’an yang durhaka..

Mohonlah kepada Allah..
Mintalah kepada Allah agar mereka menjadi anak yang shaleh..
Anak yang bisa membawa kebahagiaan..

Saudaraku..
Jika kau menjadi ibu.Jadilah kau ibu yang bijak..ibu yang teduh….
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu…
Jadikanlah mereka mujahid..Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah..

Jangan biarkan mereka bermanja-manja…
Jangan biarkan mereka bermalas-malas..
Siapkan mereka untuk menjadi hamba yang shaleh….
Hamba yang siap menegakkan Risalah Islam..


 


Aamiin..

Minggu, 22 Januari 2012

LAKI-LAKI YANG DITARIK WANITA KE NERAKA


 
Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yg akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita..
Lelaki itu adalah mereka yg tidak memberikan hak kpd wanita dan tidak menjaga amanah itu..Mereka adalah..:

 
1. Ayahnya ..

Jika seseorang yg bergelar ayah tidak mempedulikan anak anak perempuannya didunia...
Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajarkan shalat..mengaji dsb..
Dia membiarkan anak perempuannya tidak menutup aurat...Tidak cukup kalau dgn hanya memberi kemewahan dunia saja...
Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya. ..

Duhai lelaki yg bergelar ayah..
bagaimanakah keadaan anak perempuanmu sekarang..?...
Apakah kau mengajarnya shalat dan saum..?..menutup aurat..?.. pengetahuan agama..?.. J
ika tidak cukup salah satunya.. maka bersedialah utk menjadi bahan bakar neraka jahannam..

 
2. Suaminya..

Apabila sang suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya...
Bergaul bebas..berhias diri bukan utk suami..tapi utk pandangan kaum lelaki yg
bukan mahramnya..
jika suami mendiam diri walaupun seorang yg alim..dimana shalatnya tidak pernah tinggal.. saumnya tidak tinggal..maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dlm neraka..

Duhai lelaki yg bergelar suami..bagaimanakah keadaan istri tercintamu sekarang..?. Dimanakah dia..? Bagaimana akhlaknya..?
Jika tidak kau jaga mengikuti ketetapan syari'at..maka terimalah hakekat yg
kau akan sehidup semati bersamanya di 'taman' neraka sana

 
3. Abang-abangnya..

Apabila ayahnya sudah tiada..tanggungjawab menjaga maruah wanita jatuh pada abang-abangnya dan saudara lelakinya...
Jika mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adiknya dibiarkan dari
ajaran Islam..tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak...

Duhai lelaki yg mempunyai adik perempuan..
jgn hanya menjaga amalmu dan jgn ingat kau terlepas... kau juga akan pertanggungjawabkan diakhirat kelak...jika membiarkan adikmu bergelimang dgn maksiat... dan tidak menutup aurat...

 
4. Anak lelakinya..

Apabila seorang anak tidak menasehati seorang ibu perihal kelakuan yg haram disisi Islam..
bila ibu membuat kemungkaran..mengumpat..memfitnah..mengunjing dsb..
maka anak itu akan ditanya dan pertanggungjawabkan di akhirat kelak..dan nantikan tarikan ibunya ke neraka...

Duhai anak lelaki.. sayangilah ibumu..
nasihatilah dia jika bersalah atau terlupa..krn ibu juga insan biasa... tak lepas dr melakukan dosa...
selamatkanlah dia dr 'kayu api' neraka..jika tidak..kau juga akan ditarik menjadi penemannya..
............ ......... ......... ......... .........

betapa hebatnya tarikan wanita...
bukan saja di dunia..malah diakhirat pun tarikannya begitu hebat...
Maka kaum lelaki yg bergelar ayah/suami/abang atau anak harus memainkan peranan mereka...

Firman Allah swt..
"Hai anak Adam..peliharalah dirimu serta ahlimu dari api neraka..
dimana bahan bakarnya adalah manusia.. jin dan batu-batu... .
 
 

Jumat, 11 November 2011

Kuserahkan Putriku Padamu (Renungan untuk Para Suami)


Saat pertama kali putri kecil kami terlahir di dunia, dia menjadi simbol kebahagiaan bagi kami, orang tuanya. Bahagia yang tiada tara kami rasakan karenanya. Kami menjaganya siang dan malam, sampai kami melupakan keadaan diri sendiri. Kami sadar, memang seharusnyalah seperti itu kewajiban orang tua.

Kami besarkan dia dengan segenap jiwa dan raga. Kami didik dengan semaksimal ilmu yang kami punya. Dan kami jaga dia dengan penuh kehati-hatian.

Dan waktupun berlalu...

Dia kini telah menjadi sesosok gadis yang cantik. Betapa bangga kami memilikinya. Kami berpikir, betapa cepat waktu berlalu, dan terbersit dalam hati kami untuk tetap menahannnya disini. Bukan bermaksud meletakkan ego kami atas hidupnya, Namun sebagai orang tua, siapa yang dapat berpisah dari anaknya. Putri kesayangannnya.

Tapi,...

Hari ini, akhirnya datang juga. Saat dimana kami harus melihatnya terbalut dalam pakaian cantik, yaitu gaun pengantinnya. Gadis kecil kami telah tumbuh dewasa. Dan sesudah ijab kabul ini, kau lah kini yang menjadi penjaganya. Menggantikan kami. Mari ikatkan tanganmu kepadanya.

Waktu akhirnya memaksa kami berpisah dengannya. Walaupun kau adalah orang yang asing dan baru sebentar dikenalnya, sedangkan kami adalah orang tuanya yang telah mengorbankan semua yang kami punya untuknya. Namun, tak ada sama sekali kemarahan kami atas dirimu, menantuku. Namun ijinkan kami sedikit meluapkan kesedihan atas seorang putri kami yang harus jauh meninggalkan kami, karena harus mengikutimu. Kamipun tak akan protes kepadamu, karena mulai hari ini, dia harus mengutamakan kau diatas kami.

Tolong, jangan beratkan hatinya, karena sebenarnya pun hatinya telah berat untuk meninggalkan kami dan hanya mengabdi kepadamu. Seperti hal nya anak yang ingin berbakti kepada orang tua, pun demikian dengannya. Kami tidak keberatan apabila harus sendiri, tanpa ada gadis kecil kami dulu yang selalu menemani dan menolong kami dimasa tua.

Kami menikahkanmu dengan anak gadis kami dan memberikan kepadamu dengan cuma- cuma, kami hanya memohon untuk dia selalu kau jaga dan kau bahagiakan.

Jangan sakiti hatinya, karena hal itu berarti pula akan menyakiti kami. Dia kami besarkan dengan segenap jiwa raga, untuk menjadi penopang harapan kami dimasa depan, untuk mengangkat kehormatan dan derajat kami. Namun kini kami harus menitipkannya kepadamu. Kami tidaklah keberatan, karena berarti terjagalah kehormatan putri kami.

Jika kau tak berkenan atas kekurangannya, ingatkanlah dia dengan cara yang baik, mohon jangan sakiti dia, sekali lagi, jangan sakiti dia.

Suatu saat dia menangis karena merasa kasihan dengan kami yang mulai menua, namun harus sendiri berdua disini, tanpa ada kehadirannya lagi. Tahukah engkau wahai menantuku, bahwa kau pun memiliki orang tua, pun dengan istrimu ini. Disaat kau perintahkan dia untuk menemani orang tuamu disana, pernahkah kau berpikir betapa luasnya hati istrimu? Dia mengorbankan egonya sendiri untuk tetap berada disamping orang tuamu, menjaga dan merawat mereka, sedang kami tahu betapa sedih dia karena dengan itu berarti orang tuanya sendiri, harus sendiri. Sama sekali tiada keluh kesah darinya tentang semua itu, karena semua adalah untuk menepati kewajibannya kepada Allah.

Dia mementingkan dirimu dan hanya bisa mengirim doa kepada kami dari jauh. Jujur, sedih hati kami saat jauh darinya. Namun apalah daya kami, memang sudah masa seharusnya seperti itu, kau lebih berhak atasnya dari pada kami, orang tuanya sendiri.

Maka hargailah dia yang telah dengan rela mengabdi kepadamu. Maka hiburlah dia yang telah membuat keputusan yang sedemikian sulit. Maka sayangilah dia atas semua pengorbanannya yang hanya demi dirimu. Begitulah cantiknya putri kami, Semoga kau mengetahui betapa berharganya istrimu itu, jika kau menyadari.



Jumat, 08 Juli 2011

SEMPURNANYA SEORANG WANITA YANG MEMANCARKAN CAHAYA

Bismillaahir rohmanir rohiim
Assalamu’alaykum wr wb

Sahabat, seringkali ketika kita merenung tentang keindahan segala ciptaan Yang Maha Indah. Subhanallah. Tak terkatakan dengan bahasa yang seindah apapun ketika kita merenungkan ciptaan-ciptaan Allah SWT. Bersyukurlah kita sebagai wanita yang telah diciptakan Allah begitu sempurna dengan segala keindahannya. Wanita tidak sekedar ciptaan tetapi sebuah maha karya yang begitu mulia jika kita mau berpikir dan menjadikan diri kita benar-benar mulia. Kelembutannya, kebaikannya, ketulusannya, keikhlasannya, keteguhan hatinya, kebijakannya….. Allah telah meniupkan sifat-sifat yang mulia dalam diri wanita. Bagaimana tidak sang Adam tunduk kepada Hawa? Dan bagaiaman tidak seorang panglima perang yang bengis sekalipun dapat tunduk patuh dalam pesona dan kelemah lembutan seorang wanita.

Sahabat, kita bisa menjadi wanita yang berbahagia dalam menggapai surga di hati kita dan InsyaAllah mampu meraih surga’Nya. Menjadi wanita yang layak di cintai dan dimuliakan. Wanita yang akan dirindukan oleh sesamanya karena kedamaian yang diciptakannya. Benar sekali tidak ada yang sempurna di dalam hidup ini akan tetapi ada keimanan yang kuat bisa dijadikan modal abadi, yang tidak akan habis dimakan waktu dan tidak bisa luntur oleh kondisi apapun. Kemuliaan akhlaq akan menjadi mahkota baginya yang senantiasa diupayakan untuk memilikinya.

Bagaimana kita bisa menjadi cantik, bahagia dan memancarkan cahaya tentusaja diperlukan keteguhan, keyakinan dan implementasi total dengan tulus ikhlas hanya berharap ridho Allah SWT :


1. RENDAH HATI

Kerendahan hati mampu mengangkat derajat kita. Yang membedakan kemuliaan manusia dengan manusia lain di mata Allah adalah pada ketaqwaannya pada akhlaqnya. Wanita yang memegang teguh kecintaan pada Rabb akan selalu mengingat’Nya di setiap gerak langkahnya. Sehingga buah dari pikirannya, perkataannya dan perbuatannya menghasilkan kebaikan bagi diri, sesama dan lingkungannya. Cahaya Ilahi akan menerangi kegelapan hati jika kita senantiasa membersihkan jiwa. Dengan berendah hati pada makhluk ciptaan Allah SWT dan berendah diri serendah rendahnya kepada Allah SWT akan senantiasa mengingatkan kebesaran’Nya sehingga tidak aka nada kesombongan, ketamakan, keangkuhan dan segala yang negative akan selalu diganti dengan hal-hal yang positif.

Firman Allah:

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS AL Hujuurat : 13)


2. TENANG


Baik dan buruk hanya pada sudut pandang manusia. Banyak wanita yang berkeluh kesah karena wajahnya tidak cantik, badannya kurang indah, kehidupannya kurang beruntung dsb. Tidakkan kita pernah berpikir bahwa tidak ada ciptaannya yang sia-sia. Allah telah menganugrahkan segala bakat, potensi dan kelebihan pada setiap manusia. Manusia tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi satu ovum.. Sebuah fenomena yang tidak bisa kita ingkari bahwa sebenarnya kita telah sukses dari awal diciptakan oleh Allah SWT. Berprasangka baik kepada Allah terhadap segala hal. Bahkan kondisi yang terburuk sekalipun yakinlah bahwa Allah memiliki tujuan yang baik. Manusia wajib berikhtiar karena jika kita menginginkan akibat yang baik tentu saja kita harus membuat sebab yang baik pula. Sikap yang tenang akan melahirkan sikap yang baik pula. Seorang wanita yang bahagia akan selalu berwudhu, menunaikan sholat, membaca Al Qur’an agar dirinya selalu tenang.

Firman Allah:
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar Ra’d : 28)



3. BERWIBAWA DAN FEMININ


Wanita yang anggun, penuh pesona dengan pancaran keimanan dalam hatinya akan menarik begitu banyak keberkahan dalam kehidupannya. Perilakunya penuh cinta dalam pandangan matanya yang selalu terjaga. Bibir yang tersenyum manis dan kejujuranlah yang dikatakannya. Senantiasa menyambung silaturahmi dan memberi maaf pada orang lain yang menyakitinyta. Menghargai diri dan menghargai orang lain dengan berbusana muslimah. Harga diri seseorang dapat dilihat dari bagaimana dia berkata-kata yang baik dan santun, bagaimana dia berbusana dan bagaimana dia memuliakan sesama. Menegur dengan kelembutan, menyuruh dengan kelembutan, melarang dengan kelembutan dan menolak dengan kelembutan.

Firman Allah:

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS An Nur : 31)

Firman Allah:

“Ta'at dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka." (QS Muhammad : 21)


4. BERSIKAP MULIA

Wanita yang berbahagia akan selalu bersikap mulia dalam kondisi apapun, dimanapun dia berada dan dengan siapapun dia bergaul. Senantiasa menepati janji, dapat dipercaya, pemurah, sabar, terbuka dengan perubahan yang bersifat positif, memberikan inspirasi bagi keluarga dan lingkungan dimana dia berada dan istiqomah.
Wanita yang mulia lebih senang menyibukkan diri dengan aibnya sendiri, senatiasa memperbaiki kekurangannya dan memperbaikinya menjadi lebih baik sehingga menjadi benar dan baik mengikuti fitrah Allah SWT pada jalan yang lurus.

“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (QS Al Fatihah : 5-6)


5. BERPERILAKU MULIA

Wanita yang berperilaku mulia merupakan wujud kepatuhan terhadap Rabb’Nya. Ketaatan ibadah merupakan bukti syukur akan segala nikmat dan karunia’Nya. Kesetiaannya lahir dan batin pada pasangan jiwanya demi kecintaan’Nya pada Allah yang dicintainya. Menjaga kesehatan lahir batin. Mengkonsumsi makanan yang sehat, halal dan toyib, menjaga kebugaran dengan selalu berolah raga, senyum yang tulus, senantiasa berbuat kebaikan tak putus putus dapat memberikan kesehatan jasmani dan rohani. Allah menyukai keindahan dan keindahan yang harus ditampilkan seorang wanita yang mulia adalah keindahan yang terjaga dalam penampilan diri yang rapi, sehat, harum dan tujuan yang benar. Bukan pada apa yang dikenakan, bukan pada kemewahan yang ditampilkan justru pada kesederhanaan yang memancarkan nilai luhurnya. Kearifan budi dimana dapat meletakkan dirinya menjadi panutan bagi orang-orang disekitarnya. Mampu mewujudkan perbuatan-perbuatan yang mengajak pada kebaikan sesuai dengan tuntunan agama ikhlas semata-mata karena Allah SWT.

Firman Allah:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al’ Ashr 1-3)


6. BERPIKIR POSITIF


Optimis, bersyukur, berorientasi masa depan, mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, membaca buku, membaca Al Qur’an n Al Hadist dan menghadiri Majlis taklim. Senantiasa berusaha menjadi istri yang taat dan ibu yang bijak bagi buah hatinya.

Firman Allah:
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS Ibrahim:7)

Sahabat muslimahku, Rasulullah bersabda, "Dunia adalah perhiasan dn sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita sholeha.” (HR Muslim). Bukankan kita semua ingin menjadi bagian dari perhiasan yang indah tersebut. Menjadi kebanggan orang tua kita, suami kita, anak-anak kita, saudara kita dan juga sahabat kita. Memulai dari diri sendiri dan kita dapat memulainya dari yang terkecil. Jangan pernah menunda untuk berbuat kebaikan. Dalam ikhtiar yang tulus Allah akan bersama kita mewujudkan segala niat baik. Menjadi bidadari yang memberikan sinar cinta, mampu memberikan berkah pada sesama dalam hati yang bersih dan memancarkan cahaya Ilahi.
Amin ya Rabbal’alamiin.



⌣»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̥̈̊ SYAIR UNTUK SAHABAT MUSLIMAH ✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Duhai akhwat,
Tanamkan dihatimu bahwa kecantikan wajahmu bukan modal utama,
Beningkan hatimu,
Mahkota diri ada dlm akhlaq yang mulia,
Keimanan kepada Allah adalah cahaya hidup,
Senantiasa menghidupkan Allah dalam jiwa,
Membahana dalam sanubari,
Meluap dari setiap ucapan,
Tercermin dalam perilaku,
Itulah kecantikan sejati,
Subhanallah...


Barakallohu fikum
Waalaykumsalam wr wb





Ira Dyah Loka M : September 29, 2010