Jumat, 05 Oktober 2012

:: KISAH PAK BEJO MENJEMPUT REZEKI



Setengah jam menjelang makan siang, dari kejauhan mata saya menangkap sosok tua dengan pikulan yang membebani pundaknya.
Dari bentuk yang dipikulnya, saya hapal betul apa yang dijajakannya, penganan langka

yang menjadi kegemaran saya di masa kecil.


Segera saya hampiri dan benarlah, yang dijajakannya adalah kue rangi, terbuat dari sagu dan kelapa yang setelah dimasak dibumbui gula merah yang dikentalkan. Nikmat, pasti. Satu yang paling khas dari penganan ini selain bentuknya yang kecil-kecil dan murah, kebanyakan penjualnya adalah mereka yang sudah berusia lanjut.


“Tiga puluh tahun lebih bapak jualan kue rangi,” akunya kepada saya yang tidak bisa menyembunyikan kegembiraan bisa menemukan jajanan masa kecil ini. Sebab, sudah sangat langka penjual kue rangi ini, kalau pun ada sangat sedikit yang masih menggunakan pikulan dan pemanggang dengan bara arang sebagai pemanasnya.


Tiga jam setengah berkeliling, akunya, baru saya lah yang menghentikannya untuk membeli kuenya. “Kenapa bapak tidak mangkal saja agar tidak terlalu lelah berkeliling,”
iba saya sambil menaksir usianya yang sudah di atas angka enam puluh.


“Saya nggak pernah tahu dimana Allah menurunkan rezeki untuk saya, jadi saya nggak bisa menunggu di satu tempat. Dan rezeki itu memang bukan ditunggu, tapi harus dijemput. Karena rezeki nggak ada yang nganterin,” jawabnya panjang.


Ini yang saya maksud dengan keuntungan dari obrolan-obrolan ringan yang bagi sebagian orang tidak menganggap penting berbicara dengan penjual kue murah seperti Pak Bejo ini.
Kadang dari mereka lah pelajaran-pelajaran penting bisa didapat.
Beruntung saya bisa berbincang dengannya dan karenanya ia mengeluarkan petuah yang saya tidak memintanya, tapi itu sungguh penuh makna.


“Setiap langkah kita dalam mencari rezeki ada yang menghitungnya, dan jika kita ikhlas dengan semua langkah yang kadang tak menghasilkan apapun itu, cuma ada dua kemungkinan. Kalau tidak Allah mempertemukan kita dengan rezeki di depan sana, biarkan ia menjadi tabungan amal kita nanti,”
lagi sebaris kalimat meluncur deras meski parau terdengar suaranya. “Tapi kan bapak kan sudah tua untuk terus menerus memikul dagangan ini?” pancing saya, agar keluar terus untaian hikmahnya.

Benarlah, ia memperlihatkan bekas hitam di pundaknya yang mengeras. “Pundak ini, juga tapak kaki yang pecah-pecah ini akan menjadi saksi di hari penghakiman kelak bahwa saya tak pernah menyerah menjemput rezeki.” Sudah semestinya isteri dan anak-anak yang dihidupinya dengan berjualan kue rangi berbangga memiliki lelaki penjemput rezeki seperti Pak Bejo. Tidak semua orang memiliki bekas dari sebuah pengorbanan menjalani kerasnya tantangan dalam menjemput rezeki. Tidak semua orang harus melalui jalan panjang, panas terik, deras hujan dan bahkan tajamnya kerikil untuk membuka harapan esok pagi.

Tidak semua orang harus teramat sering menggigit jari menghitung hasil yang kadang tak sebanding dengan deras peluh yang berkali-kali dibasuhnya sepanjang jalan. Dan Pak Bejo termasuk bagian dari yang tidak semua orang itu, yang Allah takkan salah menjumlah semua langkahnya, tak mungkin terlupa menampung setiap tetes peluhnya dan kemudian mengumpulkannya sebagai tabungan amal kebaikan.


" Sesungguhnya apa saja yang kamu nafkahkan (dengan bekerja) yang kamu niatkan untuk mencari keridhaan Allah, niscaya kamu akan diberi pahala sebagaimana apa yang kamu sediakan untuk makan anak/istri dan keluargamu " (HR Bukhari - Muslim)



Eddy Sugianto/ Sri Purna T.

:: TERBENAM DALAM KASIH ALLAH



Bismillahirrahmannirahim ..

Terpujilah Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih .. Terpujilah Dia yang menutup semua celah hidup manusia dengan Rahmat dan Kasih sayang Nya..

Bayangkanlah puluhan ribu lebah yang menyelimuti tubuh seor
ang pengumpul madu hingga tak ada bagian tubuhnya yang kelihatan lagi ..

Bayangkan seorang pencari mutiara yang menyelam ke lautan hingga seluruh tubuhnya terlingkup oleh lautan biru yang megah ..

Seperti itulah Allah subhana wa Ta'ala menyelimuti diri dan kehidupan hamba-hamba Nya dengan nikmat dan kasih sayang Nya ..

Nikmatnya sangatlah banyak seperti titik-titik kecil yang rapat, tak bercelah ,..

“ …Dia jadikan bumi terhampar.”

Bahwa dengan bumi yang terhampar, Allah mudahkan manusia berkelana di atas permukaannya dan bekerja mengais rezeki ..

“…Dia jadikan langit sebagai atap”.

Atap kubah raksasa yang dahsyat, yang luasnya sulit dibayangkan, mengandung bintang-bintang yang tak terhingga jumlahnya..


" Dan jika engkau menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya .. ( QS Ibrahim : 34)


Tak terhingganya kasih Allah bagi manusia sejatinya bukan hanya kasih itu tak bisa dihitung oleh siapapun melainkan juga tak akan mampu dibayar dengan rasa syukur paling dalam sekalipun ...

Manusia sendiri barangkali tak akan pernah bisa membayangkan seperti apa syukur yang tak berhingga itu , apalagi mempraktekkannya dalam amal keseharian ..

Hanya karena kasih sayang Nya , Allah subhana wa Ta'ala memberi keringanan bagi hamba-hamba Nya .. bertaubat di pagi dan petang .. serta senantiasa bertakwa dengan menurut kadar kesanggupannya ..


Rasulullah sendiri bersabda :
" Ya Allah , milik MU segala pujian yang tidak pernah mencukupi, tidak tersisa dan tidak pernah terabaikan.. Wahai Allah Tuhan kami ..


" Allah lah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menurunkan air hujan dari langit. Kemudian dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan sebagai rezeki bagimu. Dia telah menaklukkan bagimu bahtera supaya ia berlayar di samudera dengan perintah Nya. Dan Dia telah menundukkan bagimu sungai-sungai . dan Dia telah menundukkan bagimu matahari dan bulan terus menerus beredar. Dan Dia telah menaklukkan bagimu siang dan malam . Dan dia telah memberikan segala apa yang kamu mohonkan kepada Nya ..
Dan jika engkau menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya ... (QS Ibrahim : 32-34)


Terpujilah Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih .. Terpujilah Dia yang menutup semua celah hidup manusia dengan Rahmat dan Kasih sayang Nya..

Segala puji bagi Mu , Dzat Yang Maha Tinggi ..
Segala puji bagi Mu Wahai Pemilik Segala Kebesaran dan Kemuliaan ..

Ya Rabbi , kami tak mampu memuji untukMu ,
sebagaimana Engkau memuji atas Kebesaran Mu ...

Ya Allah, sampaikanlah selawat dan salam serta berkatilah
penghulu kami, Nabi SAW yang ummi, seluruh keluarga dan para sahabat- sahabat Baginda SAW yang baik lagi mulia ..

:: KISAH UMAT YANG SELAMAT DARI API NERAKA



Bismillahirrahmanirrahim,

" Ketika penduduk neraka berkumpul di dalam neraka dan orang-orang ahli kiblat (kaum muslimin yang dikehendaki Allah masuk neraka atas sebab dosa-dosanya), dalam suatu kese

mpatan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang Islam. " Bukankah kalian adalah orang-orang islam?"

Mereka menjawab , " Benar "

Orang kafir berkata : " Mengapa Islam kalian tidak dapat menolak api neraka yang membakar kalian, bahkan kalian telah benar-benar bersamaku di dalam neraka "

Orang-orang Islam tersebut menjawab : " Kami memiliki dosa, sebab itu kami disiksa karena dosa-dosa kami. "


Allah mendengar tentang itu , maka kemudian Rabb memerintahkan malaikat untuk mengeluarkan mereka yakni kaum muslimin. Akhirnya, kaum muslimun dikeluarkan dari api neraka.

Pada saat orang-orang kafir melihat iring-iringan kaum muslimin dikeluarkan dari neraka, mereka berkata : " Sungguh sengsara nasib kami, andaikata kami menjadi orang-orang Islam, tentulah kami akan dikeluarkan seperti mereka. "

Diriwayatka oleh Said bin Abu Bardah ra, Rasulullah SAW lalu membaca ayat : " Rubbama yawaddulladzina kafaru laukanu muslimun " (telah berkali-kali mereka orang-orang kafir mengharap-harap andaikata mereka menjadi orang Islam" )


" Apabila hari kiamat terjadi, maka malaikat Jibril berputar-putar selama 40.000 tahun, hingga akhirnya malaikat Jibril melihat suara umat Nabi Muhammad di dalam neraka sedang memohon
" Wahai Dzat Yang Maha Pengasih, Wahai Dzat Yang Maha Memiliki Keagungan dan Kemuliaan . "


Jibril kemudian mendatangi arsy dan bersujud di sisi Arsy sambil memohon :

" Ya Allah, saya mendengar suara laki-laki muslim yang berkata dari dalam neraka : Wahai Dzat Yang Maha Pengasih , Wahai Dzat Yang Maha Memberi Anugerah ...
Laki-laki itu memohon sejak 40.000 tahun yang lalu. Aku mengetahui bahwa laki-laki itu adalah umat Muhammad, sedangkan sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa aku dan Muhammad saling menyayangi dan aku senang berbuat kebaikan untuk Muhammad. Sesungguhnya ada umat Muhammad sedang berada di neraka, oleh karena itu sudilah Engkau memberikan syafaat kepadaku untuknya. "


Allah SWT berfirman : " Kuberikan syafaat kepadamu untuk lelaki itu dan Kuserahkan lelaki itu kepadamu. Maka pergilah Jibril menemui malaikat Malik.

" Sesungguhnya Allah telah memberikan si fulan kepadaku. Sebab itu keluarkanlah dia dari neraka. "

Malaikat Malik menyelam ke neraka dan mencari-cari laki-laki itu selama 1000 tahun, tetapi gagal menemukannya. AKhirnya , malaikat Malik keluar dan berkata : " Ya Jibril, sesungguhnya neraka jahanam telah mengeluarkan suara nyala api. Jahanam telah mendidih dan menjadikan besi seperti batu. Manusianya telah berubah menjadi besi, sebab itu aku tidak berhasil menemukannya. "


Malaikat Jibril pergi ke Arsy dan bersujud disamping Arsy :
" Ya Allah, Malaikat Malik tidak berhasil menemukan lelaki itu, dimanakah dia berada ? "

Allah SWT berfirman : " Ya Jibril, pergilah menemui malaikat Malik dan katakanlah kepadanya bahwa lelaki itu berada di suatu lembah di sebuah dasar dan berada di suatu sudut di dalam sebuah sumur. "

Kemudian Malaikat JIbril segera memberitahukan kepada malaikat Malik, dan akhirnya Malik menemukan lelaki itu berada di sana dalam keadaan terjungkal, benar-benar telah bergelantungan. Beberapa ekor ular dan kalajengking di tubuhnya, dia juga dalam keadaan terbelenggu dan dirantai.

Malaikat Malik segera mengambil jalan menuju laki-laki yang telah berubah menjadi arang tersebut. Malaikat Malik berusaha menggerak-gerakkan dan menarik-narik kearah dirinya . Tiba-tiba ular-ular dan kalajengking berjatuhan . Begitu sulitnya sampai kedua kalinya akhirnya sampailah ia pada lelaki itu.

" Wahai malaikat, apakah kedatangan tuan akan menambah siksaan kepadaku ataukah untuk menyelamatkanku ? "


Malaikat Malik berkata : Aku tidak tahu , malaikat Jibriil as telah menunggumu. "


Kemudian malaikat Malik menyerahkan kepada Jibril, lalu dibawa segera menghadap pangkal Arsy.

Allah SWT lalu berkata : " Wahai hamba Ku, apakah Kalam Ku tidak pernah sampai di hadapan kalian ? Apakah Aku tidak pernah mengutus seorang utusan kepada kalian ? Apakah Aku tidak pernah memerintahkan utusan kepada kalian untuk mengajak kepada kebaikan dan melarang kalian dari perbuatan mungkar ? "

Lelaki itu menjawab : " Benar ya Allah, sesungguhnya aku berbuat dzalim kepada diriku sendiri. Oleh karena itu, aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku wahai Tuhanku. Demi hak-hak Kalimat yang telah aku ucapkan selama 40 ribu tahun yang lalu didalam neraka yakni kalimat " YA HANAN , YA MANNAN ..
(Wahai Dzat Yang Maha Belas Kasihan, Wahai Dzat Yang Maha Memberi Anugerah ampunilah dosa-dosaku ). "

Allah SWT berfirman :
" Baiklah Aku akan memaafkan kesalahanmu. "

Malaikat Jibril kemudian membawa lelaki itu ke surga dan dimandikan dengan air kehidupan dengan air telaga Kautsar. Seketika itu tanda-tanda penduduk neraka sirna dari tubuhnya. Dan kemudian dimasukkan kedalam surga


Dalam suatu riwayat , berkaitan dengan hal ini, begitu takutnya al Imam Hasan al Basri tersungkur sujud dan langsung berdoa :
" Ya Allah , jadikanlah hamba golongan orang yang selamat dari siksa itu setelah 40.000 tahun jika memang hamba harus masuk ke dalamnya atas sebab dosa-dosa hamba . "


@@@@@@@@@@@

Ya Allah, Ya Hanan.. Yaa Mannan ..
Wahai Dzat Yang Maha Belas Kasihan, Wahai Dzat Yang Maha Memberi Anugerah ..
Ampunilah kami yang penuh Dosa ini....
Kami berlindung pada Rahmat Mu atas Kemurkaan Mu ..
Masukkanlah kami ke dalam golongan Mu yang selamat dan lindungilah kami dari dahsyatnya siksa nerakaMU .. Aamiin Allahu ya Karim ..




Wallahu a'lam bishawab

Dari Kitab Klasik Al Mawa izh al Usfuriyah
(Syeikh Muhammad bin Abu Bakr al Ushfuri)

:: KEUTAMAAN BERDZIKIR HAUQALAH



Bismillahirrahmannirahim

Hauqalah (Hawqalah) adalah ucapan
"La Haula Wala Quwwata Illa Billah’" (yang artinya adalah : Tiada daya dan kekuatan (untuk menolak sesuatu kemudaratan dan mendatangkan suatu yang ma

nfaat) selain Allah subhanahu wa ta’ala).

Ucapan itu dinamakan "Hauqalah". Apabila kita ditimpa sesuatu yang kita tidak sukai dan penyerahan diri kepada Allah, perbanyakkan menyebut "hauqalah".


Tentang keutamaan kalimat ini, banyak hadits diriwayatkan. Nabi saw yang mulia bersabda:

“Maukah aku tunjukkan kepadamu sebuah kalimat yang berasal dari bawah ‘Arsy dari pusaka surga? Katakanlah olehmu: لا حول ولا قوة إلا بالله ‘tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan kekuasaan Allah’, niscaya Allah akan mengatakan, ‘hambaKu telah menyerahkan dirinya dan meminta perlindungan.”
(HR Al-Hakim dari Abu Hurairah r.a)


“Tidak ada seorang pun diatas bumi ini yang mengatakan :لا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله ‘tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan kekuasaan Allah’ kecuali akan dihapuskan segala kesalahannya walaupun sebanyak buih di lautan.”
(HR Ahmad dan At-Tirmidzi dari Ibn ‘Umar r.a)


“Perbanyaklah al-baaqiyaat al-shaalihaat, yaitu tasbih, tahlil, tahmid, takbir, dan laa haula wa laa quwwata illa billah.”
(HR Ahmad, Ibn Hibban dan Al-Hakim dari Abu Sa’id r.a)


Begitu juga hadis daripada Abu Musa radhiallahu’anhu, beliau berkata:

‘Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda kepadaku: “Maukah aku tunjukkan salah satu perbendaharaan dari perbendaharaan syurga? Saya menjawab: “Mau ya Rasulullah". Kemudian Baginda bersabda: "La haula wala quwwata illa billah.”’



Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

“Siapa yang mengucapkan 'La Haula Wala Quwwata illa billahi,' maka ia akan menjadi obat kepada 99 penyakit. Yang paling ringan adalah kebimbangan”
(Hadis Riwayat Tabrani)


Imam a-Nawawi berkata:

“La haula wa la quwwata illa billah”, itulah kalimah yang digunakan untuk menyerah diri dan menyatakan bahwa kita tidak mempunyai hak untuk memiliki sesuatu urusan. Ia kalimah yang menyatakan bahawa seseorang hamba tiada mempunyai daya upaya untuk menolak sesuatu kejahatan (kemudaratan) dan tiada mempunyai daya kekuatan untuk mendatangkan kebaikan kepada dirinya melainkan dengan kudrat iradat Allah subhnahu wa ta’ala juga."


Orang mukmin yang senantiasa mengucapkan kalimah “La Haula wala Quwwata illa billah.” berulang-ulang kali , menyerahkan segenap hatinya .. , insya Allah jiwanya akan tenang , tenteram, dan segala urusan kembali kepada Allah Ta'ala



Wallahu a'lam bishawab

:: DOA MEMOHON HUJAN



Bismillahirrahmannirahim

DOA MINTA HUJAN 1

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Ya Allah, berilah kami hujan. Ya Allah, turunkan hujan pada kami. Ya Allah, anugerahkanlah hujan pada kami

(Al Bukhari dan Muslim (muttafaq 'alaih))


DOA MINTA HUJAN 2

اَللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِي بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

Ya Allah, berilah hujan kepada hamba-hambaMu, ternak-ternakMu, berilah rahmatMu dengan merata, dan suburkan tanahMu yang tandus

(Abu Dawud)


DOA MINTA HUJAN 3

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ اللَّهُمَّ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

Tidak ada Ilah kecuali Allah, Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Engkau adalah Allah, tiada Ilah kecuali Engkau Yang Maha kaya sementara kami yang membutuhkan. Maka turunkanlah hujan kepada kami dan jadikanlah apa yang telah Engkau turunkan sebagai kekuatan bagi kami dan sebagai bekal di hari yang di tetapkan

(Abu Dawud)


DOA KETIKA TURUN HUJAN

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Ya Allah, (jadikan hujan ini) hujan yang membawa manfaat..

(HR Bukhari)


Aamiin yaa Robbal alamin ...

:: KETIKA ALLAH MENCINTAI HAMBANYA



Bismillahirrahmannirahim,

Rasulullah saw bersabda:

“Allah subhana wa Ta'ala itu Maha Penyantun dan Maha Pemurah.. , Dia merasa malu pada hamba-Nya, jika hamba-Nya mengangkat kedua tangannya, memohon kepada-Nya, kemudian membiarkan kedua tangan hamba itu kosong (tidak dikabulkan).”

“Wahai saudaraku, berdirilah di hadapan Tuhan-mu seperti anak kecil di hadapan ibunya. Setiap kali ia dipukul oleh ibunya, ia malah bergerak ke arahnya dan setiap kali ia diusir ia malah mendekatinya. Keadaannya tetap seperti itu sampai sang ibu mendekapnya " ..

Jadilah kamu (dihadapan Allah) seperti anak kecil dihadapan orang tuanya yang apabila ia menginginkan sesuatu dari mereka akan tetapi mereka tidak mengabulkan keinginannya maka ia akan merengek dihadapan keduanya. Demikian pulalah sebaiknya keadaanmu dihadapan Allah, apabila kamu telah memohon sesuatu kepada-Nya dan Allah belum juga mengabulkan permohonanmu, maka bersimpuhlah dan menangislah dihadapan-Nya ...


“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang didalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilang dari kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? .” (QS. An Naml: 62)


“Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap diri-Ku.
Aku bersamanya ketika berdzikir(mengingat atau menyebut-Ku.
Jika dia berdzikir di dalam hatinya, maka Aku mengingatnya di dalam hati-Ku.
Jika dia mengingat-Ku dalam suatu jamaah, maka Aku akan mengingatnya didalam jamaah yang lebih baik dari jamaahnya(di dunia).
Jika dia mendekat pada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta.
Jika dia mendekat pada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya selengan.
Jika dia mendekat pada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendekatinya dengan berlari.”

Nabi saw bersabda:
“Sesungguhnya Jibril diberi tugas untuk mengurus segala keperluan anak Adam.
Jika seorang hamba yang kafir berdoa, Allah SWT berfirman kepada Jibril,
“Hai Jibril tunaikanlah keperluannya, Sesungguhnya Aku tidak suka mendengar permintaannya”.
Dan jika seorang hamba yang mukmin berdoa, Allah SWT berfirman kepada Jibril,
“Hai Jibril, jangan kau tunaikan dulu keperluannya, sebab Aku senang mendengar permohonannya”.” (HR. Ibnu An Najjar dari Jabir ra)


Allah subhana wa Ta'ala pun berfirman :

" Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu .. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.’” (QS. Al Mukmin: 60)

“ Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat...
Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku), agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah:186)

:: KISAH MENYENTUH SEPASANG SUAMI ISTRI , SALING MENCINTAI KARENA ALLAH




Seorang isteri menangis ketika memandikan jenazah suaminya .. sambil menangis isteri berkata,

" Inilah janji kami sebagai suami isteri ..

Jika abang pergi lebih dulu maka engkaulah yang memandikan jenazah abang, Andai engkau yang pergi dulu dari abang, abang yang akan memandikan jenazahmu ..."

Dari luar bilik mayat hospital, seorang ustadz masuk dan bertanya apakah istrinya mau memandikan jenazah suaminya .. ustadz tadi bersama beberapa orang menemani si isteri memandikan jenazah suaminya ..

Dengan tenang isteri membasuh muka suaminya sambil berdoa,
" Inilah wajah suami yang ku sayang tetapi Allah lebih sayang padamu ...
Wahai suamiku .. Semoga Allah ampunkan dosamu dan satukan kita di akhirat nanti .."


Saat membasuh tangan jenazah suaminya sambil berkata ..
"Tangan inilah yang mencari rezeki yang halal untuk kami, masuk ke mulut kami ... semoga Allah beri pahala untukmu wahai suami ku .."

Saat membasuh tubuh jenazah suaminya, iapun berkata...
" Tubuh inilah yang memberi pelukan kasih sayang padaku dan anak-anakku .., semoga Allah beri pahala berganda untukmu wahai suamiku ..."


Kemudian saat membasuh kaki jenazah suaminya, kembali ia berkata..
" Dengan kaki ini abang keluar mencari rezeki untuk kami, berjalan dan berdiri sepanjang hari semata-mata untuk mencari sesuap nasi, terima kasih suamiku ... semoga Allah memberimu kenikmatan hidup di akhirat dan pahala yang berlipat kali ganda .."

Selesai memandikan jenazah suaminya, si isteri mengecup sayu suaminya dan berkata ..

"Terima kasih suamiku .. karena aku bahagia sepanjang menjadi isterimu dan terlalu bahagia .. dan terima kasih karena meninggalkan aku bersama permata hatimu yang persis dirimu .. dan aku sebagai seorang istri ridha akan kepergianmu karena kasih sayang Allah kepadamu ..."


Subhanallah ..
Indahnya saling mencintai karena Allah ..

Semoga Allah merahmati pasangan suami-istri , dan seluruh keluarga yang saling menyayangi dan mencintai karena Allah Ta'ala .. Aamin Allahu yaa Karim ..