Kamis, 13 Desember 2012

:: SUBHANALLAH, EPILEPSI SEMBUH SETELAH MINUM AIR ZAM-ZAM, RAZU MASUK ISLAM



Bismillahirrahmanirrahim,

Setelah dua pekan berturut-turut meminum air zam-zam, seorang warga Sri Lanka yang tinggal di Arab Saudi sembuh dari penyakit epilepsi. Se
telah penyakitnya sembuh, perempuan yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga itu kemudian masuk Islam.

Kejadiannya bermula ketika majikannya membawa air zamzam dari Makkah. Sang majikan meminta Raju meminum air yang dipercaya berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit itu. Setelah dua pekan berturut-turut mengkonsumsi air zamzam, penyakit epilepsi yang diderita Raju sejak 15 tahun lalu hilang. Raju sembuh.

"Pembantu ini terus meminum air zamzam selama hampir dua pekan. Lalu, dokter menyatakan penyakit epilepsinya sembuh," tulis surat kabar Saudi, Sharq, baru-baru ini.

Sembuhnya epilepsi membuat Raju takjub dengan khasiat air zamzam sebagaimana yang dikabarkan dalam hadits Nabi. Ia pun kemudian mengikrarkan syahadat dan mengganti namanya dengan Farida.

Air zamzam diyakini oleh kaum muslimin memiliki khasiat sebagaimana niat orang yang meminumnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

"Air Zam-Zam sesuai dengan niat ketika meminumnya. Bila engkau meminumnya untuk obat, semoga Allah menyembuhkanmu. Bila engkau meminumnya untuk menghilangkan dahaga, semoga Allah menghilangkannya. Air Zam-Zam adalah galian Jibril, dan curahan minum dari Allah kepada Ismail." (Hadits hasan li ghairihi. Shahih Targhib wa Tarhib, al Albani)

Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar ..

Jumat, 16 November 2012

:: SUBHANALLAH, KISAH IBU DAN ANAK, SERTA RAHMAT ALLAH ATAS SHALAWAT NABI




Bismillahirrahmannirrahim,
Dikisahkan bahwasanya ada seorang wanita yang memiliki anak yang sangat jahat dan hari-harinya pun dilalui dengan lumuran dosa. Si ibu yang merupakan s
osok wanita shalihah yang menyadari anaknya seperti itu, tentu saja menyuruh si anak untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruknya dan kemudian berbuat kebajikan serta tidak berpindah lagi kepada kebiasaan buruknya tersebut.

Tetapi, anaknya tetap membandel, ia tidak mau berpindah dari kelakuan jahatnya yang telah dilakukannya selama ini. Perbuatan maksiat itu terus dilakukannya sampai ia menemui ajalnya. Maka bersedihlah sang ibu demi melihat anaknya yang mati tanpa tobat, dimana ia tidak melihat satu sisi pun dari kehidupan anaknya yang akan menyelamatkannya di hadapan Tuhan Penguasa Akhirat. Sang ibu tampaknya pasrah dengan nasib buruk yang akan dialami oleh sang anak di dalam kubur dan lebih-lebih di neraka.

Di suatu malam, ketika wanita itu tertidur, ia bermimpi tentang anaknya disiksa oleh malaikat penjaga kubur di dalam kuburnya. Akibatnya, semakin bertambah kedukaan sang ibu tersebut manakala bayangannya selama ini dilihatnya secara langsung sekali pun hanya dalam mimpi.

Tetapi benarkah sang anak disiksa? Ternyata, ketika sang ibu memimpikan lagi anaknya di lain kesempatan, ia melihat anaknya dalam rupa dan kondisi yang sebaliknya dalam mimpi sebelumnya. Ia melihat anaknya saat itu diperlakukan dengan perlakuan yang sangat elok, yang berada dalam keadaan suka dan bahagia. Sehingga, ibunya pun terheran-heran dan bertanya pada sang anak, “Apa gerangan yang membuatmu bisa diperlakukan seperti ini, padahal dulu semasa engkau hidup engkau penuh dengan lumuran dosa?”

Sang anak menjawab, “Wahai ibunda, di suatu ketika telah lewat di hadapanku sekelompok orang yang sedang mengusung jenazah yang hendak dikuburkan. Mayat itu kukenal, dan ia semasa hidupnya ternyata lebih jahat daripada diriku. Kemudian aku ikut mengiringi pemakamanny, dan disana aku sempat menyaksikan makam-makam lainnya. Ketika itulah aku berpikir bahwa laki-laki sial itu sudah pasti ditimpa oleh huru-hara akhirat akibat perbuatan maksiatnya.

Secara tidak sadar aku menangis dan membayangkan kalau diriku juga bakal ditimpa peristiwa yang mengerikan yang sama. Pada saat itulah aku menyesali segala kesalahan dan dosa yang telah kuperbuat, dan bertobat dengan sebenar-benarnya tobat di hadapan Ilahi.

Kemudian, aku membaca Al-quran dan shalawat Nabi SAW sebanyak sepuluh kali dan membacakan shalawat kesebelas kalinya dan pahalanya kuhadiahkan kepad ahli kubur yang naas tersebut, sehingga disitulah Allah SWT menunjukkan kemahapengampunanNya. Dia mengampuni dosa-dosaku.
Jadi apa yang telah engkau lihat wahai ibunda, itulah nikmat yang telah diberikan Allah SWT atasku. Ketahuilah ibunda, bahwa shalawat atas Nabi SAW itu menjadi cahaya di dalam kuburku, menghapuskan dosa-dosaku dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang hidup maupun yang sudah meninggal.”
  
Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaul batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’." (Az-Zumar: 53),
 
"Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya sendiri, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (An-Nisa': 110).

Dari Anas bin Malik Radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطَيَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat (memberikan rahmat) kepadanya 10 kali , dihapuskan darinya 10 kesalahan, dan ditinggikan baginya 10 derajat / tingkatan di surga kelak .” (HR. an-Nasa’i,)


Subhanallah , wallhamdulillah , walaa ilaahailallah,
Allahu Akbar , Laa haulaawalaa quwwata'ilaabilah
Allaahumma shalli ‘alaa (sayyidinaa) Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam …



Wallahu a'lam bishawab,

Barakallahufikum ..

:: KISAH SANG SUAMI



Bismillahirrahmannirrahim,

Pernikahan itu telah berjalan 4 tahun, namun pasangan tersebut belum dikaruniai seorang anak.

Tanpa sepengetahuan siapapun, pasangan itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melaksanakan pemeriksaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apapun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh da

lam arti tidak ada peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak. Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: "inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, lalu menyambungnya dengan ucapan: Alhamdulillah.

Lalu sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki. Sang suami berkata pada dokter, "Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti dokter jelaskan pada istri saya bahwa masalahnya ada pada saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa". Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran. Akan tetapi sang suami terus memaksa dokter, akhirnya sang dokter setuju.

Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersamaan sang istri ia memasuki ruang dokter lalu meminta sang dokter membuka amplop hasil lab, untuk membaca dan menelaahnya, dan kemudian ia berkata:

" ... Oooh, ternyata Bapak yang mandul, sementara istri Bapak tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagi Bapak untuk sembuh. Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, dan terlihat pada raut wajahnya, wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah.

Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para kerabat dan sanak saudara. Lima tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan pasangan itu tetap bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, dimana sang istri berkata pada suaminya, "Wahai Suamiku, saya telah bersabar selama 9 tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata: "betapa baik dan shalihahnya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama 9 tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan".

Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin engkau menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.

Sang suami kemudian berkata : " Sabar dik, ini adalah ujian dari Allah untuk kita, bersabarlah ..

Akhirnya sang istri berkata: " Baiklah, saya akan coba bersabar dan menahan kesabaranku satu tahun lagi . Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan sang istri mengalami gagal ginjal. Mendengar keterangan tersebut, jatuhlah psikologis sang istri, terpuruk dan menangis tiada henti.

Sang istri pun bed rest di rumah sakit. Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: "Maaf ya dik, saya ada panggilan tugas keluar negeri, dan harus segera berangkat. Saya berharap semoga engkau baik-baik saja". " Sang istri semakin sedih, dalam keadaan terpuruk seperti ini , ia harus berjuang menahan sakit sendiri tanpa suami di dekatnya.
"Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat". Kata sang suami.

Tak lama setelahnya , dikabarkan adanya donatur bagi sang istri dan akan segera dilakukan pembedahan.

Selang waktu kemudian, Alhamdulillah operasi berhasil dengan sangat baik. Setelah satu pekan berlalu , sang suami datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.

Dan subhanallah ... Setelah 9 bulan dari operasi itu, sang istri melahirkan anak. Maka bergembiralah pasangan tersebut, keluarga besar dan para tetangga. Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan study S2 dan S3-nya di sebuah fakultas Syari'ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah pengadilan di Jeddah. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari 'Ashim.

Pada suatu hari, sang suami ada panggilan tugas dinas jauh, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan. Dan tanpa sengaja, sang istri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya dan membacanya. Hampir saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya. Ia menangis meraung-raung dengan penyesalan yang mendalam. Ampuni aku ya Allah, ampuni aku wahai suamiku. Begitu mulia sekali hatimu, dan betapa malunya aku .. demikian jerit hati sang istri.

Setelah agak reda, ia menelpon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya, ia berkali-kali mengulang permohonan maaf kepada suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telpon istrinya dengan tangisan pula. Ya dik, … Ketahuilah bahwa sang donatur itu tidaklah orang lain melainkan Sang Suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk sang istri. Dan setelah peristiwa tersebut, selama 3 bulanan, sang istri tidak berani menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan, sang istri berbicara dengan menundukkan kepalanya, karena tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.

***

Sahabat, demikianlah sebuah kisah nyata yang semoga kita dapat mengambil hikmahnya. Bahwa menikah sesungguhnya bukanlah hanya sekedar melampiaskan nafsu yang sudah bergolak, menikah adalah BAI’AT kita kepada Allah SWT untuk membangun sebuah Komunitas Terkecil yang menegakkan Aturan Allah SWT,

Ketika Aturan Allah SWT itu kita tegakkan bersama pasangan hidup kita maka yang tejadi adalah Keindahan, Ketenteraman, Kedamaian, Kebahagiaan dan Ketenangan, dan inilah Modal untuk MEMACU meraih VISI Keummatan yang lebih besar yaitu Kaaffatan Linnas dan Rahmatan Lil’Alamin, menebar Kasih Sayang seluas-luasnya untuk member manfaat kepada seluruh ummat.

Allah subhana wa Ta a'la berfirman :
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (Q.S. Ar Ruum, 030:021)

"Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya."

(Q.S. Al A'raf, 007:189)

:: ENERGI MEMAAFKAN ..




Bismillahirrahmannirrahim,
"Dan hendaklah mereka suka memaafkan dan mengampuni. Apakah kalian tidak suka Allah mengampuni kalian? " (An Nuur: 22)

Dalam sebuah perkampungan Yahudi, Khaibar, Zainab binti al-Harits, isteri Salam bin Misykam, salah seorang pemimpin yahudi berhasil memperoleh hadiah karena dapat membubuhkan racun pada paha kambing yang disajikan kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang beliau makan bersama Bisyr bin Bara bin Marur. Bisyr sempat menelan daging beracun itu, tetapi Rasulullah صلى الله عليه وسلم baru sampai mengunyahnya, lalu dimuntahkannya kembali sambil berkata:

"Daging ini memberitakan kepadaku bahwa dia beracun."

Beberapa hari kemudian Bisyr meninggal dunia. Rasulullah صلى الله عليه وسلم memanggil wanita yahudi tersebut dan bertanya:

"Mengapa engkau sampai hati melakukan hal itu." Wanita itu menjawab: "Sungguh kaumku tidak ingin membunuhmu, sekiranya engkau seorang raja tentu akan mati karena racun itu dan kami akan merasa senang, tetapi jika engkau seorang nabi, tentu akan diberitahu oleh Allah bahwa daging itu mengandung racun, dan ternyata engkau memang seorang Nabi."

Kemudian Rasulullah memaafkan wanita itu.


Dalam perang Uhud Rasulullah mendapat luka pada muka dan patah beberapa buah giginya, salah seorang sahabatnya berkata: "Wahai Rasulullah kenapa anda tidak doakan agar mereka celaka." Rasulullah menjawab:

"Aku sekali kali tidak diutus untuk melaknat seseorang, tetapi aku diutus untuk mengajak kepada kebaikan dan sebagai rahmat."

Lalu beliau menengadahkan tangannya kepada Allah Yang Maha Mulia dan berdoa:

"Ya Allah ampunikah kaumku, karena mereka tidak mengetahui."


Memaafkan orang yang memusuhi dan menyakiti adalah hal berat bagi seseorang jika telah disakiti, apalagi saat ia dapat melakukan balas dendam atas perbuatan itu. Namun memaafkan adalah satu perbuatan yang sangat tinggi nilainya di sisi Allah, bahkan juga dapat meninggikan martabat seseorang di sisi Allah dan dalam pandangan masyarakat dan musuh sekalipun.

Diantara sebab pentingnya memaafkan antara lain:

1. Memberi maaf merupakan perintah Allah yang dijanjikan dengan pahala besar bagi mereka yang memaafkan, sebagaimana firman Allah:

"Ambillah jalan maaf, dan ajaklah dengan cara yang lemah lembut dan berpalinglah dari orang orang yang jahil."(Al A'raf: 199)

"... dan orang-orang yang dapat menahan meluapnya kemarahan dan yang suka memaafkan orang lain dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik." (Ali Imran: 134)

"Balasan perbuatan jahat adalah kejahatan yang seimbang dengannya. Barangsiapa yang memaafkan dan berlaku damai, pahalanya "ada di tangan Allah". (As Syuraa: 40)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

"Barangsiapa yang dapat menahan luapan amarahnya, sedang ia mampu melampiaskannya, niscaya Allah memanggilnya pada hari kiamat dihadapan semua makhluk dan mempersilahkannya untuk memilih bidadari yang ia kehendaki." (HR. Ahmad)

“Semua amal manusia diperlihatkan (kepada Allah) pada setiap jum’at (pekan) dua kali; hari senin dan hari kamis. Maka setiap hamba yang beriman diampuni (dosanya) kecuali hamba yang di antara dirinya dengan saudaranya ada permusuhan. Difirmankan kepada malaikat: ” Tinggalkanlah atau tangguhkanlah (pengampunan untuk) dua orang ini sehingga keduanya kembali berdamai”. (HR Muslim)


2. Memberi maaf akan mendapatkan banyak manfaat di dunia.

Selain mendapatkan ganjaran akherat sebagaimana dalam ayat-ayat Al Quran dan hadits di atas, memaafkan ternyata juga akan mendatangkan banyak manfaat di dunia.

Ketika seseorang memaafkan orang lain dan kemudian mengikhlaskannya, dengan segera ia merasa lebih ringan dan lebih bahagia. Ketika pemikiran-pemikiran yang mengandung kemarahan dan kekecewaan mulai menghilang, benak seseorang sesungguhnya dengan segera akan terisi dengan pemikiran-pemikiran yang POSITIF. Ia akan dapat memiliki lebih banyak lagi energi dan antusiasme, akan merasa lebih kuat dan lebih percaya diri.


3. Maaf adalah kata kunci untuk membuka pintu dendam dan belenggu kebencian. "Maaf mengandung sebuah kekuatan yang sanggup mematahkan rantai kepahitan dan keterikatan pada sifat mementingkan diri," demikianlah ungkapan manis yang keluar dari seorang yang bernama William Arthur Ward.

Kebencian kronis mempunyai efek melemahkan seseorang. Ini menimbulkan kemarahan, rasa bersalah, permusuhan, dan terluka dari waktu ke waktu. Emosi ini melepaskan hormon kortisol pada sistem tubuh. Di sisi lain, belajar untuk memaafkan memberikan banyak manfaat kesehatan, antara lain: meningkatkan respon imunitas, menurunkan tekanan darah, meningkatkan tidur, mengurangi kecemasan dan depresi, meningkatkan harga diri dan memberikan ketenangan pikiran.

Karena itu, mari jadikan diri kita pribadi yang mampu memaafkan kesalahan orang lain, bagaimana pun pedih dan sakitnya. Karena dengan demikian kita akan terbebas dari beban batin, akan menjadi orang yang bahagia, karena mampu menghindari keburukan, dengan tidak membalas suatu keburukan dengan keburukan. Energi kita tidak terkuras untuk hak-hal yang tak bermanfaat, dan silaturahim tetap terjaga.



Wallahu a'lam bishowab
Barakallahufikum ..
Abu Zaid

Kamis, 15 November 2012

:: NASEHAT ALI BIN ABI THALIB

 
 
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

❤ Nasihat Ali bin Abi Thalib ✿

♥Kalau rezeki dari Allah terlambat, maka beristigfarlah kepada Allah dan mohonlah semoga Allah melapangkan rezekiNya bagi kita. Sebab, kunci surga adalah sabar, kunci kemuliaan adalah rendah hati, dan kunci kebaikan (kehormatan) adalah taqwa. ♥•.

♥Jika memerlukan nikmat dunia, cukuplah islam sebagai nikmatmu. Jika memerl
ukan keasyikan, cukuplah taat pada Allah sebagai keasyikanmu. Dan jika memerlukan pengajaran, cukuplah maut itu sebagai pengajaran bagimu. ♥•.

.•° ♥Allah telah memberikan petunjuk kepadaku, sehingga aku bisa mengenali diriku sendiri dengan segala kelemahan dan kehinaanku. ♥•.

.•° ♥ Kalau engkau ingin menjadi raja, pakailah sifat qanaah. Kalau engkau ingin mendapat surga dunia sebelum surga akhirat, pakailah budi pekerti yang baik. Kedua sifat ini ialah kawan bahagia. ♥•.

.•♥Wahai Saudagar! Ambillah yang benar, niscaya kamu selamat. Janganlah kamu menolak keuntungan yang sedikit, karena kamu tidak memperoleh keuntungan banyak. ♥•.

♥ Apabila sempurna akal, kurangi perkataan♥

.•♥Lebih sedikit orang menggunakan akalnya, lebih banyak pula ia berkata-kata. ♥˜ •.

•° ♥Teman manusia sebenarnya adalah akal, dan musuh yang celaka ialah jahil. ♥•.

.•° ♥ Kebahagiaanku jika mati sebelum baligh, lalu aku dimasukkan kedalam surga, tidak sebahagia jika aku hidup sampai tua dalam keadaan mengenal Allah, yaitu yang paling bertaqwa, rajin mengerjakan ibadah serta menerima apa-apa yang telah diberikan Allah kepadaku. ♥˜•.

.•°♥Bahagialah orang yang dapat menjadi tuan untuk dirinya, menjadi kusir untuk nafsunya, dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya. ♥•.

♥Dada orang yang berakal itu ialah peti rahasianya. ♥

•° ♥Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar♥

Barakallahufikum ...

:: KEUTAMAAN SURAT AL IKHLAS




Dari Abi Sa'id Al Khudriy ra :
"Sungguh Seseorang mendengar sahabatnya membaca Qul Huwallahu Ahad (Surat Al Ikhlas), dan mengulang-ulangnya di malam hari, maka ketika pagi harinya ia datang kepada Nabi saw dan menceritakan itu, maka Rasulullah saw bersabda : "Demi Diriku yang berada dalam Genggaman Allah swt , sungguh Surat Al Ikhlas menyamai sepertiga Alqur'an." (ShahihBukhari)


Diriwayatkan pula dalam Shahih Al Bukhari bahwa Al Imam Masjid Quba' setelah membaca Al Fatihah selalu membaca surat Al Ikhlas kemudian dilanjutkan dengan surat yang lainnya, maka ia diprotes oleh makmumnya karena hal ini, maka sang imam berkata: "jika engkau masih menginginkan aku untuk menjadi imam, maka aku akan terus melakukan hal ini, jika tidak carilah imam yang lain", maka si makmum mengadukannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata: "wahai Rasulullah, tidak pernah engkau mengajarkan kepada kami untuk selalu membaca surat Al Ikhlas setelah Al Fatihah, namun imam itu melakukannya". Zaman sekarang hal seperti ini disebut sebagai bid'ah, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada sang imam: "Mengapa engkau melakukan hal itu wahai imam masjid Quba, padahal aku tidak pernah mengajarkannya?", maka sang imam menjawab dengan singkat : إِنِّيْ أُحِبُّهَا (sungguh aku mencintai surat Al Ikhlas), maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab : "cintamu pada surat Al Ikhlas membuatmu masuk kedalam surga Allah".

Karena mencintai kalimat هُوَ اللهُ أَحَدٌ, Dialah (Allah) Yang Maha Tunggal, maka jadikanlah Dia tunggal di dalam jiwa kita di saat kita berdzikir kepada Allah, di saat kita shalat, di saat kita berdoa dan bermunajat, hilangkan semua nama dari hati kita kecuali nama اللهُ أَحَدٌ هُوَ. Jadikan nama itu menguasai jiwa dan sanubari melebihi segalanya

Teringat kisah ketika sayyidina Bilal ketika disiksa ia mengelurkan rinduannya kepada sang Maha Tunggal dengan kalimat أَحَدٌ, أَحَدٌ . Diriwayatkan dalam riwayat yang tsiqah (kuat) bahwa sayyidina Bilal tidak merasakan sakit saat ia disiksa, bahkan ia dalam kesejukan tanpa merasakan kepedihan atas siksaan yang diperbuat oleh kuffar quraisy karena ia dalam kelezatan menyebut nama Allah subhnahu wata'ala.

Subhanallah ..

:: PERUMPAMAAN HATI …





Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah berkata, “Apabila badan sakit tidak bermanfaat lagi padanya makanan dan minuman. begitu juga apabila hati sakit karena syahwat, tidak bermanfaat lagi padanya nasehat-nasehat.

Barangsiapa yang menginginkan kebeningan hati, hendaklah ia mengedepankan Allah atas syahwatnya (nafsu ubud dunia).




Kemudahan dan kesenangan dunia..,akan menjauhkan diri dari pintu pintu kedekatan dengan ALLAH....,
ALLAH SWT sembunyikan pintu pintu Hidayah.., dibalik kehidupan yang Mujahadah

Hati yang terikat oleh syahwat akan ter-hijab dari Allah sesuai kadar keterikatannya dengan syahwatnya tersebut.

Hati itu ibarat bejana-bejana Allah di muka bumi, yang paling dicintai-Nya adalah yang paling lembut, paling tegar dan yang paling bening”. (Kitab Al-Fawaid)

 
 
KH. Abdullah Gymnastiar