Jumat, 01 Februari 2013

:: RAHASIA SHOLAT DI AWAL WAKTU




Bismillahirrahmannirrahim,

Rasulullah saw bersabda: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah " Shalat pada waktunya, Berbakti kepada kedua orang tua, kemudian Jihad di jalan Allah SWT.” [Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 18897]

Sholat adalah ibadah utama seorang muslim dan ini merupakan jembatan utama komunikasi langsung antara umat dan Penciptanya (Allah Swt). Ternyata dari waktu sholat yang 5 waktu itu banyak hikmah yang kita bisa dapatkan dilihat dari faktor kesehatan, ilmu pengetahuan, psikologi dan lain-lain. Berikut pengamatan para ahli di bidangnya mengenai masalah waktu sholat, salah satu rukun Islam, karena ada rahasia dibalik peralihan/perpindahan waktu sholat.

Setiap perpindahan/peralihan waktu sholat sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam yang bisa diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam ini tidak asing bagi penggemar dan praktisi fotografi/video/film juga dalam industri cahaya/lampu,percetakan, astrofisika dan lain-lain karena ada istilah suhu/temperatur warna (color temperature) dimana kalau siang itu bluish (kebiru-biruan) dan kalau sore itu reddish(kemerah-merahan)- Suhu warna biasanya menggunakan satuan Kelvin (K) sebagai perangkat pengukurannya.


WAKTU SUBUH

Pada waktu subuh, alam berada dalam spectrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam ilmu Fisiologi (Ilmu Faal-salah satu dari ilmu biologi yang mempelajari berlangsungnya sistem kehidupan) tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisma tubuh manusia. Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rejeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur nyenyak pada waktu Subuh akan menghadapi masalah rejeki dan komunikasi. Mengapa? Karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika roh dan jasad masih tertidur. Pada saat azan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkatan optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu ruku dan sujud.


WAKTU ZUHUR

Alam berubah menguning dan ini berpengaruh kepada perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh terhadap hati. Warna kuning ini mempunyai rahasia berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi bagi mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan sholat Zuhur berulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaan serta berkurang keceriaannya.


WAKTU ASAR

Alam berubah lagi warnanya menjadi jingga/oranye (warna antara merah dan kuning). Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap organ tubuh yaitu prostat ( kelenjar eksorin pada pria jantan, fungsi utamanya adalah untuk mengeluarkan dan menyimpan sejenis cairan yang menjadi dua pertiga bagian dari air mani), rahim , ovarium/ indung telur (kelenjar kelamin wanita) , dan testis (kelenjar kelamin jantan) yang merupakan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga mempengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang sering ketinggalan waktu Asar akan menurun daya kreativitasnya. Disamping itu organ-organ reproduksi ini juga akan kehilangan tenaga positif dari warna alam tersebut.


WAKTU MAGHRIB

Warna alam kembali berubah menjadi merah. Sering pada waktu ini kita mendengar banyak nasehat orang tua agar tidak berada di luar rumah. Nasehat tersebut ada benarnya karena pada saat Maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga(powerful) karena mereka bergema atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan sholat Maghrib terlebih dahulu. Hal ini lebih baik dan lebih selamat karena pada waktu ini banyak gangguan (interferensi-interaksi antar gelombang dalam satu daerah-bisa membangun dan merusak) atau terjadi tumpang-tindih dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan bisa menimbulkan fatamorgana yang bisa mengganggu mata(penglihatan) kita.


WAKTU ISYA

Selanjutnya pada waktu ini warna alam berubah menjadi nila (indigo) dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu Isya mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang sering ketinggalan waktu Isya akan sering merasa gelisah. Untuk itulah ketika alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan tubuh ini. Dengan tidur pada waktu ini, keadaan jiwa kita berada pada gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4HZ (Hertz adalah satuan ukur untuk frekuensi) dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat. Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan kelenjar pineal (badan pineal atau “mata ketiga”, sebuah kelenjar endokrin pada otak)kelenjar pituitary (hipofisis), thalamus(struktur simetris garis tengah dipasangkan dalam otak vertebrata termasuk manusia dan fungsinya mencakup sensasi menyampaikan, rasa khusus dan sinyal motor ke korteks serebral, bersama dengan pengaturan kesadaran, tidur dan kewaspadaan) dan hypothalamus(hipotalamus-bagian otak yang terdiri dari sejumlah nucleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid, glukokortikoid, glukosa dan suhu). Maka sebaiknya kita bangun lagi pada waktu ini untuk mengerjakan sholat malam(tahajud).

Subhanallah, Indahnya Islam ..

Demikianlah ringkas hubungan antara waktu shalat dengan warna alam. Manusia sebaiknya sadar akan pentingnya tenaga alam. Faktor-faktor inilah yang mendasar kegiatan meditasi seperti taichi, qi-gong dan sebagainya. Kegiatan meditasi ini dilakukan untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh. Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur karena telah di’karuniakan’ syariat shalat oleh Allah SWT sehingga jika laksanakan sesuai aturan maka secara tak sadar kita telah menyerap tenaga alam ini. Ini mungkin belum pernah terfikir oleh kita sebelumnya.

Inilah hakikat mengapa Allah SWT yang memiliki sifat Pengasih dan Penyayang mewajibkan shalat kepada kita sebagai hambaNYA. Sebagai Pencipta Allah swt mengetahui bahwa hambaNYA amat sangat memerlukan-Nya. Shalat di awal waktu akan membuat badan semakin sehat.

Semoga informasi ini dapat menambah semangat kita untuk melaksanakan shalat tepat pada waktunya , dan bersegera ke mesjid bagi kaum adam ... :)



Wallahu a'lam bishawab
Dari aneka sumber ilmiah , Wikipedia dan Detik Islam

:: AIR MATA : SEBUAH TULISAN PEPENG SOEBARDI



Oleh : Pepeng Soebardi

Berikut adalah kutipan dari buku "that's all' tulisan istriku. Dik Uta:
............... suatu hari saya merenung. Telah berubahkah suami saya, tidak setegar dulu lagi kah dia? Betul, Peng telah berubah menjadi laki-laki yang mudah tersentuh hatinya. Saya baru mengetahui hal itu ketika dia menulis sebuah artikel di Harian Republika tentang ‘airmata’.

..............Subhanallah betapa Allah swt selalu mempunyai tujuan ketika menciptakan sesuatu. Sama halnya dengan airmata. Seringkali airmata diidentikkan dengan rasa lemah, cengeng, dan ketidakberdayaan. Terkadang orang menilai menangis tidak menyelesaikan masalah. Itu jelas tidak benar. Dengan menangis saya merasakan sebagian beban terlepas. Menangis adalah suatu bentuk ketundukan kepada Allah. Menangis membuat kita mengenal betapa lemahnya diri ini.................

................ini adalah tulisan Peng yang saya ceritakan di atas. Membuat saya bahagia dan bernafas lega.

========================

AIR MATA

Saudaraku, banyak orang berpendapat mengalirkan air mata, identik dengan perempuan. Juga, identik dengan kelemahan, cengeng dan banyak label yang mengacu pada kerapuhan. Benarkah begitu? Sejak dulu saya tidak sependapat!

Dua tahun belakangan ini pendapat saya menguat. Hari ini saya semakin yakin mengalirkan air mata adalah signal, anugerah yang tiada duanya. Signal dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Menangis adalah manifestasi dari kemahalembutan Allah Sang Khalik.

Saudaraku, insya Allah setiap orang pernah merasakan aliran aneh yg membuat air mata kita mengalir. Penyebabnya bisa apa saja. Membaca kisah hidup seseorang, mendengar pernyataan orang, atau melihat penderitaan orang. Bahkan, tanpa sebab yang jelas tiba-tiba air mata kita mengalir. Bahkan, mendengar sebuah kabar yang sangat menyenangkan pun, kadang air mata bergulir menetes.

Berbahagialah mereka yang selalu menyebut asma Allah setiap mengalirnya air mata. Karena, kita selalu ingat dari mana sumber kelembutan yang kita miliki itu.

Mungkin kita pernah mengalami masa di mana kita tidak sempat mengalirkan air mata. Ketika cobaan datang dan menyesakkan dada, kita tidak menangis. Melihat kepedihan orang--lalu mencoba berempati seolah kitalah yang menanggung kepedihan itu--air mata tak setitik pun menetes. Benarkah itu hebat?

Mungkin ya, tergantung dari mana kita melihatnya. Walau saya tidak menolak bahwa siapa pun boleh mengalirkan air mata, tapi pernah saya berpikir: ''Menangis? Tak sempatlah bagi saya untuk menangis.'' Namun, hari ini saya sadar, berarti saya adalah orang yang tidak sempat melembutkan hati.


Ya Allah, maafkan keangkuhan hamba. Ya Latief, lembutkan hati hamba untuk bisa merasakan semua takdir-Mu tanpa harus bersedih. Kuatkan signal hati hamba ya Rahman, ya Rahim, agar hamba selalu bisa menangkap dengan cerdas semua tanda-tanda kebesaran-Mu tanpa harus merasa kecil hati, lemah, dan ketakutan. Jadikanlah air mata hamba sebagai tanda kedekatan hamba dengan-Mu.

Akhirnya mendung di mata tak terbendung lagi. Meringankan semua rasa yang berbaur menjadi satu, melihat begitu banyak bencana datang silih berganti di muka bumi ini. Peliharalah kami ya Muhaimin. Amin yaa mujibass saailiin.


Wallahu a’alam bisshowab
Barokallah fikum wa ahlikum
Di Cinere, hari ini 4 Desember 2006

========================

Masya Allah alangkah indahnya jika kita memiliki hati lembut yang sanggup bermesraan dengan Kekasih kita yang Haqiqi Allah Subhanahuwwat’ala…

Pernahkah kita meneteskan Air Mata karna merindukan Allah?

Pernahkah kita meneteskan Air Mata saat mendengarkan Ayat-ayat Allah?

Pernahkah kita meneteskan air Mata saat sholat?

Pernahkah kita meneteskan Air Mata saat merenung bagaimana gelapnya alam kubur?

Pernahkah kita meneteskan Air Mata saat mengingat Alam Mahsyar dan Hari Hisab?

Jika pernah, maka Air mata itu adalah Air Mata termahal yang ada di Muka bumi ini, karena dengan air mata akan kita peroleh banyak imbalan dari Sang Maha Lembut.

Seperti sebagian hadits Rosul, tentang air mata, yang saya kutip dari artikel ustadz Abi Makki salah seorang sahabat dan teman Peng berdiskusi masalah iman dan Islam.

“…..Ada tujuh orang/golongan yang Alloh Subhanahuwwata’ala lindungi dimana pada hari itu tidak ada yang bisa melindungi kecuali hanya perlindungan Alloh saja,(dan salah satunya di sebutkan disana adalah)seseorang yang mengingat Alloh dalam kesendiriannya lalu berlinanglah Air matanya…..” Saya semakin bersyukur akan keadaan Peng sekarang. Dan semakin kagum akan peran air mata dalam kehidupan kita setelah membaca dalil-dalil pendukung baik hadits maupun al-Qur’an.

Berikut ini salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Attarmidzi. Disusun ustadz Abi Makki setelah membaca artikel Peng dan dijadikan bahan dalam setiap pengajian-pengajiannya.

“……Dua mata yang tidak akan pernah tersentuh api neraka. mata yang menangis karna takut pada Alloh dan mata yang selalu berjaga di Jalan Alloh….”

Saudaraku, jika kita sulit meneteskan air mata atau belum pernah meneteskan air mata. Rasanya pantaslah jika mulai sekarang kita pertanyakan.

Ada apa gerangan dengan nurani kita … ?

...............

:: BELAJAR IKHLAS

Bismillahirrahmanirrahim..


IKHLAS seperti yang mudah diucapkan, tetapi sulit dilaksanakan. Karena itu, kita perlu belajar dan membiasakan diri menjadi mukhlis (orang yang ikhlas).

Dari segi bahasa, ikhlas itu mengandung makna memurnikan dari kotoran, membebaskan diri dari segala yang merusak niat dan tujuan kita dalam melakukan suatu amalan.

Ikhlas juga mengandung arti meniadakan segala penyakit hati, seperti syirik, riya, munafik, dan takabur dalam ibadah. Ibadah yang ikhlas adalah ibadah yang dilakukan semata-mata karena Allah سبحانه وتعالى.

Ungkapan “semata-mata karena Allah سبحانه وتعالى” setidaknya mengandung tiga dimensi penghambaan, yaitu niatnya benar karena Allah (shalih al-niyyat), sesuai tata caranya (shalih al-kaifiyyat), dan tujuannya untuk mencari ridha Allah سبحانه وتعالى (shalih al-ghayat), bukan karena mengharap pujian, sanjungan, apresiasi, dan balasan dari selain Allah سبحانه وتعالى.

Beribadah secara ikhlas merupakan dambaan setiap Mukmin yang saleh karena ikhlas mengantarkannya untuk benar-benar hanya menyembah atau beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى, tidak menyekutukan atau menuhankan selain- Nya.

“Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” ( An-Nisa’ [4]: 36)

Jika ikhlas sudah menjadi karakter hati dalam beramal ibadah, niscaya keberagamaan kita menjadi lurus, benar, dan istiqamah (konsisten). (Al-Bayyinah [98]: 5). Selain kunci diterima tidaknya amal ibadah kita oleh Allah سبحانه وتعالى, ikhlas juga membuat “kinerja (sesuatu yang dicapai)” kita bermakna dan tidak sia-sia. Kinerja yang bermakna adalah kinerja yang berangkat dari hati yang ikhlas.


Menurut Imam Al-Ghazali, peringkat ikhlas itu ada TIGA.

✔ Pertama, IKHLAS AWAM yakni ikhlas dalam beribadah kepada Allah karena dilandasi perasaan takut kepada siksa-Nya dan masih mengharapkan pahala dari-Nya.

✔ Kedua, IKHLAS KHAWAS,ialah ikhlas dalam beribadah kepada Allah karena dimotivasi oleh harapan agar menjadi hamba yang lebih dekat dengan-Nya dan dengan kedekatannya kelak ia mendapatkan “sesuatu” dari-Nya.

✔ Ketiga, IKHLAS KHAWAS AL-KHAWAS adalah ikhlas dalam beribadah kepada Allah karena atas kesadaran yang tulus, kecintaan dan keinsyafan yang mendalam bahwa segala sesuatu yang ada adalah milik Allah dan hanya Dia-lah Tuhan yang wajib disembah.

Ikhlas merupakan komitmen tertinggi yang seharusnya ditambatkan oleh setiap Mukmin dalam hatinya: sebuah komitmen tulus ikhlas yang sering dinyatakan dalam doa iftitah. "(Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku semata-mata karena Allah Tuhan semesta alam)." (Al-An’am [6]: 162)

Sifat dan perbuatan hati yang ikhlas itu merupakan perisai moral yang dapat menjauhkan diri dari godaan setan (Iblis). Menurut At-Thabari, hamba yang mukhlis adalah orang-orang Mukmin yang benar-benar tulus sepenuh hati dalam beribadah kepada Allah, sehingga hati yang murni dan benar-benar tulus itu menjadi tidak mempan dibujuk rayu dan diprovokasi setan.

Semoga Allah SWT menjadikan kita pribadi-pribadi yang ikhlas , dalam laku, amal, dan ibadah mengharap ridha dan cinta Allah semata. Aamin.


Wallahu a'lam bishawab

Muhbib Abdul Wahab

:: CARA BERSYUKUR YANG BENAR

Bismillahirrahmannirrahim ..
 

Allah subhana wa Ta'ala menciptakan jin dan manusia berikut alam semesta agar mereka pandai bersyukur ..

Bagaimana cara bersyukur yang sesuai dengan kehendak-Nya :

1. Pertama adalah dengan HATI, yakni mengembalikan semua nikmat kepada Allah , iman ( memahami agama dengan benar) dan senantiasa mengagungkan Kebesaran Nya.

Allah subhana wa Ta'ala berfirman :
.. Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. (QS, An-Nisa : 147)

2. Kedua adalah dengan LISAN dan PERBUATAN, yakni selalu memuji-Nya dalam keadaan apapun. Dan mempergunakan nikmat-nikmat yang Allah berikan, baik nikmat sehat, nikmat waktu, nikmat pendengaran, penglihatan dsb, sesuai dengan segala hal yang Allah sukai dan Allah perintahkan dengan penuh keikhlasan.


Seperti itulah contoh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam,

Jika beliau dalam keadaan suka, seraya berucap," Segala puji bagi Allah, karena-Nya semua nikmat menjadi sempurna"

Bila beliau kondisi duka, beliau tetap berkata," Segala puji bagi Allah dalam keadaan apapun"

Allah subhana wa Ta'ala berfirman :

Ya Allah, berilah aku kekuatan syukur, sehingga aku dapat selalu mensyukuri seluruh nikmat yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, sehingga aku bisa selalu beramal saleh .." QS.Al-Ahqaf : 15

Betapa kita harus malu, dan banyak bersyukur kepada Allah subhana wa Ta'ala atas nikmat seorang mukmin, yang baginya segala ujian kebaikan dan keburukan tetap bernilai pahala (kebaikan) di sisi Nya .

Rasulullah SAW bersabda :
" Sungguh mengherankan perkara orang mukmin itu, seluruh perkara adalah BAIK baginya. Dan hal itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali oleh orang mukmin. Apabila ia diberi sesuatu yang menggembirakan dia bersyukur, maka hal itu menjadi baik baginya. dan apabila ia ditimpa suatu mudharat dia bersikap sabar, maka hal itu pun menjadikan baik baginya " (HR Muslim)


Semoga Allah subhana wa Ta'ala menjadikan kita semua sebagai hamba-Nya yang pandai bersyukur dalam setiap keadaan ... Aamiin ya Robbal alamin.


:: GEORGE DANZIG, SEBUAH MOTIVASI



George Danzig adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas, kala itu ia terlambat untuk datang pada mata kuliah matematika, ia memasuki kelas namun ternyata teman-temannya sudah pada bubar.

George melihat ada 2 buah soal pada papan tulis itu, ia berpikir bahwa itu pasti adalah PR yang baru diberikan oleh Profesornya, sehingga dia mencatat pada bukunya dan membawanya ke rumah.
Berhari-hari dia mencoba untuk menyelesaikan PR tersebut, berbagai cara ia coba.
Mungkin ia berpikir “TIDAK BIASANYA DOSEN MEMBERI TUGAS DEMIKIAN SULITNYA, TAPI PASTI ADA JAWABANNYA, PASTI ADA ...”

Pada akhirnya, ia berhasil mengerjakan soal nomor 1. Ia mengira itu adalah PR sehingga ia mengumpulkan tugas tersebut pada profesornya dan meletakkan di ruang kerja profesor tersebut.
Ketika siang hari, dia di cari oleh sang profesor tersebut, sang profesor bertanya bagaimana dia bisa menyelesaikan soal tersebut.

George menjelaskan bahwa ketika itu dia terlambat mengikuti mata kuliahnya dan dia hanya melihat 2 soal itu di papan tulis dan menganggap bahwa itu (mungkin) adalah PR.

Anda tahu apa jawaban dari sang profesor tersebut?
Soal itu ditulis sang profesor ketika sedang menjelaskan tentang 2 buah soal tersulit di muka bumi ini dan hingga pada saat itu tidak ada yang bisa memecahkannya!

BERARTI, KALAU SAJA SAAT ITU GEORGE MENGIKUTI MATA KULIAH TERSEBUT, MUNGKIN SAAT ITU IA BERPIKIR BAHWA ITU MEMANG SOAL TERSULIT DAN BERPIKIR BAHWA MEMANG TAK SEORANG PUN DAPAT MENYELESAIKANNYA. MUNGKIN SAJA IA BISA TERACUNI OLEH KATA-KATA PROFESORNYA TENTANG SULITNYA SOAL ITU.

Saat ini ia menjadi profesor terkenal di Stanford University, dialah pemecah soal tersulit, dan dia memecahkannya ketika dia memang tak tahu bahwa yang dikerjakannya adalah soal tersulit yang pernah ada.

PESAN MORAL
Apa pesan dari cerita singkat di atas? Inti dari cerita di atas bahwa sesuatu akan terasa sulit apabila kita menganggap sulit, maka alangkah baiknya kita memulai sesuatu tanpa anggapan sulit karena sesungguhnya hal sulit hanyalah sebuah anggapan.

Oleh karena itu, Kita perlu buang jauh-jauh KATA-KATA TERLARANG untuk kita sebutkan bila Kita mau berhasil, yaitu :

1st
"SAYA TIDAK BISA"
Ketika kita berkata: "Saya tidak bisa", maka pintu pikiran kita tertutup untuk mencari jalan keluar dari persoalan kita dan kita akan Takut untuk mencoba.

Sebaliknya jika kita berkata "Saya bisa", maka membuat pikiran kita bekerja untuk mencari jalan keluar.

2nd
"TIDAK MUNGKIN"
Orang-orang yang sering berkata "tidak mungkin" akan menutup berbagai pintu keajaiban. Dengan sikap seperti ini mereka akan sulit meraih sesuatu yang hebat. Karena hampir segala sesuatu yang kita nikmati hari ini adalah yang mustahil di hari kemarin.

Ingatlah bahwa selalu akan ada keajaiban bagi orang yang mau senantiasa berusaha dan Berdoa .

3rd
"SAYA SUDAH TAHU"
Setiap kali kita mengucapkan bahwa "saya sudah tahu" sebenarnya kita sedang menutup pintu pembelajaran dan kita akan berhenti cukup sampai disitu , sehingga kita tidak lagi berusaha untuk mempelajari hal-hal baru, padahal dalam kehidupan selalu ada hal baru yang Harus kita pelajari..

:: KISAH SUAMI DAN ISTRI



Sepasang suami istri sedang makan malam bersama di rumah. Mereka adalah pengantin yang baru menikah 2 bulan. Di tengah makan malam mereka, sang istri membuka pembicaraan..

Istri : “suamiku sayang, bolehkah aku melakukan usul?”.
Suami : “boleh istriku sayang, silahkan!!”.
Istri : “saya ingin kita menulis kekurangan pasangan kita masing2 di kertas kosong..agar kita bisa saling intropeksi diri. tapi janji, tidak ada yang boleh tersingung. bagaimana sayang”.
Suami : “baik istriku, insya Allah..” *sambil tersenyum manis*

Sang istri kemudian pergi mengambil 2 lembar kertas kosong dan pulpen. Lima belas menit kemudian…

Istri : “sayang saya sudah selesai menulisnya.. apakah engkau juga sudah selesai?”.
Suami : “iya , saya juga sudah selesai!”.
Istri : “baiklah, sekarang tukar kertas kita masing2. Jangan ada yang dibuka dulu. Nanti dibaca secara terpisah setelah saya membereskan makan malam ini!”.
Suami : “iya sayang!” *sambil kecup istri*

Si istri mulai membereskan makan malam dan suami lantas pergi ke kamar tidur. Beberapa saat kemudian istri kirim sms kepada suami..
“suamiku, sekarang saya sudah selesai. Silahkan buka kertasnya dan baca tulisannya di kamar. saya akan membacanya di dapur ”

Sang suami langsung membuka kertas dan membacanya. Setiap membaca tulisan mengenai kekurangannya, air matanya tidak bisa dibendung, mengalir di setiap sudut matanya. Karena ternyata begitu banyak kekurangan pada dirinya. Sementara itu, di dapur sang istri juga membuka kertas.

Tak lama kemudian sang istri menghampiri suami ke kamar ..

Istri : “bagaimana suamiku, engkau telah membacanya?”
Suami : “sudah istriku, maafkan aku yang tidak bisa sempurna mendampingimu.. maafkan aku,” *air matanya semakin deras mengalir*

Istri : “iya suamiku, tapi mengapa engkau tidak menulis apapun dikertas itu? padahal aku telah menulis segala kekuranganmu..”

Suami : “wahai istriku tercinta, tahukah engkau? aku mencintaimu apa adanya.. sehingga aku melihat kekuranganmu adalah kelebihanmu dan aku tahu Allah menciptakan setiap manusia dengan berbagai kekurangannya, untuk itu aku sebagai suamimu akan menjadi pelengkap untuk menutupi kekurangan istriku.. aku mencintaimu karena Allah wahai istriku”. *sambil menangis dan berbisik lirih di telinga sang istri*

Sang istri pun tak sanggup menahan tangis mendengar ucapan dari sang suami yang begitu sangat mencintainya.

=============

:: YA LATIF, LEMBUTKANLAH QALBU KAMI ..


Bismillahirrahmanirrahim ,


“Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berdzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (Az-Zumar: 22)

TIDAKLAH Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. An-Naar (neraka) adalah diciptakan untuk melunakkan qalbu yang keras. Qalbu yang paling jauh dari Allah adalah qalbu yang keras, dan jika qalbu sudah keras mata pun terasa gersang. Qalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: ① makan, ② tidur, ③ bicara, dan ④ pergaulan.

Sebagaimana jasmani jika dalam keadaan sakit tidak akan bermanfaat baginya makanan dan minuman, demikian pula qalbu jika terjangkiti penyakit-penyakit hawa nafsu dan keinginan-keinginan jiwa, maka tidak akan mempan padanya nasehat.

Barangsiapa hendak mensucikan qalbunya maka ia harus mengutamakan Allah dibanding keinginan dan nafsu jiwanya.

Karena qalbu yang tergantung dengan hawa nafsu akan tertutup dari Allah subhanahu wa ta’ala, sekadar tergantungnya jiwa dengan hawa nafsunya.

Banyak orang menyibukkan qalbu dengan gemerlapnya dunia. Seandainya mereka sibukkan dengan mengingat Allah subhanahu wa ta’ala dan negeri akhirat tentu qalbunya akan berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya yang nampak ini, dan ia pun akan menuai hikmah-hikmah yang langka (jarang didapat ) dan faedah-faedah yang indah. Jika qalbu disuapi dengan berdzikir dan disirami dengan berfikir serta dibersihkan dari kerusakan, ia pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah.

Tidak setiap orang yang berhias dengan ilmu dan hikmah serta memeganginya akan masuk dalam golongannya. Kecuali jika mereka menghidupkan qalbu dan mematikan hawa nafsunya.

Adapun mereka yang membunuh qalbunya dengan menghidupkan hawa nafsunya, maka tak akan muncul hikmah dari lisannya.

****************

Rapuhnya qalbu adalah karena lalai dan merasa aman, sedang makmurnya dan adalah dzikir. Maka qalbu karena takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala jika sebuah qalbu merasa zuhud dari hidangan-hidangan dunia, dia akan duduk menghadap hidangan-hidangan akhirat. Sebaliknya jika ia redha dengan hidangan-hidangan dunia, ia akan terlewatkan dari hidangan akhirat.

Kerinduan bertemu Allah subhanahu wa ta’ala adalah angin semilir yang menerpa qalbu, membuatnya sejuk dengan menjauhi gemerlapnya dunia. Siapapun yang menempatkan qalbunya disisi Rabb-nya, ia akan merasa tenang dan tentram. Dan siapapun yang melepaskan qalbunya di antara manusia, ia akan semakin gundah gulana.

Saudaraku ,
Kecintaan terhadap Allah tidaklah akan masuk ke dalam qalbu yang mencintai dunia kecuali seperti masuknya unta ke lubang jarum (sesuatu yang sangat mustahil).

Jika Allah subhanahu wa ta’ala cinta kepada seorang hamba, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan memilih dia untuk diri-Nya sebagai tempat pemberian nikmat-nikmat-Nya, dan Ia akan memilihnya di antara hamba-hamba-Nya, sehingga hamba itu pun akan menyibukkan harapannya hanya kepada Allah. Lisannya senantiasa basah dengan berdzikir kepada-Nya, anggota badannya selalu dipakai untuk berkhidmat kepada-Nya.

✔ Qalbu bisa sakit sebagaimana sakitnya jasmani, dan kesembuhannya adalah dengan bertaubat.

✔ Qalbu pun bisa berkarat sebagaimana cermin, dan cemerlangnya adalah dengan berdzikir.

✔ Qalbu bisa pula telanjang sebagaimana badan, dan pakaian keindahannya adalah taqwa.

✔ Qalbu pun bisa lapar dan dahaga sebagaimana badan, maka makanan dan minumannya adalah mengenal Allah subhanahu wa ta’ala, cinta, tawakkal, bertaubat dan berkhidmat untuk-Nya.

Alangkah indahnya jika kita memiliki hati lembut yang sanggup bermesraan dengan Kekasih kita yang Haqiqi Allah Subhanahu wa Ta’ala…

Meneteskan Air Mata karena merindukan NYA ..

Meneteskan Air Mata saat mendengarkan Ayat-ayat NYA ..

Meneteskan air Mata saat jumpa dengan NYA dalam sholat ..

Saat merenung bagaimana gelapnya alam kubur ..dan huru hara Alam Mahsyar ..

Ya Latif , wahai Dzat Pemilik Kelembutan..
Lembutkanlah hati-hati kami ..


Wallahu a'lam bishawab
Barakallahufikum ..

(Diterjemahkan dan diringkas dari kitab Al-Fawaid karya Ibnul Qayyim rahimahullah hal 111-112)
oleh : Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc