
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Abu Hurairah radiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Setiap amalan anak adam, pahalanya akan digandakan sepuluh kali ganda sehinggalah tujuh ratus kali ganda. Allah berkata: Kecuali puasa. Sesungguhnya ia milik Aku. Aku lah yang akan memberikan ganjaran pahalanya. Orang yang berpuasa itu telah meninggalkan nafsu syahwat dan makan minum karena Aku. Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan: Kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi daripada wangian kasturi. [Sahih Muslim, Kitab Puasa, Bab Fadhilat Puasa, hadis no:1952]
Kenapakah Allah membedakan antara puasa dan ibadah yang lain?
** Puasa itu Sabar
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. [az-Zumar 39:10]
sabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam.
Seorang lelaki daripada Bani Sulaim berkata: Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam mengira-ngira dengan tangannya; Tasbih (Subhanallah) itu separuh daripada timbangan mizan, Alhamdulillah pula memenuhi timbangan itu, Takbir (Allahuakbar) pula mengisi apa yang ada antara langit dan bumi. Puasa itu separuh daripada kesabaran. Bersuci itu separuh keimanan. [Sunan at-Tirmizi, Kitab ad-Daawat (Doa), hadis no: 3465, hadis hasan]
Al-Imam Ibn Rajab al-Hanbali menguraikan dalam Lathoif al-Maarif:
Amalan puasa terkecuali daripada amal-amal yang dilipat gandakan. Kesemua amalan yang lain digandakan pahalanya sepuluh kali ganda sehingga tujuh ratus kali ganda kecuali puasa. Sesungguhnya pahala puasa tidaklah dibataskan gandaan pahalanya, bahkan Allah akan menggandakan pahalanya dengan gandaan yang banyak tanpa ada batasan.
Kata Al-Imam Ibn Rajab lagi:
Sabar itu ada tiga jenis: (Pertama) Sabar dalam mentaati Allah. (Kedua) Sabar daripada melakukan perkara yang Allah haramkan. (Ketiga) Sabar atas segala musibah yang mendatang. Ketiga-tiga jenis sabar ini berkumpul dalam ibadah puasa. Dalam ibadah puasa terdapat kesabaran dalam mentaati Allah, sabar dalam menghadapi perkara yang Allah haramkan ke atas orang berpuasa daripada nafsu syahwatnya, dan bersabar atas apa yang akan menimpa seseorang yang berpuasa seperti kelaparan, dahaga, lemahnya tubuh badan. Semua penderitaan ini yang berpunca daripada ketaatan kepada Allah akan membuahkan pahala kepada pelakunya.
Gandaan pahala puasa tanpa batas di atas hakikatnya umum untuk semua jenis puasa tidak hanya dalam bulan Ramadhan atau pun luar Ramadhan.
Al-Imam Ibn Rajab menukilkan beberapa kalam ilmuan Islam dalam hal ini:
Abu Bakar bin Abi Maryam meriwayatkan daripada guru-gurunya bahwa mereka pernah berkata: Apabila masuknya bulan Ramadhan, bergembiralah dengan bersedekah. Sesungguhnya sedekah pada bulan Ramadhan itu digandakan pahalanya seperti pahala yang orang di jalan Allah. Tasbih dalam bulan Ramadhan lebih afdhal daripada seribu kali tasbih di tempat lain.
Imam an-Nakhai pula berkata: Puasa sehari di bulan Ramadhan lebih baik daripada puasa seribu hari. Bertasbih dalam bulan Ramadhan lebih baik sebanyak seribu kali bacaan tasbih. Satu rakaat solat dalam Ramadhan lebih baik daripada seribu rakaat di luar sana. Ibadah puasa itu sendiri secara zatnya menggandakan puasa pelakunya berbanding amal-amal yang lain. Berpuasa di bulan Ramadhan lebih afdhal daripada segala jenis puasa. Ini karena kemuliaan bulan Ramadhan dan kemuliaan puasa yang Allah wajibkan atas hamba-hambanya..
** Puasa Ibadah Rahasia Seorang Hamba dan Tuhan
Puasa itu adalah rahasia antara seorang hamba dengan tuhannya. Tiada seorang pun tahu yang dia berpuasa atau tidak karena ia bergantung kepada niat hatinya. Tiada yang mengetahui kecuali Allah. Seorang hamba itu (apabila berpuasa) dia meninggalkan kehendak nafsu syahwatnya yang mana kebiasaannya dia secara sembunyi-sembunyi melakukannya.
Sesungguhnya sesiapa yang meninggalkan kehendak nafsunya karena Allah, bukan karena yang lain. melainkan karena suruhan dan larangan Allah. Ia menunjukkan betapa murninya keimanan dia dan " Allah CINTA kepada hamba-hambaNya yang bergaul denganNya secara RAHASIA antara mereka dan Allah.
Orang yang mencintai Allah suka agar hubungan cintanya berlaku secara rahasia antara mereka dengan yang mana tiada seorang pun yang mengetahui tentang hubungan mereka. Sehingga sebahagian mereka suka jika ibadah mereka tidak diketahui oleh malaikat yang mencatat amalnya..
** Pahala Puasa Tidak Terhapus Sebagai Kafarah Dosa
Al-Imam Ibn Rajab berkata:
Pengecualian puasa daripada ibadah-ibadah lain adalah berbalik kepada persoalan kafarah kepada dosa-dosa yang dilakukan.
Imam al-Baihaqi dalam al-Sunan al-Kubra menjelaskan ulasan Al-Imam Sufyan bin Uyainah kepada hadis di atas:
Seorang lelaki telah bertanya kepada al-Imam Sufyan bin ‘Uyainah:
Wahai Abu Muhammad! Terangkan kepada aku tentang hadis nabi sallallahu ‘alaihi wasallam daripada Allah: Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Sesungguhnya ia milik aku dan akulah yang akan membalasnya.
Al-Imam Ibn ‘Uyainah menjawab: Ini merupakan hadis yang paling pemurah isi kandungannya. Apabila berlakunya hari kiamat, Allah akan menghisab amalan hambanya. Kezaliman akan dihukum dengan semua amalan pelakunya dijadikan kafarah kepada dosa kezaliman tersebut tanpa tinggal sedikit pun kecuali puasa. Lalu Allah menjadikan pahala puasa untuk memperbaiki kezaliman tersebut. Lalu pelaku kezaliman itu dimasukkan ke dalam syurga karena pahala puasa tadi.
Imam Ibn Rajab lalu menyimpulkan:
Sesungguhnya puasa adalah milik Allah. Dan pahala puasa itu akan kekal bersama pemiliknya..Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar ..
Wallahu a'lam bishawab
Semoga Allah senantiasa membimbing kita , menerima amal ibadah kita dan menyampaikan kita pada ampunan, rahmat dan kasih sayang serta Cinta Nya. اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْــ
Sumber:
Lathoif al-Maarif oleh Al-Imam Ibn Rajab al-Hanbali (Maktabah Syamilah)
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يَوْمَ لَا يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَٱغْفِرْ لَنَآ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
"Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah dosa-dosa kami. Sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Al-Tahrîm: 8).
Keterangan : Kelak pada hari pertanggungjawaban , ketika berjalan di titian, setiap muslim akan berjalan sesuai dengan cahaya nya masing-masing (keimanan masing-masing), ada yang terang dan mudah, ada yang tertatih jatuh kemudian bangun (ini adalah gol munafik) yang tertinggal dan ada yang tak mampu menyelamatkan diri. (lihat artikel Kehidupan Setelah Kematian)
Dalam Al Quran Allah Ta'ala berfirman : " Pada hari engkau melihat orang-orang mukmin laki laki dan perempuan cahaya mereka bersinar dihadapan mereka dan dikanan mereka (dikatakan kepada mereka ) kabar gembira bagimu hari ini surga yang mengalir dibawahnya sungai sungai, kekal didalamnya. Demikianlah kemenangan yang besar"
"Pada hari orang orang munafik laki laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman "tunggulah kami supaya kami dapat mengambil cahayamu" . Dikatakan.kepada mereka "kembalilah kamu ke belakang, maka carilah olehmu cahaya itu". .Maka dijadikanlah diantara mereka dinding yang mempunyai pintu. Disebelah dalamnya ada rahmat dan diluarnya terdapat azab".
"Mereka orang orang munafik menyeru kepada orang orang mukmin "bukankah kami dahulu bersama-sama denganmu? " Orang orang mukmin berkata : Benar. Tetapi engkau mencelakakan dirimu dan menunggu nunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan angan (dunia) sehingga datang ketetapan Allah dan kamu ditipu oleh penipu terhadap Allah
Maka pada hari ini tiada diterima tebusan dari kamu dan tiada pula dari orang orang kafir. Tempat kamu adalah dineraka. Ia adalah tempat berlindungmu dan itulah seburuk buruk tempat kembali". (QS Al Hadiid : 12-15)
Wallahu a'lam bishawab
****************
Ya Allah, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah dosa-dosa kami. Selamatkan kami dan sampaikanlah kami pada rahmat dan surga Mu, Sungguh Engkau Maha berkuasa atas segala sesuatu wahai Dzat yang Maha Pengasih. Aamiin ya Robbal alamin.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
أَفَمَن شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَى نُورٍ مِّن رَّبِّهِ فَوَيْلٌ لِّلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكْرِ اللَّهِ أُوْلَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
“Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berdzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (Az-Zumar: 22)
Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. An-Naar (neraka) adalah diciptakan untuk melunakkan qalbu yang keras. Qalbu yang paling jauh dari Allah adalah qalbu yang keras, dan jika qalbu sudah keras mata pun terasa gersang. Qalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: makan, tidur, bicara, dan pergaulan.
Sebagaimana jasmani jika dalam keadaan sakit tidak akan bermanfaat baginya makanan dan minuman, demikian pula qalbu jika terjangkiti penyakit-penyakit hawa nafsu dan keinginan-keinginan jiwa, maka tidak akan mempan padanya nasehat.
Barangsiapa hendak mensucikan qalbunya maka ia harus mengutamakan Allah dibanding keinginan dan nafsu jiwanya.
Karena qalbu yang tergantung dengan hawa nafsu akan tertutup dari Allah subhanahu wa ta’ala, sekadar tergantungnya jiwa dengan hawa nafsunya.
Banyak orang menyibukkan qalbu dengan gemerlapnya dunia. Seandainya mereka sibukkan dengan mengingat Allah subhanahu wa ta’ala dan negeri akhirat tentu qalbunya akan berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya yang nampak ini, dan ia pun akan menuai hikmah-hikmah yang langka dan faedah-faedah yang indah. Jika qalbu disuapi dengan berdzikir dan disirami dengan berfikir serta dibersihkan dari kerusakan, ia pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah.
Tidak setiap orang yang berhias dengan ilmu dan hikmah serta memeganginya akan masuk dalam golongannya. Kecuali jika mereka menghidupkan qalbu dan mematikan hawa nafsunya.
Adapun mereka yang membunuh qalbunya dengan menghidupkan hawa nafsunya, maka tak akan muncul hikmah dari lisannya.
Rapuhnya qalbu adalah karena lalai dan merasa aman, sedang makmurnya qalbu karena takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan dzikir. Maka jika sebuah qalbu merasa zuhud dari hidangan-hidangan dunia, dia akan duduk menghadap hidangan-hidangan akhirat. Sebaliknya jika ia ridha dengan hidangan-hidangan dunia, ia akan terlewatkan dari hidangan akhirat.
Kerinduan bertemu Allah subhanahu wa ta’ala adalah angin semilir yang menerpa qalbu, membuatnya sejuk dengan menjauhi gemerlapnya dunia. Siapapun yang menempatkan qalbunya disisi Rabb-nya, ia akan merasa tenang dan tentram. Dan siapapun yang melepaskan qalbunya di antara manusia, ia akan semakin gundah gulana.
Ingatlah! Kecintaan terhadap Allah tidaklah akan masuk ke dalam qalbu yang mencintai dunia kecuali seperti masuknya unta ke lubang jarum (sesuatu yang sangat mustahil).
Jika Allah subhanahu wa ta’ala cinta kepada seorang hamba, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan memilih dia untuk diri-Nya sebagai tempat pemberian nikmat-nikmat-Nya, dan Ia akan memilihnya di antara hamba-hamba-Nya, sehingga hamba itu pun akan menyibukkan harapannya hanya kepada Allah. Lisannya senantiasa basah dengan berdzikir kepada-Nya, anggota badannya selalu dipakai untuk berkhidmat kepada-Nya.
Qalbu bisa sakit sebagaimana sakitnya jasmani, dan kesembuhannya adalah dengan bertaubat. Qalbu pun bisa berkarat sebagaimana cermin, dan cemerlangnya adalah dengan berdzikir. Qalbu bisa pula telanjang sebagaimana badan, dan pakaian keindahannya adalah taqwa. Qalbu pun bisa lapar dan dahaga sebagaimana badan, maka makanan dan minumannya adalah mengenal Allah subhanahu wa ta’ala, cinta, tawakkal, bertaubat dan berkhidmat untuk-Nya.
(Diterjemahkan dan diringkas dari kitab Al-Fawaid karya Ibnul Qayyim rahimahullah hal 111-112)Wallahu a'lam bishawabBarakallahufikum

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Diantara persiapan menyambut Ramadhan adalah :
1. Memperbanyak do'a agar Allah mengaruniakan umur kepada kita sehingga kita dapat bertemu dengan Ramadhan yang akan tiba beberapa hari lagi
2. Bertaubat kepada Allah, dengan bertaubat maka diharapkan akan berguguran dosa-dosa kita di masa lalu dan Allah akan mudahkan kita dalam beramal di bulan penuh rahmat ini
3. Mencari ilmu tentang Ramadhan dan segala amalan sholih yang dapat dilakukan dan mendatangkan pahala yang besar selama bulan Ramadhan
4. Memperbanyak ibadah sebagai sarana 'pemanasan' menghadapi Ramadhan agar di bulan Ramadhan tubuh kita terbiasa dengan amalan yang banyak
5. Membuat agenda amal sholeh dan memasang target amalan yang akan dilakukan selama bulan Ramadhan.
Contoh: target dapat membaca Al Qur'an dengan lancar, menghafal surat-surat pendek dari juz 'amma, banyak bersedekah kepada faqir miskin sebanyak jumlah tertentu setiap harinya dll
6. Menyambut Ramadhan dengan gembira dan disunnahkan untuk saling mengucapkan selamat menjalani Ramadhan dan menyampaikan berita gembira akan datangnya Ramadhan kepada sesama muslim
7. Berdoa agar diberi semangat/gairah yang tinggi, kemampuan , kesehatan dan kelapangan oleh Allah dalam memaksimalkan diri menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Karena Allah jualah yang memberikan kemampuan serta pertolongan kepada hamba-hamba Nya yang ingin mendekat kepada Nya.
8. Membersihkan hati.
9. Menanamkan perasaan pada diri: bisa jadi ini adalah Ramadhan saya yan terakhir, sehingga kita akan berusaha semaksimal mungkin dalam menjalani setiap amal sholih didalamnya
Ataakum Ramadhan, syahrul Mubarok
(telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan)
والله أعلم بالصواب
Semoga bermanfaat , dan Allah Ta'ala menyampaikan kita pada rahmat serta Karunia Nya. Aamiin .
Ust. Muhammad Nuzul Dzikri

Bismillāhir-rahmānir-rahīm.
Ássalamu álaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Puasa diwajibkan atas umatNya sebagai amalan Taqwa. FirmanNya;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah 183)
Dalam Hadits Qudsiy berikut ini:“Semua amal anak Adam untuknya selain puasa, puasa itu untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya.”Hadits ini menunjukkan keutamaan puasa di banding amalan yang lain dan besarnya pahala yang akan Allah berikan kepada orang yang berpuasa, karena Dia yang akan membalasnya. Masya Allah.
◆ KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN ◆
Keutamaan Puasa di Bulan Ramadlan dan di Luar Bulan Ramadlan sangat banyak dan diantaranya adalah:
1.● Diampuni dosa-dosanya yg terdahulu.
Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunahkan shalat malam harinya. Barangsiapa berpuasa dan shalat malam dengan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. (HR. Ahmad)
Dari Abu hurairoh r.a Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: ”Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala keridhoan Allah, maka diampuni dosa-dosanya yg terdahulu." (HR. Bukhari No.38)
2.● Puasa adalah Perisai dari Api Neraka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka.” (HR. Ahmad dan Baihaqi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’)
3.● Amalan Puasa memberi Syafaat Pada Hari Kiamat
Rasulullah bersabda : “Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat pada hari kiamat. Puasa mengatakan ‘Wahai Rabbku, aku menahannya dari makan dan syahwat pada siang hari maka berilah ia syafaat karenaku.’ Al-Qur’an pun berkata, ‘Aku menahannya dari tidur malam hari maka berilah syafaat karenanya.” Rasulullah bersabda, “Maka keduanya akan memberikan syafaat.” (HR. Ahmad No.6626, dishahihkan al-Albani)
4.● Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang hamba yg berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh 70 musim.” (HR. Bukhari dan Muslim)
5.● Orang Berpuasa Akan Mendapat pintu surga Ar-Rayyan.
Sahl bin Sa’d r.a berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang di sebut dengan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan memasuki pintu tersebut pada hari kiamat, tidak ada selain mereka yang akan memasukinya. Jika orang terakhir yg berpuasa telah masuk ke dalam pintu tersebut maka pintu tersebut akan tertutup. Barang siapa yang masuk, maka ia akan minum dan barang siapa yang minum maka ia tidak akan haus untuk selamanya.” (HR. Bukhari No.1896 dan Muslim).
6.● Pahala puasa akan dilipat gandakan.
Rasulullah saw bersabda : ”Semua amalan anak Adam untuknya dilipat gandakan setiap satu kebaikan (dianggap) 10 kali kebaikan tersebut dan dilipat gandakan menjadi 700 kali. Allah berfirman : Kecuali puasa, karena amalan itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. (disebabkan) meninggalkan sahwatnya dan makanannya demi Aku.” (HR Muslim).
7● Bau mulut seorang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat dari harumnya misik (minyak wangi paling harum di dunia). (HR. Bukhari)
8.● Meraih 2 Kebahagiaan bagi Orang yg Berpuasa.
Rasulullah saw bersabda : ”Untuk orang yg berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan kebahagiaan saat berbuka puasa dan kebahagiaan saat menemui Tuhannya.” (Muttafaq ‘Alaihi).
9.● Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. (HR. Tirmidzi)
10.● Barangsiapa berpuasa Ramadhan (penuh) lalu diikuti dengan berpuasa enam hari dalam bulan Syawal maka dia seperti berpuasa seumur hidup. (HR. Muslim)
Maroji’: Shifat Shaum Nabi fi Ramadhan, Syaikh Salim Al Hilali & Syaikh Ali Hasan Al Halabi dan berbagai sumber.
●▬▬▬▬▬▬▬▬▬◆▬▬▬▬▬▬▬▬▬●
Marhaban ya Ramadhan ..
Semoga Allah menjadikan kita insan-insan yang bertakwa. Aamiin.
Mutiara Hikmah Khutbah Nabi Muhammad Saw Dalam Menyambut Bulan Suci
====================================
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum wr wb
Sahabatku rahimakumullah,
Dalam Kitab “Minhaj Al-Balaghah” diriwayatkan dari Imam Ali Bin Abi Thalib kw, hadits yang panjang tentang “Khutbah Nabi Muhammad SAW menyambut bulan Ramadhan”. Seperti biasa, khutbah Nabi Saw itu sangat penuh makna dan menyentuh hati. Di tengah-tengah khutbahnya, Nabi Saw melayani pertanyaan para sahabatnya.
Rasul Saw memulai Khutbah beliau dengan mengingatkan akan kedatangan bulan istimewa, bulan yang membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Siangnya, malamnya maupun jam demi jamnya adalah yang paling utama.
Dalam salah satu hadits shahih yang sampai kepada kita, tentang keutamaan bulan suci Ramadhan, diriwayatkan, Nabi Saw bersabda “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, mengahapus dosa-dosa dan mengabulkan do’a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan Dia membangga-banggakanmu kepada malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang-orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini.” (H.R. At-Thabrani)
-------------------------------------------------------
Dalam awal khutbahnya, Rasul Saw bersabda:
“Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah.
Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.”
------------------
Sahabatku yang dirahmati Allah, Ramadhan adalah bulan Tuhan, bulan yang penuh berkah, dimana Rasul Saw juga mengingatkan, bahwa Allah mengundang kita menjadi tamu Allah di bulan Ramadhan. Di bulan ini setiap hembusan nafas kita akan menjadi tasbih. Tidur kita dihitung sebagai ibadah. Banyak yang meragukan hadits tidurnya orang berpuasa itu ibadah. Tentu saja maksud Nabi, lebih utama jika kita tidak tidur dan melakukan kegiatan2 yang positif dan bermanfaat. Dari segi sanad maupun matannya, hadits tidurnya orang puasa dihitung ibadah tidak terbantahkan. Di bulan ini pula semua amal-amal kita diterima dan setiap untaian doa kita diijabah Allah Swt.
-------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Inilah bulan ketika kalian diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.”
--------------------------------------
Sahabatku yang dirahmati Allah .Di bulan Ramadhan kita akan menahan haus dan lapar. Apa yang halal diharamkan bagi kita di siang hari. Oleh karenanya kita juga diminta banyak berdoa dengan tulus agar Allah membimbing kita untuk melakukan puasa kita dengan baik dan membaca Al Qur’an serta mentadaburinya. Kita diperintahkan untuk berdoa agar Allah Swt menguatkan iman kita.
Dalam salah satu Hadits yang sampai kepada kita, Nabi Saw bersabda”Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR. Bukhari). Rasul Saw mengecam kita jika Ramadhan berlalu dan kita tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.
--------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan puasa dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.”
----------------------------------------
Sahabatku yang dirahmati Allah, Ramadhan adalah bulan persaudaraan sesama manusia. Sebagaimana dalam khutbah lanjutannya, Rasul Saw memerintahkan kita untuk bersedekah kepada para fakir dan miskin. Rasul juga meminta kita untuk di bulan suci ini memuliakan kedua orangtua kita baik jika orangtua kita masih hidup ataupun jika sudah meninggal dunia.
Rasul Saw juga memerintahkan kita untuk menyayangi anak2 kita, adik-adik kita yang lebih muda umurnya dibanding kita dan saling mengunjungi dalam rangka menyambungkan tali silaturahim (persaudaraan) dengan kerabat kita maupun dengan sesama. Di bulan ini pula Rasul mengingatkan kita agar senantiasa menjaga lidah dan mulut kita dari perkataan-perkataan dusta, fitnah, ghibah atau yang tidak membawa manfaat.
Dalam sebuah Hadits dilaporkan kepada Nabi Saw tentang seseorang yang selalu berpuasa di waktu siang dan bangun malam untuk shalat tetapi sering menyakiti tetangganya dengan lidahnya. Nabi Saw Ia menjawab singkat: “Dia di neraka! “.
Tentang menjaga lidah dari dusta, dalam hadist riwayat Imam Bukhari, Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa tidak dapat meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa) maka Allah tidak membutuhkan lapar dan hausnya. (HR. Bukhari)
Di bulan ini pula kita diminta untuk menjaga pandangan kita aurat yang tidak halal serta dari apa-apa yang tidak halal kita melihatnya, dan menjaga pendengaran kita dari ghibah (gossip), perkataan kotor serta apa-apa yang kita dilarang Allah untuk mendengarkannya.
------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Bersedekahlah kepada kaum fakir dan miskin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. “
---------------------------------------
Sahabatku yang dirahmati Allah, Pada khutbah selanjutnya, sebagai Bapak bagi anak-anak yatim (Abul Yatama) di bulan ini Rasul Saw mengajak kita untuk berbuat seperti beliau, yaitu mengasihani anak-anak yatim serta menyantuninya. Di bulan ini Rasul memerintahkan kita untuk bertaubat kepada Allah dari segala dosa-dosa kita. Pada setiap Shalat kita diminta untuk berdoa, karena saat itulah saat yang utama, dimana Allah Swt memandangi kita semua, hambaNya dengan penuh kasih sayang. Rasul Saw menjamin bahwa Allah Swt akan menjawab ketika kita menyeruNya dan Allah Swt akan menyambut kita ketika kita memanggilNya, dan Allah pasti akan mengabulkan doa-doa kita ketika kita berdoa memohon kehadiratNya.
-----------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih;
Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.”
--------------------------------------------------
Sahabatku yang dirahmati Allah, Rasul Saw juga mengajak kita untuk banyak beristighfar,memohon ampunan atas banyaknya dosa-dosa kita dan menebus jiwa kita yang tergadai dosa-dosa kita. Perbanyaklah juga shalat-shalat sunnah dan panjangkanlah sujud kita (dalam shalat) di bulan ini, agar Allah ringankan punggung kita dari beratnya dosa-dosa kita. Rasul Saw juga mengingatkan bahwa Allah Swt tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan Dia tidak akan mengancam kita dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Pengadilan Ilahi kelak di yaumil hisab.
--------------------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.
Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.”
----------------------------------------------------
Sahabatku yang dirahmati Allah, Ramadhan adalah Bulan Penuh ampunan (maghfirah), sebaggaimana dalam khutbah selanjutnya, Rasul Saw mengajak kita untuk berbuat baik kepada sesama, meringankan kesulitan mereka. Kita dianjurkan untuk memberi ‘buka puasa’ kepada saudara-saudara kita sesama muslim di bulan ini dan karenannya Allah Swt akan mengampuni dosa-dosa kita serta kelak akan diganjar Allah kebaikan sama nilainya dengan membebaskan budak.
Dalam hadits diriwayatkan, Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. (HR. Tirmidzi)
Rasul Saw juga mengajak kita untuk menjaga kita dari panasnya api neraka walau hanya dengan sedekah memberi buka sebiji kurma dan atau seteguk air.
---------------------------------------------------
Rasul Saw bersabda,”Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.
(Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”
Rasulullah meneruskan (khutbahnya) “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”
------------------------------------------------------
Sahabatku yang dirahmati Allah, Rasul Saw mengajak kita untuk memperbaiki dan mempercantik ahlak kita di bulan ini, karena siapa saja diantara kita yang baik ahlaknya, maka kelak ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki banyak manusia tergelincir jatuh ke dalam Neraka Jahanam. Sebaliknya ahlak yang buruk akan menghapus amal puasa dan shalat kita.
-------------------------------------------------
Rasul Saw bersabda:”Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.”
-----------------------------------------------
Sahabatku yang dirahmati Allah, Khusus kepada para bawahan kita, kepada para pembantu kita atau para tanggungan kita, Rasul Saw memerintahkan kepada kita agar meringankan pekerjaan mereka di bulan suci ini, agar mereka bisa beribadah secara optimal juga di bulan suci. Dengan meringankan beban pekerjaan kepada mereka, maka kelak Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Sebaliknya memaki bawahan atau pembantu kita akan menghapus pahala amal puasa kita.
Dalam satu hadits diriwayatkan, pada bulan Ramadhan Nabi yang mulia memergoki seorang perempuan yang memaki budaknya (pembantunya). Rasul Saw kemudian memanggil perempuan itu dan menyuruhnya berbuka. Perempuan itu berkata: "Inni shaimah. Aku berpuasa." "
Rasul Saw bersabda, “Bagaimana mungkin kamu berpuasa tetapi kamu maki-maki budakmu."
Dalam hadits tersebut, Nabi Saw mengingatkan kita bahwa bulan Ramadhan adalah bulan perkhidmatan, bukan makian. Memaki hamba Allah akan menghapuskan semua pahala puasanya. Agar supaya puasa itu bermanfaat bagi kita, maka tinggalkan segala macam kezaliman, terutama pada orang kecil.
-----------------------------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Siapa saja yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat”.
-------------------------------------------------------
Sahabatku yang dirahmati Allah, Rasul juga memerintahkan kita untuk menahan setiap keburukan yang akan kita lakukan, agar Allah Swt kelak menahan murka-Nya pada hari kita berjumpa dengan-Nya.
----------------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya”.
------------------------------------------------
Sahabatku yang dirahmati Allah, Sebanyak 2 kali dalam khutbah yang sama, Rasul mengingatkan kita tentang anak-anak yatim, dan kita di bulan ini diperintahkan untuk memuliakannya, agar kelak Allah Swt memuliakan kita pada hari kita berjumpa dengan-Nya.
------------------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.”
------------------------------------------------------
Sahabatku yang dirahmati Allah, Ramadhan adalah Bulan Persaudaraan bagi sesama ummat. Sebanyak 2 kali pula dalam khutbah yang sama, Rasul Saw mengingatkan kita akan pentingnya menyambungkan tali persaudaraan (silaturahim) diantara sesama, agar kelak Allah sambungkan hubungan kita denganNya pada hari kita berjumpa denganNya di yaumil hisab. Rasul Saw juga mengecam siapa saja diantara kita yang memutuskan tali persaudaraan dengan sesama, dan kita diancam akan putus dari rahmat Allah Swt kelak di yaumil hisab.
----------------------------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.”
-------------------------------------------------------------
Sahabatku yang dirahmati Allah, Dalam khutbah berikutnya, Rasul memerintahkan kita agar memperbanyak shalat sunnah dan memperbanyak membaca Shalawat Nabi. Shalat-shalat sunnah yang kita kerjakan di bulan Ramadhan ini akan mendapat ganjaran kebebasan dari siksa api neraka. Demikian juga setiap shalat fardhu di bulan Ramadhan ini akan mendapatkan ganjaran seperti melakukan 70 kali shalat fardu di bulan lain. Sedangkan bagi siapa saja diantara kita yang memperbanyak membaca shalawat Nabi di bulan Ramadhan ini, Allah akan memberatkan timbangannya kelak di yaumul hisab, pada hari ketika timbangan meringan.
Dalam Hadits Imam Ahmad, disebutkan bahwa bagi siapa saja yang berpuasa dan shalat malam pada malam harinya, maka ia akan bersih dari dosa seperti bayi yang baru dilahirkan.
Rasulullah Saw bersabda “Allah 'Azza wajalla mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunahkan shalat malam harinya. Barangsiapa berpuasa dan shalat malam dengan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya”. (HR. Ahmad)
--------------------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Barangsiapa melakukan shalat sunnah di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.”
-------------------------------------------------------
Sahabatku yang dirahmati Allah, Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an, yaitu di malam qadar (Al-Lait-Al Qadr) . Rasul Saw memerintahkan kepada kita untuk memperbanyak membaca Al Qur’an dan kata Rasul ganjaran sama dengan mengkhatamkan seluruh Al Qur’an bagi siapa saja yang membaca satu ayat Al Qur’an di bulan suci Ramadhan ini. Subhanallah
-------------------------------------------------
Rasul Saw bersabda :”Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.”
------------------------------------------------------
Sahabatku yang dirahmati Allah, Ramadhan adalah penuh rahmat, dan Allah Swt akan membukakan pintu-pintu surga bagi kita, oleh karenanya kita diperintahkan agar selalu berdoa memohon kepada Allah Swt, Sang Pemilik Surga, agar Allah Swt tidak akan pernah menutupkannya bagi kita selamanya.
Sebaliknya, di bulan suci ini, Allah Swt akan menutup Pintu-pintu neraka, oleh karenanya bermohonlah kepada Allah Swt agar pintu Neraka tersebut tidak akan pernah dibukakan untuk kita selamanya.
Di bulan suci ini juga Setan-setan dibelenggu Allah, oleh karenanya bermohonlah kepada Allah Swt agar Setan tidak lagi pernah menguasai diri kita selamanya.
-------------------------------------------------------------------
Rasul Saw bersabda :"Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.
Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”
-------------------------------------------------------------------
Sebelum Rasul Saw menutup Khutbahnya, Amirul mukminin Ali Bin Abu Thalib Kw yang meriwayatkan haidts ini berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?”
Jawab Nabi SAW: “Ya Abal Hasan! (Ali). Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.
--------------------------------
Allahumma shali ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad
Wallahualam bissawabBarakallahufikum Imam Puji Hartono

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
- Kita harus fahami bahwa untuk mudah melakukan kebaikan di bulan Ramadhan, itu semua atas kemudahan dari Allah. Jika kita terus pasrahkan pada diri sendiri, maka ibadah akan menjadi sulit untuk dijalani. Karena diri ini sebenarnya begitu lemah. Oleh karena itu, hendaklah kita banyak bergantung dan tawakkal pada Allah dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Terus memohon do'a pada Allah agar kita mudah menjalankan berbagai bentuk ibadah baik shalat malam, ibadah puasa itu sendiri, banyak berderma, mengkhatamkan atau mengulang hafalan Qur'an dan kebaikan lainnya.
Do'a yang bisa kita panjatkan untuk memohon kemudahan dari Allah adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
“Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa”
[Artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah]. (Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya 3:255. Dikeluarkan pula oleh Ibnu Abi ‘Umar, Ibnus Suni dalam ‘Amal Yaum wal Lailah)
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ
"Allahumma inni as-aluka fi'lal khoiroot wa tarkal munkaroot."
(Artinya: Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran). (HR. Tirmidzi no. 3233, shahih menurut Syaikh Al Albani).
Semoga Allah menjadikan Ramadhan kita lebih baik dari sebelumnya. Marilah kita menyambut Ramadhan mubarok dengan suka cita, diiringi ilmu, taubat dan perbanyak do'a kemudahan.
Aamiin ya Robbal alamin.