Senin, 19 September 2011

LAILATUL AL-QADR


Oleh : Prof.DR.KH. M. Quraish Shihab

Lailatul Qadr seringkali menjadi wacana hangat setiap bulan Ramadhan, terutama pada 1/3 terakhir darinya. Saat-saat yang paling diharapkan tiap kaum muslim untuk meraihnya tetapi seringkali diperdebatkan "realitas"-nya. Di sini, M. Quraish Shihab coba menjelaskan itu secara gamblang dengan pendekatan tafsirnya.

Berbicara tentang Lailat al-Qadr mengharuskan kita berbicara tentang surat al-Qadr. Surat al-Qadr adalah surat ke-97, yang menurut urutannya dalam Mushaf ia ditempatkan sesudah surat Iqra’. Para ulama menyatakan bahwa ia turun jauh sesudah turunnya surat Iqra’. Bahkan, sebagian di antara mereka menyatakan bahwa surat al-Qadr turun setelah Nabi Saw. melaksanakan hijrah ke Madinah.

Penempatan urutan surat dalam al-Quran dilakukan langsung atas perintah Allah Swt. dan dari perurutannya ditemukan keserasian-keserasian yang mengagumkan. Kalau dalam surat Iqra’ Nabi Saw. (demikian pula kaum Muslim) diperintahkan untuk membaca dan yang dibaca itu antara lain adalah al-Quran, maka wajar jika surat sesudahnya yakni surat al-Qadr ini berbicara tentang turunnya al-Qur’an dan kemuliaan malam yang terpilih sebagai malam “Nuzul al-Quran”.

Bulan Ramadhan memiliki sekian banyak keistimewaan, salah satunya adalah Lailat al-Qadr, suatu malam yang dinilai oleh al-Quran “lebih baik dari seribu bulan”. Tetapi, apa dan bagaimana malam itu? Apakah ia terjadi sekali saja yakni malam ketika turunnya al-Quran lima belas abad yang lalu atau terjadi setiap bulan Ramadhan sepanjang masa? Bagaimana kedatangannya, apakah setiap orang yang menantinya pasti akan mendapatkannya dan benarkah ada tanda-tanda fisik material yang menyertai kehadirannya (seperti membekunya air, heningnya malam, dan menunduknya pepohonan dan sebagainya)? Dan, masih banyak lagi pertanyaan yang dapat dan sering muncul berkaitan dengan hal itu.

Yang pasti dan harus diimani oleh setiap Muslim berdasarkan pernyataan al-Quran bahwa ada suatu malam yang bernama Lailat al-Qadr dan bahwa malam itu adalah malam yang penuh berkah, di mana dijelaskan atau ditetapkan segala urusan besar dengan penuh kebijaksanaan.

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (al-Quran) pada suatu malam dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan semua urusan yang penuh hikmah, yaitu urusan yang besar di sisi Kami.” (QS ad-Dukhan [44]: 3-5).

Malam tersebut terjadi pada bulan Ramadhan, karena kitab suci menginformasikan bahwa ia diturunkan Allah pada bulan Ramadhan (QS. al-Baqarah [2]: 185), serta pada malam al-Qadr (QS. al-Qadr [97]: 1).

Malam tersebut adalah malam mulia. Tidak mudah diketahui betapa besar kemuliaannya. Hal ini disyaratkan oleh adanya “pertanyaan” dalam bentuk pengagungan, yaitu: “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?” (QS. al-Qadr [97]: 2).

Tiga belas kali kalimat ma adraka terulang dalam al-Quran, sepuluh di antaranya mempertanyakan tentang kehebatan yang berkait dengan hari kemudian, seperti: Ma adraka ma yaum al-fashl, dan sebagainya. Kesemuanya merupakan hal yang tidak mudah dijangkau oleh akal pikiran manusia, untuk tidak mengatakan mustahil dijangkaunya. Tiga kali ma adraka sisa dari angka tiga belas itu adalah: “Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?” (QS. Ath-Thariq [86]: 2); “Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?” (QS. Al-Balad [90]: 12); “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?” (QS. Al-Qadr [97]: 2).

Pemakaian kata-kata ma adraka dalam al-Quran berkaitan dengan objek pertanyaan yang menunjukkan hal-hal yang sangat hebat dan sulit dijangkau hakikatnya secara sempurna oleh akal pikiran manusia.

Walaupun demikian, sementara ulama membedakan antara pertanyaan ma adraka dan ma yudrika yang juga digunakan al-Quran dalam tiga ayat, antara lain: “Dan tahukan kamu, boleh jadi hari berbangkit itu adalah dekat waktunya?” (QS. al-Ahzab [33]: 63); “Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?” (QS. asy-Syura [42]: 17); “Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa)?” (QS. ‘Abasa [80]: 3).

Dua ayat pertama di atas mempertanyakan dengan lafal ma yudrika menyangkut waktu kedatangan kiamat, sedang ayat ketiga berkaitan dengan kesucian jiwa manusia. Ketiga hal tersebut tidak mungkin diketahui manusia.

Secara gamblang al-Quran -- demikian pula as-Sunnah -- menyatakan bahwa Nabi Saw. tak mengetahui kapan datangnya hari kiamat dan tidak pula mengetahui tentang perkara yang gaib. Ini berarti bahwa ma yudrika digunakan oleh al-Quran untuk hal-hal yang tidak mungkin diketahui walau oleh Nabi Saw. sendiri, sedang wa ma adraka, walau berupa pertanyaan namun pada akhirnya Allah Swt. menyampaikannya kepada Nabi Saw, sehingga informasi lanjutan dapat diperoleh dari beliau. Demikian perbedaan kedua kalimat tersebut.

Ini berarti bahwa persoalan Lailat al-Qadr, harus dirujuk kepada al-Quran dan Sunnah Rasulullah Saw, karena di sanalah kita dapat memperoleh informasinya. Kembali kepada pertanyaan semula, apa malam kemuliaan itu? Apa arti malam Qadr? dan mengapa malam itu dinamai demikian? Di sini ditemukan berbagai jawaban.





Kata Qadr sendiri paling tidak digunakan untuk tiga arti:

1. Penetapan dan pengaturan, sehingga Lailat al-Qadr dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Pendapat ini dikuatkan oleh penganutnya dengan firman Allah dalam surat ad-Dukhan ayat 3 yang disebut di atas. (Ada ulama yang memahami penetapan itu dalam batas setahun). Al-Quran yang turun pada malam Lailat al-Qadr diartikan bahwa pada malam itu Allah Swt. mengatur dan menetapkan khiththah dan strategi bagi Nabi Muhammad Saw. guna mengajak manusia kepada agama yang benar, yang pada akhirnya akan menetapkan perjalanan sejarah umat manusia, baik sebagai individu maupun kelompok.

2. Kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya al-Quran, serta karena ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih. Kata Qadr yang berarti mulia ditemukan dalam surat al-An’am (6): 91 yang berbicara tetang kaum musyrik;
“Mereka itu tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada masyarakat.”

3. Sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam surat al-Qadr;

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.


Kata Qadr yang berarti sempit juga digunakan al-Quran antara lain dalam surat ar-Ra’d (13): 26:
“Allah melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit (bagi yang dikehendaki-Nya).”

Ketiga arti tersebut pada hakikatnya dapat menjadi benar, karena bukankah malam tersebut adalah malam mulia, yang bila diraih maka ia menetapkan masa depan manusia, dan bahwa pada malam itu malaikat-malaikat turun ke bumi membawa kedamaian dan ketenangan. Namun demikian, sebelum kita melanjutkan bahasan tentang Lailat al-Qadr, maka terlebih dahulu akan dijawab pertanyaan tentang kehadirannya adakah setiap tahun atau hanya sekali, yakni ketika turunnya al-Quran lima belas abad yang lalu?

Dari al-Quran kita menemukan penjelasan bahwa wahyu-wahyu Allah itu diturunkan pada Lailat al-Qadr. Akan tetapi, karena umat sepakat mempercayai bahwa al-Quran telah sempurna dan tidak ada lagi wahyu setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw, maka atas dasar logika itu, ada yang berpendapat bahwa malam mulia itu sudah tidak akan hadir lagi. Kemuliaan yang diperoleh oleh malam tersebut adalah karena ia terpilih menjadi waktu turunnya al-Quran. Pakar hadis Ibnu Hajar menyebutkan satu riwayat dari penganut paham di atas yang menyatakan bahwa Nabi Saw. pernah bersabda bahwa malam Qadr sudah tidak akan datang lagi.

Pendapat tersebut ditolak oleh mayoritas ulama, karena mereka berpegang kepada teks al-Quran, serta sekian banyak teks hadis yang menunjukkan bahwa Lailat al-Qadr terjadi pada setiap bulan Ramadhan. Bahkan, Rasulullah Saw. menganjurkan umatnya untuk mempersiapkan jiwa menyambut malam mulia itu secara khusus pada malam-malam ganjil setelah berlalu dua puluh Ramadhan (HR. Bukhari).

Memang turunnya al-Quran lima belas abad yang lalu terjadi pada malam Lailat al-Qadr, tetapi itu bukan berarti bahwa ketika itu saja malam mulia itu hadir. Ini juga berarti bahwa kemuliaannya bukan hanya disebabkan karena al-Quran ketika itu turun, tetapi karena adanya faktor intern pada malam itu sendiri. Pendapat ini dikuatkan juga dengan penggunaan bentuk kata kerja mudhari’ (present tense) pada ayat 4 surat al-Qadr yang mengandung arti kesinambungan, atau terjadinya sesuatu pada masa kini dan masa datang.

Nah, apakah bila Lailat al-Qadr hadir akan menemui setiap orang yang terjaga (tidak tidur) pada malam kehadirannya itu?

Tidak sedikit umat Islam yang menduganya demikian. Namun, menurut hemat penulis, dugaan itu keliru karena hal itu dapat berarti bahwa yang memperoleh keistimewaan adalah yang terjaga baik untuk menyambutnya maupun tidak. Di sisi lain, berarti bahwa kehadirannya ditandai oleh hal-hal yang bersifat fisik-material, sedangkan riwayat-riwayat demikian tidak dapat dipertanggungjawabkan kesahihannya.

Seandainya, sekali lagi seandainya, ada tanda-tanda fisik-material, maka itu pun takkan ditemui oleh orang-orang yang tidak mempersiapkan diri dan menyucikan jiwa guna menyambutnya. Air dan minyak tidak mungkin akan menyatu dan bertemu. Kebaikan dan kemuliaan yang dihadirkan oleh Lailat al-Qadr tidak mungkin akan diraih, kecuali oleh orang-orang tertentu saja. Tamu agung yang berkunjung ke satu tempat tidak akan datang menemui setiap orang di lokasi itu, walaupun setiap orang di sana mendambakannya. Bukankah ada orang yang sangat rindu atas kedatangan kekasih, namun ternyata sang kekasih tidak sudi mampir menemuinya? Demikian juga dengan Lailat al-Qadr. Itu sebabnya bulan Ramadhan menjadi bulan kehadirannya, karena bulan ini adalah bulan penyucian jiwa, dan itu pula sebabnya sehingga ia diduga oleh Rasul datang pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, di mana ketika itu diharapkan jiwa manusia yang berpuasa selama dua puluh hari sebelumnya telah mencapai satu tingkat kesadaran dan kesucian yang memungkinkan malam mulia itu berkenan mampir menemuinya, serta itu pula sebabnya Rasul Saw. menganjurkan sekaligus mempraktekkan i’tikaf (berdiam diri dan merenung di masjid) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Masjid adalah tempat suci. Segala aktivitas kebajikan bermula di masjid. Di masjid pula seseorang diharapkan merenung tentang diri dan masyarakatnya, yang untuk sementara dapat menghindar dari hiruk-pikuk yang meyesakkan jiwa dan pikiran guna memperoleh tambahan pengetahuan dan pengayaan iman. Itu sebabnya ketika melaksanakan i’tikaf, dianjurkan untuk memperbanyak doa dan bacaan al-Quran atau bacaan-bacaan lain yang dapat memperkaya iman dan takwa.

Apabila jiwa telah siap, kesadaran telah mulai bersemi, dan Lailat Al-Qadr datang menemui seseorang, ketika itu malam kehadirannya menjadi saat Qadr, dalam arti saat menentukan bagi perjalanan sejarah hidupnya di masa-masa mendatang. Saat itu bagi yang bersangkutan adalah saat titik tolak guna meraih kemuliaan dan kejayaan hidup di dunia dan di akhirat dan membimbingnya menuju kebaikan sampai terbitnya fajar kehidupan yang baru kelak di hari kemudian.

Syaikh Muhammad ‘Abduh menjelaskan pandangan Imam Al-Ghazali tentang kehadiran malaikat dalam diri manusia. ‘Abduh memberi ilustrasi berikut:
“Setiap orang dapat merasakan bahwa dalam jiwanya ada dua macam bisikan, baik dan buruk. Manusia sering merasakan pertarungan antara keduanya, seakan apa yang terlintas dalam pikirannya ketika itu sedang diajukan ke satu sidang pengadilan. Yang ini menerima dan yang itu menolak, atau yang ini berkata lakukan dan yang itu mencegah, sampai akhirnya sidang memutuskan sesuatu.”

Yang membisikkan kebaikan adalah malaikat, sedang yang membisikkan keburukan adalah setan, atau paling tidak, kata ‘Abduh, penyebab adanya bisikan tersebut adalah malaikat atau setan. Turunnya malaikat pada malam Laila al-Qadr menemui orang yang mempersiapkan diri menyambutnya, menjadikan yang bersangkutan akan selalu disertai oleh malaikat. Sehingga, jiwanya selalu terdorong untuk melakukan kebaikan-kebaikan dan dia sendiri akan selalu merasakan salam (rasa aman dan damai) yang tak terbatas sampai fajar malam Lailat al-Qadr, bahkan sampai akhir hayat menuju fajar kehidupan baru di hari kemudian kelak.

Malam Qadr yang ditemui atau yang menemui Nabi pertama kali adalah ketika beliau menyendiri di Gua Hira, merenung tentang diri beliau dan masyarakat. Saat jiwa beliau telah mencapai kesuciannya, turunlah ar-Ruh (Jibril) membawa ajaran dan membimbing beliau sehingga terjadilah perubahan toatal dalam perjalanan hidup beliau, bahkan perjalanan hidup umat manusia. Karena itu pula, beliau mengajarkan kepada umatnya (antara lain) untuk melakukan i’tikaf dalam rangka menyambut kehadiran Lailat Al-Qadr itu tersebut.

I’tikaf dapat dilakukan kapan saja dan dalam waktu berapa lama saja, bahkan dalam pandangan Imam Syafi’i, walau sesaat selama dibarengi oleh niat yang suci. Namun, Nabi Saw. selalu melakukannya pada sepuluh hari dan malam terakhir bulan puasa.

Saat itulah beliau bertadarrus dan merenung sambil berdoa. Salah satu doa yang sering dibaca dan dihayati maknanya adalah:

Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. al-Baqarah [2]: 201).



Doa ini bukan sekedar permohonan untuk memperoleh kebajikan dunia dan kebajikan akhirat, tetapi ia lebih-lebih lagi bertujuan untuk memantapkan langkah dalam berupaya meraih kebajikan dimaksud, karena doa mengandung arti permohonan yang disertai usaha. Permohonan itu juga berarti upaya untuk menjadikan kebajikan dan kebahagaiaan yang diperoleh dalam kehidupan dunia ini, tidak hanya terbatas dampaknya di dunia, tetapi berlanjut hingga hari kemudian kelak.

Adapun menyangkut tanda alamiah, maka al-Quran tidak menyinggungnya.

Ada beberapa hadis mengingatkan hal tersebut, tetapi hadis tersebut tidak diriwayatkan oleh Bukhari, pakar hadis yang dikenal melakukan penyaringan yang cukup ketat terhadap hadis Nabi Saw. Muslim, Abu Daud, dan at-Tirmidzi antara lain meriwayatkan melalui sahabat Nabi Ubay bin Ka’ab, sebagai berikut:

“Tanda kehadiran Lailat al-Qadr adalah matahari pada pagi harinya (terlihat) putih tanpa sinar.”
“Tandanya adalah langit bersih, terang bagaikan bulan sedang purnama, tenang, tidak dingin, dan tidak pula panas… .”

Hadis ini dapat diperselisihkan kesahihannya dan karena itu kita dapat berkata bahwa tanda yang paling jelas tentang kehadiran Lailat al-Qadr bagi seseorang adalah kedamaian dan ketenangan. Demikian, semoga malam mulia itu berkenan mampir menemui kita. Wallahu A’lam bi ash-Shawab. []




Sumber :
Disunting dari buku “Wawasan al-Quran” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Mizan.

Bârakallâhulî wa lakum, Matur syukran n Terima kasih.
Semoga Bermanfaat ya

Jakarta, 22 Agustus 2011
Billahit taufiq wal hidayah
Wassalamualaikum wr.wb

Imam Puji Hartono/IPH(Gus Im)

NIKMAT MENGENAL ALLAH سبحانه وتعالى

WAHAI الله Dzat Yang Maha Mengetahui segala ilmu, Yang Maha Menciptakan Dinul haq, sesungguhnya hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui Islam yang sebenar-benarnya. Karena itu, tuntunlah kemampuan hamba-MU ini untuk mengutarakan kebenaran-MU. Jadikan siapa pun yang ikut menyimak kebenaran-MU ini, Kau bersihkan hatinya dengan sebersih-bersihnya, sehingga tidak ada satu niat pun, kecuali ingin mencari kebenaran-MU dan bertemu dengan-MU.
Tidak ada KENIKMATAN yang lebih besar di dunia ini daripada NIKMAT mengenal الله. Bahkan bagi orang yang sudah mengenal-NYA, NIKMAT dunia dan seisinya ini tidak akan mampu menandinginya. Alam semesta ini hanya sebahagian kecil saja dari NIKMAT yang diberikan الله kepada hamba-NYA. Seseorang tidak akan dapat mengukur NIKMAT الله dengan dunia yang ada di tangannya. Bahkan, alam semesta berikut isinya pun tidak akan mampu mendatangkan KENIKMATAN الله yang tiada tandingannya. Bagi orang yang mengenal الله, segala sesuatu kejadian yang menimpa dirinya hanyalah NIKMAT yang diberikan oleh-NYA semata.

||||¦¦¦¦||||¦¦¦¦||||¦¦¦¦||||

Kurang wang adalah NIKMAT karena ia akan selalu berikhtiar di jalan الله, sehingga menambah pahala IKHTIAR dan KESABARAN jika dirinya TAWAKKALl kepada-NYA. Banyak wang pun merupakan NIKMAT, karena dapat lebih banyak mempunyai kesempatan untuk beramal di jalan الله. Badan sihat adalah NIKMAT, karena ia lebih mampu untuk melakukan ibadah, beramal, dan berjihad di jalan الله. Sakit pun merupakan NIKMAT, karena akan melebur segala dosa jika dirinya tabah dan SABAR menerimanya dengan tidak meninggalkan IKHTIAR zahir; mencari obat penyembuh.

Dipuji adalah NIKMAT, karena dapat mendengarkan kebesaran الله dan merasakan bagaimana hebatnya الله menutupi aibnya. Dihina pun merupakan NIKMAT karena dapat melihat keaiban-keaiban diri sendiri di samping dapat menjadi ladang pahala SABAR bagi dirinya sendiri.


||||¦¦¦¦||||¦¦¦¦||||¦¦¦¦||||
Bagi orang yang mengenal الله, semua kejadian adalah NIKMAT semata. Subhanallah! mudah-mudahan kita semua digolongkan oleh-NYA menjadi ahli makrifat seperti itu. Namun sayang, ternyata hanya sedikit sekali orang yang mengenal الله (arifbillah). Kebanyakan hanya tahu nama saja, tidak merasakan kelazatan NIKMAT bersama-NYA. Padahal, barangsiapa sudah merasa bersama-NYA, tidak mungkin merasa kesepian karena الله 'Azza wa Jallaa senantiasa bersama hamba-NYA, bahkan lebih dekat dari urat lehernya sendiri. Bagi orang yang sudah mengenal الله, tidak mungkin lupa barang sedetik pun kepada-NYA! Bagaimana akan lupa, kalau setiap mata memandang segala sesuatu, yang terbayang dalam benaknya adalah hasil pekerjaan-NYA. Kalau setiap telinga mendengarkan sesuatu, niscaya segala yang berbunyi itu buah tangan-NYA. Kalau setiap mulut memakan dan meminum sesuatu, mutlak segala makanan dan air itu ciptaan-NYA.
||||¦¦¦¦||||¦¦¦¦||||¦¦¦¦||||

Tidak akan merasa kesepian di kala sepi dan terlena di kala ramai bagi orang yang sudah makrifat kepada-NYA. Karena, ALLAH-lah Dzat yang selalu memelihara dan mengawasi setiap makhluk-NYA dengan tanpa mengenal lupa. Di tengah orang banyak, di tengah pertempuran, di mana saja, mesti ingat kepada-NYA! الله pun pasti akan mencabut rasa takut dari hati orang yang telah makrifat kepada-NYA.

Bagaimana akan takut, sedang segala yang ditakuti juga diurus oleh-NYA dan pasti akan musnah. Tiada daya dan kekuatan, kecuali atas izin dan inayah-NYA. Laa haulaa wa laa quwwata illaa billaah!

♥ ♥ ♥ ♥ "Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang, kecuali dengan izin الله. Dan barangsiapa yang beriman kepada الله, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan الله Maha Mengetahui segala sesuatu." [At Taghabun (64): 11]

Lantas, adakah ahli makrifat atau arifbillah takut miskin? Pasti tidak! Karena, الله adalah Dzat Yang Maha Kaya. Bukankah jagad raya dan alam semesta ini semuanya milik الله? Bagaimana mungkin takut miskin kalau sudah kenal dengan Dzat Yang Menguasai segalanya? Makhluk, sedikit pun tidak memiliki kekuasaaan untuk mempunyai apa-apa, bahkan tubuhnya sendiri pun mutlak milik-NYA. Takut miskin itu karena kita belum kenal akan kehebatan dan kekayaan الله, ragu terhadap pembahagian kekayaan dari-NYA. ALLAH-lah Yang Maha Berkehendak dan Maha Bijaksana. Tiada sedikit pun tandingan bagi-NYA. Allahu Akbar ... !


||||¦¦¦¦||||¦¦¦¦||||¦¦¦¦||||

Sungguh, dunia ini tiada ertinya. Karena yang hebat dan indah itu hanyalah الله semata. Oleh sebab itu, tatkala mata terpesona kepada dunia, sebenarnya bukanlah kepada dunianya, melainkan kepada kehebatan perbuatan-NYA. Dengan demikian, tidak ada sedikit pun kekurangan dan keburukan di dunia ini jika dikaitkan kepada الله. Kendati mata melihat binatang yang menjijikkan penuh kuman penyakit sekalipun, pandangannya akan tetap penuh syukur kepada-NYA. Maha Suci Engkau ya الله, segala puji bagi-MU yang telah mentakdirkan kami sebagai makhluk ciptaan-MU yang sempurna. Itulah golongan orang yang sudah merasakan kelezatan dunia. Ternyata kebahagiaan di dunia ini tidak semata dilihat dari bentuk duniawinya. Karena, kalau cuma itu yang dijadikan sebatas tanda kebahagiaan, bererti lebih banyak orang kafir yang hidupnya bahagia, karena mereka lebih banyak dilimpahi kekayaan dunia.


||||¦¦¦¦||||¦¦¦¦||||¦¦¦¦||||

Alhamdulillah, ternyata yang namanya bahagia adalah jika kita senantiasa bersama الله dalam segala keadaan.

Imam Al Ghazali menulis dalam bukunya bahwa akan sedikit di antara umat Muhammad yang masuk kedalam golongan 'Aarifiin (golongan yang mengenal الله). 

Sebagian besar orang sebelum hatinya ingat kepada-NYA, telah terlebih dahulu ditutupi dengan selalu ingat kepada dunia dan segala isinya. Dunia yang hanya sebagian kecil dari alam semesta saja sudah dapat menutupi hatinya, bagaimana mungkin boleh memasuki tingkat makrifat kepada الله yang menguasai segala jagad raya alam semesta ini. Sebahagian besar dari kita lebih suka kepada dunia daripada mengharapkan bertemu dengan-NYA. Kita lebih suka dipandang mulia oleh sesama manusia daripada mencari kemuliaan yang telah dijanjikan-NYA kepada orang-orang yang BERTAQWA. Padahal ALLAH-lah Dzat yang memiliki dan menguasai kebesaran dan kemuliaan.
♥ ♥ ♥ ♥ "Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan." (Ar Rahman [55]: 27))
_____________ http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/01/nikmat-mengenal-allah-swt.html Shared By: ⓑⓘⓒⓐⓡⓐ ღ ⓗⓘⓓⓐⓨⓐⓗ

Minggu, 11 September 2011

KISAH & KEUTAMAAN MENYAYANGI ORANGTUA

Alkisah dahulu Nabi Musa as ingin mengetahui siapa kawannya kelak di surga.
Kemudian beliau berdoa : "Ya Allah , tunjukkanlah kepadaku siapa kawanku kelak di surga".
Kemudian Allah memberi petunjuk : Pergilah engkau ke kota A, dan menujulah ke pasar A, maka engkau akan bertemu dengan seorang pria dengan ciri-ciri yang telah Allah tunjukkan. Dia akan menjadi kawanmu kelak di surga. Setelah memperoleh petunjuk tersebut, kemudian Nabi Musa berangkat mencarinya. Hingga sampailah beliau pada tujuan, bertemu dengan orang tersebut. Ia tengah mengambil sekerat daging dan memasukkan ke dalam keranjang. Bertanyala Nabi Musa as : Apakah anda akan kedatangan seorang tamu ? Jawabnya : Betul, aku punya tamu. Maka diajaklah Nabi Musa masuk ke dalam rumahnya, dan ia pun sibuk memasak sekerat daging tersebut. Nabi Musa melihat ada seorang nenek tua yang lemah. Pria tersebut mengangkatnya, menyuapinya dan mengurusnya dengan penuh kasih sayang. Berikut mencucikan pakaian dan mengenakannya. Nenek tersebut seperti menggerak-gerakkan bibirnya, entah apa yang diucapkan. Namun sebagai seorang Nabi, Nabi Musa as mengetahui apa yang nenek tersebut ucapkan.
Yakni doa yang ditujukan kepada anaknya : "Ya Allah, tempatkanlah anakku bersama Nabi Musa kelak di surga."
Nenek tersebut adalah ibu kandung pria tersebut dan sangat lemah , sehingga ia tidak mampu duduk dan berdiri.
Akhirnya Nabi Musa pun berkata : Terimalah kabar gembira bagi anda, dan kenalkanlah aku Nabi Musa, engkau adalah kawanku kelak di surga. Mudah-mudahan perjumpaan kita nanti di surga dimudahkan oleh Allah SWT, berkat Keagungan Asma NYA yang Mulia,
Sahabat .. sungguh Rahmat Allah sangatlah luas, Banyak cara Allah hendak memuliakan hamba-hambaNYA kelak di surga. .. salah satunya adalah dengan menyayangi orangtua kita dengan penuh kasih. Semoga kisah ini bermanfaat , betapa ridha Allah menyertai Ridha orang tua … Selamat memuliakan orang tua kita sahabat , .. Semoga Rahmat dan Karunia Allah menyertai kita ..

Amin ya Rabbal alamin..





Wallahu 'alam  
Dikutip dari Kitab Durratun Nasihin , bab Keutamaan Birrul Walidin

Senin, 29 Agustus 2011

DOA HARIAN BULAN RAMADHAN

Bulan Ramadhan adalah bulan berkah, dimana Allah membuka pintu Ampunan, Rahmat dan Kasih sayang Nya bagi kita semua ..
Dialah yang Maha mendengar dan mengabulkan doa kita..
Manfaatkan setiap detik dalam bulan Ramadhan ini penuh dengan doa -doa dan ibadah ubudiah untuk Nya ..

Hadirkanlah hati penuh ketertundukan dan khusyu' ...


Berikut adalah tuntunan doa-doa harian bulan Ramadhan ,
Semoga bermanfaat ...

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Doa Hari Pertama

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ وَ قِيَامِيْ فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ وَ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ وَ هَبْ لِيْ جُرْمِيْ فِيْهِ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ وَ اعْفُ عَنِّيْ يَا عَافِيًا عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ

Ya Allah, jadikanlah puasa dan ibadahku di bulan ini seperti puasa orang-orang sejati, bangunkanlah aku di bulan ini dari kelelapan tidur orang-orang yang lupa ampunilah segala kesalahanku, wahai Tuhan semesta alam, dan ampunilah aku, wahai pengampun orang-orang yang bersalah.



Doa Hari Kedua

اَللَّهُمَّ قَرِّبْنِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ سَخَطِكَ وَ نَقِمَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِقِرَاءَةِ آيَاتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Ya Allah, dekatkanlah aku di bulan ini dari ridha-Mu, hindarkanlah aku di bulan ini dari kemurkaan-Mu, dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca ayat-ayat (kitab)-Mu. Dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.



Doa Hari Ketiga

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ الذِّهْنَ وَ التَّنْبِيْهَ وَ بَاعِدْنِيْ فِيْهِ مِنَ السَّفَاهَةِ وَ التَّمْوِيْهِ وَ اجْعَلْ لِيْ نَصِيْبًا مِنْ كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فِيْهِ، بِجُوْدِكَ يَا أَجْوَدَ الْأَجْوَدِيْنَ

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini kecerdasan dan kesadaran diri, jauhkanlah aku di bulan ini dari ketololan dan kesesatan, dan limpahkanlah kepadaku sebagian dari setiap kebajikan yang Engkau turunkan di bulan ini. Dengan kedermawanan-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Dermawan dari para dermawan.



Doa Hari Keempat

اَللَّهُمَّ قَوِّنِيْ فِيْهِ عَلَى إِقَامَةِ أَمْرِكَ وَ أَذِقْنِيْ فِيْهِ حَلاَوَةَ ذِكْرِكَ وَ أَوْزِعْنِيْ فِيْهِ لِأَدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ وَ احْفَظْنِيْ فِيْهِ بِحِفْظِكَ وَ سِتْرِكَ يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ

Ya Allah, kuatkanlah diriku di bulan ini untuk melaksanakan perintah-Mu, anugerahkan kepadaku di bulan ini kemanisan mengingat-Mu, dengan kemurahan-Mu berikanlah kesempatan kepadaku di bulan ini untuk bersyukur kepada-Mu demi kemurahan-Mu, dan dengan penjagaan dan tirai-Mu jagalah diriku di bulan ini, wahai Dzat Yang Lebih Melihat dari orang-orang yang melihat.



Doa Hari Kelima

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الْقَانِتِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ بِرَأْفَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang memohon pengampunan, jadikanlah aku di bulan ini dari dari golongan hamba-hamba-Mu yang salih dan pasrah, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan para kekasih-Mu yang dekat dengan-Mu. Dengan kasih sayang-mu wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.



Doa Hari keenam

اَللَّهُمَّ لاَ تَخْذُلْنِيْ فِيْهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ وَ لاَ تَضْرِبْنِيْ بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ وَ زَحْزِحْنِيْ فِيْهِ مِنْ مُوْجِبَاتِ سَخَطِكَ بِمَنِّكَ وَ أَيَادِيْكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِيْنَ

Ya Allah, jangan Kau hinakan aku di bulan ini karena keberanianku bermaksiat kepada-Mu, jangan Kau cambuk aku dengan cambuk kemurkaan-Mu dan jauhkanlah aku dari (segala perbuatan) yang menyebabkan murka-Mu. Dengan anugerah dan kekuasaan-Mu wahai Puncak Harapan para pengharap.



Doa Hari Ketujuh

اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ فِيْهِ عَلَى صِيَامِهِ وَ قِيَامِهِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ هَفَوَاتِهِ وَ آثَامِهِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ ذِكْرَكَ بِدَوَامِهِ بِتَوْفِيْقِكَ يَا هَادِيَ الْمُضِلِّيْنَ

Ya Allah, bantulah aku di bulan ini dalam melaksanakan puasa dan ibadah, jauhkanlah aku di bulan ini dari kesalahan dan doa-dosa (yang tidak pantas dilaksanakan) di dalamnya, dan anugerahkanlah kepadaku di bulan ini (kesempatan untuk) mengingat-Mu untuk selamanya. Dengan taufik-Mu, wahai penunjuk jalan orang-orang yang sesat.



Doa Hari Kedelapan

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ رَحْمَةَ الْأَيْتَامِ وَ إِطْعَامَ الطَّعَامِ وَ إِفْشَاءَ السَّلاَمِ وَ صُحْبَةَ الْكِرَامِ بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَأَ الْآمِلِيْنَ

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini untuk mengasihani anak-anak yatim, memberi makan, menebarkan salam dan bersahabat dengan orang-orang mulia. Dengan keutamaan-Mu, wahai Tempat Bernaung orang-orang yang berharap.



Doa Hari Kesembilan

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ نَصِيْبًا مِنْ رَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ وَ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِبَرَاهِيْنِكَ السَّاطِعَةِ وَ خُذْ بِنَاصِيَتِيْ إِلَى مَرْضَاتِكَ الْجَامِعَةِ بِمَحَبَّتِكَ يَا أَمَلَ الْمُشْتَاقِيْنَ

Ya Allah, limpahkanlah kepadaku di bulan sebagian dari rahmat-Mu yang luas, tunjukanlah aku di bulan ini kepada tanda-tanda-Mu yang terang, dan tuntunlah aku kepada ridha-Mu yang maha luas. Dengan cinta-Mu wahai harapan orang-orang yang rindu.



Doa Hari Kesepuluh

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُتَوَكِّلِيْنَ عَلَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْفَائِزِيْنَ لَدَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ إِلَيْكَ بِإِحْسَانِكَ يَا غَايَةَ الطَّالِبِيْنَ

Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang bertawakal kepada-Mu, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang jaya di haribaan-Mu, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang telah dekat kepada-Mu. Dengan kebaikan-Mu wahai tujuan orang-orang yang berharap.



Doa Hari Kesebelas

اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ فِيْهِ الْإِحْسَانَ وَ كَرِّهْ إِلَيَّ فِيْهِ الْفُسُوْقَ وَ الْعِصْيَانَ وَ حَرِّمْ عَلَيَّ فِيْهِ السَّخَطَ وَ النِّيْرَانَ بِعَوْنِكَ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ

Ya Allah, cintakanlah kepadaku di bulan ini berbuat kebajikan, bencikanlah kepadaku di bulan ini kefasikan dan maksiat, dan cegahlah dariku di bulan ini kemurkaan dan neraka-(Mu). Dengan pertolongan-Mu wahai Penolong para peminta pertolongan.



Doa Hari Kedua Belas

اَللَّهُمَّ زَيِّنِّيْ فِيْهِ بِالسِّتْرِ وَ الْعَفَافِ وَ اسْتُرْنِيْ فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوْعِ وَ الْكَفَافِ وَ احْمِلْنِيْ فِيْهِ عَلَى الْعَدْلِ وَ الْإِنْصَافِ وَ آمِنِّيْ فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِيْنَ

Ya Allah, hiasilah diriku di bulan ini dengan menutupi (segala kesalahanku) dan rasa malu, pakaikanlah kepadaku di bulan ini pakaian qana'ah dan mencegah diri, tuntunlah aku di bulan ini untuk berbuat adil, dan kesadaran, dan jagalah aku di bulan ini dari setiap yang kutakuti. Dengan penjagaan-Mu wahai Penjaga orang-orang yang ketakutan.



Doa Hari Ketiga Belas

اَللَّهُمَّ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَ الْأَقْذَارِ وَ صَبِّرْنِيْ فِيْهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِلتُّقَى وَ صُحْبَةِ الْأَبْرَارِ بِعَوْنِكَ يَا قُرَّةَ عَيْنِ الْمَسَاكِيْنِ

Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari segala jenis kotoran, jadikanlah aku di bulan ini sabar menerima setiap ketentuan-(Mu), dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk meraih takwa dan bersahabat dengan orang-orang yang bijak. Dengan pertolongan-Mu wahai Kententraman hati orang-orang miskin.



Doa Hari keempat Belas

اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ فِيْهِ بِالْعَثَرَاتِ وَ أَقِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْخَطَايَا وَ الْهَفَوَاتِ وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ فِيْهِ غَرَضًا لِلْبَلايَا وَ الْآفَاتِ بِعِزَّتِكَ يَا عِزَّ الْمُسْلِمِيْنَ

Ya Allah, jangan Kau siksa aku di bulan ini karena kesalahan-kesalahanku, selamatkanlah aku di bulan ini dari segala kesalahan, dan jangan Kau jadikan aku di bulan ini tempat persinggahan malapetaka dan bala. Dengan kemuliaan-Mu wahai Kemuliaan muslimin.



Doa Hari Kelima Belas

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ طَاعَةَ الْخَاشِعِيْنَ وَ اشْرَحْ فِيْهِ صَدْرِيْ بِإِنَابَةِ الْمُخْبِتِيْنَ بِأَمَانِكَ يَا أَمَانَ الْخَائِفِيْنَ

Ya Allah, anugrahkanlah kepadaku di bulan ini ketaatan orang-orang yang khusyu', dan lapangkanlah dadaku di bulan ini karena taubat orang-orang yang mencintai-Mu. Dengan perlindungan-Mu wahai Pengaman orang-orang yang takut.



Doa Hari Keenam Belas

اَللَّهُمَّ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوَافَقَةِ الْأَبْرَارِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مُرَافَقَةَ الْأَشْرَارِ وَ آوِنِيْ فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ إِلَى (فِيْ) دَارِ الْقَرَارِ بِإِلَهِيَّتِكَ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ

Ya Allah, berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk berkumpul bersama orang-orang baik, jauhkanlah aku di bulan ini dari bersahabat dengan orang-orang jahat, dan dengan rahmat-Mu tampatkanlah aku di bulan ini di dalam rumah keabadian. Dengan ketuhanan-Mu wahai Tuhan sekalian alam.



Doa Hari Ketujuh Belas

اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِصَالِحِ الْأَعْمَالِ وَ اقْضِ لِيْ فِيْهِ الْحَوَائِجَ وَ الْآمَالَ يَا مَنْ لاَ يَحْتَاجُ إِلَى التَّفْسِيْرِ وَ السُّؤَالِ يَا عَالِمًا بِمَا فِيْ صُدُوْرِ الْعَالَمِيْنَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ

Ya Allah, tunjukkanlah aku di bulan ini kepada amal yang salih, dan berikanlah kepadaku di bulan ini segala keperluan dan cita-citaku, wahai Dzat yang tidak membutuhkan penjelasan dan permintaan, wahai Dzat yang mengetahui segala rahasia yang ada di hati manusia, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya yang suci.



Doa Hari Kedelapan Belas

اَللَّهُمَّ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ لِبَرَكَاتِ أَسْحَارِهِ وَ نَوِّرْ فِيْهِ قَلْبِيْ بِضِيَاءِ أَنْوَارِهِ وَ خُذْ بِكُلِّ أَعْضَائِيْ إِلَى اتِّبَاعِ آثَارِهِ بِنُوْرِكَ يَا مُنَوِّرَ قُلُوْبِ الْعَارِفِيْنَ

Ya Allah, beritahukanlah kepadaku di bulan ini segala berkah yang tersimpan di dua pertiga malamnya, terangkan hatiku di bulan ini dengan cahayanya, dan bimbinglah seluruh anggota tubuhku di bulan ini untuk mengikuti tanda-tanda keagungannya. Dengan cahaya-Mu wahai penerang hati para 'arif.



Doa Hari Kesembilan Belas

اَللَّهُمَّ وَفِّرْ فِيْهِ حَظِّيْ مِنْ بَرَكَاتِهِ وَ سَهِّلْ سَبِيْلِيْ إِلَى خَيْرَاتِهِ وَ لاَ تَحْرِمْنِيْ قَبُوْلَ حَسَنَاتِهِ يَا هَادِيًا إِلَى الْحَقِّ الْمُبِيْنِ

Ya Allah, sempurnakanlah bagianku di bulan ini dengan berkahnya, permudahlah jalanku untuk menempuh kebaikannya, dan janganlah Kau halangi diriku untuk menerima kebaikannya, wahai Penunjuk Jalankepada kebenaran yang nyata.


Doa Hari Kedua Puluh


اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ الْجِنَانِ وَ أَغْلِقْ عَنِّيْ فِيْهِ أَبْوَابَ النِّيْرَانِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ يَا مُنْزِلَ السَّكِيْنَةِ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Ya Allah, bukalah bagiku di bulan ini pintu-pintu surga, tutuplah untukku di bulan ini pintu-pintu neraka, dan berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca al-Quran, wahai Penurun ketenangan di hati Mukminin.



Doa Hari Kedua Puluh Satu

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ دَلِيْلاً وَ لاَ تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ عَلَيَّ سَبِيْلاً وَ اجْعَلِ الْجَنَّةَ لِيْ مَنْزِلاً وَ مَقِيْلاً يَا قَاضِيَ حَوَائِجِ الطَّالِبِيْنَ

Ya Allah, berikanlah kepadaku di bulan ini sebuah petunjuk untuk mencapai keridhaan-Mu, jangan Kau beri kesempatan kepada setan di bulan ini untuk menggodaku, dan jadikanlah surga sebagai tempat tinggal dan bernaungku, wahai Pemberi segala kebutuhan orang-orang yang meminta.



Doa Hari Kedua Puluh Dua

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ فَضْلِكَ وَ أَنْزِلْ عَلَيَّ فِيْهِ بَرَكَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوْجِبَاتِ مَرْضَاتِكَ وَ أَسْكِنِّيْ فِيْهِ بُحْبُوْحَاتِ جَنَّاتِكَ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ

Ya Allah, bukalah bagiku di bulan ini pintu-pintu anugerah-Mu, turunkanlah kepadaku di bulan ini berkah-berkah-Mu, berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk mencapai keridhaan-Mu, dan tempatkanlah aku di bulan ini di tengah-tengah surga-Mu, wahai Pengabul permintaan orang-orang yang ditimpa kesulitan.



Doa Hari Kedua Puluh Tiga

اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَ امْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ

Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari dosa-dosa, bersihkanlah aku di bulan ini dari segala aib, dan ujilah aku di bulan ini dengan ketakwaan, wahai Pemaaf segala kesalahan orang-orang yang berdosa.



Doa Hari Kedua Puluh Empat

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِيْهِ مَا يُرْضِيْكَ وَ أَعُوْذُ بِكَ مِمَّا يُؤْذِيْكَ وَ أَسْأَلُكَ التَّوْفِيْقَ فِيْهِ لِأَنْ أُطِيْعَكَ وَ لاَ أَعْصِيَكَ يَا جَوَّادَ السَّائِلِيْنَ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu di bulan ini segala yang mendatangkan keridhaan-Mu, aku berlindung kepada-Mu dari segala yang dapat menimbulkan murka-Mu, dan aku memohon kepada-Mu taufik untuk menaati-Mu dan tidak bermaksiat kepada-Mu, wahai Yang Maha Dermawan terhadap para pemohon.



Doa Hari Kedua Puluh Lima

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مُحِبًّا لِأَوْلِيَائِكَ وَ مُعَادِيًا لِأَعْدَائِكَ مُسْتَنّا بِسُنَّةِ خَاتَمِ أَنْبِيَائِكَ يَا عَاصِمَ قُلُوْبِ النَّبِيِّيْنَ

Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini pencinta para kekasih-Mu, pembenci para musuh-Mu, mengikuti sunnah penutup para nabi-Mu, wahai Penjaga hati para nabi.



Doa Hari Kedua Puluh Enam

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ سَعْيِيْ فِيْهِ مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبِيْ فِيْهِ مَغْفُوْرًا وَ عَمَلِيْ فِيْهِ مَقْبُوْلاً وَ عَيْبِيْ فِيْهِ مَسْتُوْرًا يَا أَسْمَعَ السَّامِعِيْنَ

Ya Allah, jadikanlah usahaku di bulan ini disyukuri, dosaku diampuni, amalku diterima dan kejelekanku ditutupi, wahai Dzat Yang Lebih Mendengar dari orang-orang yang mendengar.



Doa Hari Kedua Puluh Tujuh

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ فَضْلَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ صَيِّرْ أُمُوْرِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُسْرِ إِلَى الْيُسْرِ وَ اقْبَلْ مَعَاذِيْرِيْ وَ حُطَّ عَنِّيَ الذَّنْبَ وَ الْوِزْرَ يَا رَؤُوْفًا بِعِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini keutamaan Lailatul Qadr, jadikanlah urusanku yang sulit menjadi mudah, terimalah ketidakmampuanku, dan hapuskanlah dosa dan kesalahanku, wahai Yang Maha Kasih kepada hamba-hamba-Nya yang salih.



Doa Hari Kedua Puluh Delapan

اَللَّهُمَّ وَفِّرْ حَظِّيْ فِيْهِ مِنَ النَّوَافِلِ وَ أَكْرِمْنِيْ فِيْهِ بِإِحْضَارِ الْمَسَائِلِ وَ قَرِّبْ فِيْهِ وَسِيْلَتِيْ إِلَيْكَ مِنْ بَيْنِ الْوَسَائِلِ يَا مَنْ لاَ يَشْغَلُهُ إِلْحَاحُ الْمُلِحِّيْنَ

Ya Allah, sempurnakanlah bagiku di bulan ini ibadah-ibadah sunnah, muliakanlah aku di bulan ini dengan memahami setiap masalah (yang kuhadapi), dan dekatkanlah di bulan ini perantaraku menuju ke haribaan-Mu, wahai Dzat yang tak disibukkan oleh rintihan para perintih.



Doa Hari Kedua Puluh Sembilan


اَللَّهُمَّ غَشِّنِيْ فِيْهِ بِالرَّحْمَةِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ التَّوْفِيْقَ وَ الْعِصْمَةَ وَ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنْ غَيَاهِبِ التُّهَمَةِ يَا رَحِيْمًا بِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu atasku, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini taufik dan penjagaan, dan bersihkan hatiku di bulan ini dari mencela, wahai Dzat yang Maha Pengasih atas hamba-hamba-Nya yang Mukmin.



Doa Hari Ketiga Puluh


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ بِالشُّكْرِ وَ الْقَبُوْلِ عَلَى مَا تَرْضَاهُ وَ يَرْضَاهُ الرَّسُوْلُ مُحْكَمَةً فُرُوْعُهُ بِالْأُصُوْلِ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ‏

Ya Allah, kabulkan puasaku di bulan ini sesuai dengan ridha-Mu dan ridha Rasul-Mu (sehingga) cabang-cabangnya kokoh karena pondasinya. Demi junjungan kami Muhammad dan keluarganya. Dan segala puja bagi Allah Tuhan semesta alam.




Dikutip dari  : Kitab Mafatihul Jinan  (Doa Harian Bulan Ramadhan)

Jumat, 26 Agustus 2011

PERISTIWA ANEH SEBUAH JENAZAH ... (Kisah Nyata) .......


Bismillahir-Rahmanir-Rahim .....

Ini adalah kisah nyata, kisah proses penguburan seorang pejabat di sebuah kota di Jawa Timur. Nama dan alamat sengaja tidak disebutkan untuk menjaga nama baik jenazah dan keluarga yang ditinggalkan. Insya Allah kisah ini menjadi hikmah dan cermin bagi kita semua sebelum ajal menjemput.

Kisah ini diceritakan langsung oleh seorang Modin (pengurus jenazah) kepada saya. Dengan gaya bertutur, selengkapnya ceritanya begini :

Saya terlibat dalam pengurus jenazah lebih dari 16 tahun, berbagai pengalaman telah saya lalui, sebab dalam jangka atau kurun waktu tersebut macam-macam jenis mayat sudah saya tangani. Ada yang meninggal dunia akibat kecelakaan, sakit tua, sakit jantung, bunuh diri dan sebagainya. Bagaimanapun, pengalaman mengurus satu jenazah seorang pejabat yang kaya serta berpengaruh ini, menyebabkan saya dapat kesempatan 'istimewa' sepanjang hidup. Inilah pertama saya bertemu cukup aneh, menyedihkan, menakutkan dan sekaligus memberikan banyak hikmah.

Sebagai Modin tetap di desa, saya diminta oleh anak almarhum mengurus jenazah Bapaknya. Saya terus pergi ke rumahnya. Ketika saya tiba sampai ke rumah almarhum tercium bau jenazah itu sangat busuk. Baunya cukup memualkan perut dan menjijikan. Saya telah mengurus banyak jenazah tetapi tidak pernah saya bertemu dengan mayat yang sebusuk ini. Ketika saya lihat wajah almarhum, sekali lagi saya tersentuh. Saya tengok wajahnya seperti dirundung oleh macam-macam perasaan takut, cemas, kesal dan macam-macam. Wajahnya seperti tidak mendapat nur dari Allah SWT.

Kemudian saya pun ambil kain kafan yang dibeli oleh anak almarhum dan saya potong. Secara kebetulan pula, disitu ada dua orang yang pernah mengikuti kursus "fardu kifayah" atau pengurus jenazah yang pernah saya ajar. Saya ajak mereka mambantu saya dan mereka setuju.


Tetapi selama memandikan mayat itu,kejadian pertama pun terjadi, sekedar untuk pengetahuan pembaca, apabila memandikan jenazah, badan mayat itu perlu dibangunkan sedikit dan perutnya hendaklah diurut-urut untuk mengeluarkan kotoran yang tersisa. Maka saya pun urut-urut perut almarhum. Tapi apa yang terjadi, pada hari itu sangat mengejutkan.


Allah SWT berkehendak dan menunjukkan kekuasaannya karena pada hari tersebut, kotoran tidak keluar dari dubur akan tetapi melalui mulutnya. Hati saya berdebar-debar. Apa yang sedang terjadi di depan saya ini? Telah dua kali mulut mayat ini memuntahkan kotoran, saya harap hal itu tidak terulang lagi karena saya mengurut perutnya untuk kali terakhir.


Tiba-tiba ketentuan Allah SWT berlaku, ketika saya urut perutnya keluarlah dari mulut mayat itu kotoran bersama beberapa ekor ulat yang masih hidup. Ulat itu adalah seperti ulat kotoran (belatung). Padahal almarhum meninggal dunia akibat diserang jantung dan waktu kematiannya dalam tempo yang begitu singkat mayatnya sudah menjadi demikian rupa ? saya lihat wajah anak almarhum.


Mereka seperti terkejut. Mungkin malu, terperanjat dan aib dengan apa yang berlaku pada Bapaknya,kemudian saya tengok dua orang pembantu tadi, mereka juga terkejut dan panik. Saya katakan kepada mereka,"Inilah ujian Allah terhadap kita". Kemudian saya minta salah satu seorang dari pada pembantu tadi pergi memanggil semua anak almarhum.


Almarhum pada dasarnya seorang yang beruntung karena mempunyai tujuh orang anak, kesemuanya laki-laki. Seorang berada di luar negeri dan enam lagi berada di rumah. Ketika semua anak almarhum masuk,saya nasehati mereka. Saya mengingatkan mereka bahwasanya tanggung jawab saya adalah membantu menguruskan jenazah Bapak mereka,bukan menguruskan semuanya,tanggung jawab ada pada ahli warisnya.


Sepatutnya sebagai anak, mereka yang lebih afdal menguruskan jenazah Bapak mereka itu,bukan hanya iman,hanya bilal,atau guru. Saya kemudian meminta ijin serta bantuan mereka untuk menunggingkan mayat itu. Takdir Allah ketika ditunggingkan mayat tersebut,tiba-tiba keluarlah ulat-ulat yang masih hidup, hampir sebaskom banyaknya. Baskom itu kira-kira besar sedikit dari penutup saji meja makan. Subhanallah suasana menjadi makin panik. Benar-benar kejadian yang luar biasa sulit diterima akal pikiran manusia biasa. Saya terus berdoa dan berharap tidak terjadi lagi kejadian yang lebih ganjil. Selepas itu saya memandikan kembali mayat tersebut dan saya ambilkan wudhu. Saya meminta anak-anaknya kain kafan.


Saya bawa mayat ke dalam kamarnya dan tidak diijinkan seorang pun melihat upacara itu terkecuali waris yang terdekat sebab saya takut kejadian yang lebih aib akan terjadi. Peristiwa apa pula yang terjadi setelah jenazah diangkat ke kamar dan hendak dikafani, takdir Allah jua yang menentukan, ketika mayat ini diletakkan di atas kain kafan, saya dapati kain kafan itu hanya cukup menutupi ujung kepala dan kaki tidak ada lebih, maka saya tak dapat mengikat kepala dan kaki.


Tidak keterlaluan kalau saya katakan ia seperti kain kafan itu tidak mau menerima mayat tadi. Tidak apalah, mungkin saya yang khilaf dikala memotongnya. Lalu saya ambil pula kain, saya potong dan tampung di tempat-tempat yang kurang.Memang kain kafan jenazah itu jadi sambung-menyambung, tapi apa mau dikata, itulah yang dapat saya lakukan.Dalam waktu yang sama saya berdoa kepada Allah "Ya Allah, jangan kau hinakan jenazah ini ya Allah, cukuplah sekedar peringatan kepada hamba-Mu ini."


Selepas itu saya beri taklimat tentang sholat jenazah tadi, satu lagi masalah timbul, jenazah tidak dapat dihantar ke tanah pekuburan karena tidak ada mobil jenazah/mobil ambulance. Saya hubungi kelurahan, pusat Islam, masjid, dan sebagainya, tapi susah. Semua sedang terpakai, beberapa tempat tersebut juga tidak punya kereta jenazah lebih dari satu karena kereta yang ada sedang digunakan pula.


Suatu hal yang saya pikir bukan sekedar kebetulan. Dalam keadaan itu seorang hamba Allah muncul menawarkan bantuan. Lelaki itu meminta saya menunggu sebentar untuk mengeluarkan van/sejenis mobil pick-up dari garasi rumahnya. Kemudian muncullah sebuah van. Tapi ketika dia sedang mencari tempat untuk meletakkan vannya itu dirumah almarhum, tiba-tiba istrinya keluar. Dengan suara yang tegas dia berkata dikhalayak ramai: "Mas, saya tidak perbolehkan mobil kita ini digunakan untuk angkat jenazah itu, sebab semasa hayatnya dia tidak pernah mengijinkan kita naik mobilnya." Renungkanlah kalau tidak ada apa-apanya,tidak mungkin seorang wanita yang lembut hatinya akan berkata demikian. Jadi saya suruh tuan yp punya van itu membawa kembali vannya.


Selepas itu muncul pula seorang lelaki menawarkan bantuannya. Lelaki itu mengaku dia anak murid saya. Dia meminta ijin saya dalam 10-15 menit membersihkan mobilnya itu. Dalam jangka waktu yang ditetapkan itu,muncul mobil tersebut, tapi dalam keadaan basah kuyup. Mobil yang dimaksudkan itu sebenarnya lori. Dan lori itu digunakan oleh lelaki tadi untuk menjual ayam ke pasar,dalam perjalanan menuju kawasan pekuburan,saya berpesan kepada dua pembantu tadi supaya masyarakat tidak usah membantu kami menguburkan jenazah,cukup tinggal di camping saja akan lebih baik. Saya tidak mau mereka melihat lagi peristiwa ganjil. Rupanya apa yang saya takutkan itu berlaku sekali lagi, takdir Allah yang terakhir amat memilukan.


Sesampainya Jenazah tiba di tanah pekuburan, saya perintahkan tiga orang anaknya turun ke dalam liang dan tiga lagi menurunkan jenazah. Allah berkehendak semua atas makhluk ciptaan-Nya berlaku, saat jenazah itu menyentuh ke tanah tiba-tiba air hitam yang busuk baunya keluar dari celah tanah yang pada asal mulanya kering.


Hari itu tidak ada hujan, tapi dari mana datang air itu? sukar untuk saya menjawabnya. Lalu saya arahkan anak almarhum, supaya jenazah bapak mereka dikemas dalam peti dengan hati-hati. Saya takut nanti ia terlentang atau telungkup na'udzubillah. Kalau mayat terlungkup, tak ada harapan untuk mendapat safa'at Nabi. Papan keranda diturunkan dan kami segera timbun kubur tersebut. Selepas itu kami injak-injak tanah supaya mampat dan bila hujan ia tidak mendap/ambrol. Tapi sungguh mengherankan, saya perhatikan tanah yang diinjak itu menjadi becek. Saya tahu, jenazah yang ada di dalam telah tenggelam oleh air hitam yang busuk itu.


Melihat keadaan tersebut, saya arahkan anak-anak almarhum supaya berhenti menginjak tanah itu. Tinggalkan lobang kubur 1/4 meter. Artinya kubur itu tidak ditimbun hingga ke permukaan lubangnya, tapi ia seperti kubur berlobang. Tidak cukup dengan itu, apabila saya hendak bacakan talqin, saya lihat tanah yang diinjak itu ada kesan serapan air.


Masya Allah, dalam sejarah peristiwa seperti itu terjadi. Melihat keadaan itu, saya ambil keputusan untuk selesaikan penguburan secepat mungkin.


Sejak lama terlibat dalam penguburan jenazah, inilah mayat yang saya tidak talqimkan. Saya bacakan tahlil dan doa yang paling ringkas. Setelah saya pulang ke rumah almarhum dan mengumpulkan keluarganya. Saya bertanya kepada istri almarhum, apakah yang telah dilakukan oleh almarhum semasa hayatnya.

1. Apakah dia pernah menzalimi orang alim ?

2. Mendapat harta secara merampas,menipu dan mengambil yang bukan haknya?

3. Memakan harta masjid dan anak yatim ?

4. Menyalahkan jabatan untuk kepentingan sendiri ?

5. Tidak pernah mengeluarkan zakat, shodaqoh atau infaq ?


Istri almarhum tidak dapat memberikan jawabannya. Memikirkan mungkin dia malu Untuk memberi tahu, saya tinggalkan nomor telepon rumah. Tapi sedihnya hingga sekarang, tidak seorang pun anak almarhum menghubungi saya. Untuk pengetahuan umum, anak almarhum merupakan orang yang berpendidikan tinggi hingga ada seorang yg beristrikan orang Amerika, seorang dapat istri orang Australia dan seorang lagi istrinya orang Jepang. Peristiwa ini akan tetap saya ingat. Dan kisah ini benar-benar nyata bukan rekaan atau isapan jempol. Semua kebenaran saya kembalikan kepada Allah SWT pencipta jagad raya ini.


Kepada kita semua pembaca setia renungan Media Informasi ini, tanyalah diri kita akankah kita menginginkan peristiwa itu terjadi pada diri kita sendiri, ibu, bapak kita, anak kita atau kaum keluarga kita ?


Renungkanlah...

Pada akhirnya setelah semalam merenungkan artikel ini dalam hati terbersit do'a: "Ya Allah jauhkanlah Aku dan keluargaku dari peristiwa itu dan peristiwa yang semacam dengan itu. Ya Allah jauhkanlah Aku dan keluargaku dari akhlaq yang menjadikan peristiwa itu dan peristiwa yang semacam dengan itu."

Wassalamu'alaikum.


Untuk saudara-saudaraku yang kucintai karena Allah...kirimkan Berita ini kepada saudara-saudara kita yang lain untuk mengingatkan diri kita semua untuk selalu memperbaiki semua amalan dalam diri kita dan kita adalah mahluk yang lemah dimana apapun yang Allah inginkan tiada yang dapat menghalangiNya.


===== Sumber:
- Peristiwa aneh dari sebuah jenazah oleh Sugeng Marjoko (LOC II)
- majalah.hidayatullah.com



Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah.....
Vicky
Zawiyah Sirul Barokah

ZIKIR TERAPI AJAIB, OBAT KEGERSANGAN HATI, ROH INSAN



Allahumma a’inni ‘ala dhikrika wa shukrika wa husni ‘ibadatika

One day the (Prophet Muhammad) took Mu’adh ibn Jabal (radiاللهu anhu) by the hand and said:

‘O Mu’adh, by الله I love you, and I advise you, O Mu’adh, never forget to recite (this dua), after every prayer (the above).’ [Sahih Ahmad 5:245, Sahih abu Dawud 2:86, an-Nasa’i]

Terjemahan:

Nabi Muhammad SAW berwasiat kepada Muaz bin Jabal ra agar dapat mengamalkan do'a ini setiap lepas solat :

"Allahumma inni ala zikrika wasyukrika wahusni ibadatik"

(Ya Allah, tolonglah aku agar dapat berzikir kepada-Mu (mengingati Allah), bersyukur kepada-Mu, dan memperelokkan ibadah kepada-Mu.)


~~~~~~~~~ ⓓⓞⓐ ~~~~ ⓓⓞⓐ ~~~~ ⓓⓞⓐ ~~~~~~~~

ZIKIR mempunyai kedudukan sangat istimewa kerana ibadah ini digalakkan Islam sebagai satu bentuk amal ibadah yang menunjukkan sifat tunduk serta patuh sepenuhnya kepada الله, disertai pula rasa kasih, reda dan yakin kepada-NYA.

Mukmin yang sentiasa mengamalkan ZIKIR akan dapat merasai kesannya seperti ketenangan jiwa. Firman الله yang bermaksud:

♥ ♥ ♥ ♥ “(Iaitu) orang yang beriman dan tenang tenteram HATI mereka dengan ZIKRULLAH. Ketahuilah dengan ZIKRULLAH itu tenang dan tenteramlah HATI manusia.” (Surah Ar-Rad, ayat 28)


Dalam kehidupan, kita sering berdepan pelbagai cabaran dan dugaan sehingga ada ketikanya membawa kepada keresahan jiwa. Justeru, dengan sentiasa mengamalkan ibadah ZIKIR, ia ibarat terapi ajaib yang menyembuhkan keresahan jiwa manusia. Namun, penyerapan ROH ZIKRULLAH tidak datang kepada pengamalnya jika HATI tidak bersama tatkala BERZIKIR. Ketenangan HATI orang mukmin terhasil daripada ZIKRULLAH adalah hakikat dalaman yang hanya boleh dirasakan oleh HATI yang diselaputi kemanisan IMAN.

Selain itu, mukmin yang sentiasa BERZIKIR akan diberikan ganjaran pahala yang besar. Ini janji الله dalam firman-NYA yang bermaksud:

♥ ♥ ♥ ♥ “Dan orang lelaki yang menyebut nama الله sebanyak-banyaknya serta orang perempuan yang menyebut nama الله sebanyak-banyaknya, الله menyediakan bagi mereka keampunan dan pahala yang besar.” (Surah al-Ahzaab, ayat 35)

Walaupun ZIKIR amalan yang mudah dilakukan, tetapi menjadi berat untuk dibiasakan. Antara penghalang kepada seseorang untuk membiasakan lidah BERZIKIR ialah disebabkan DOSA yang dilakukan.

Apabila daki DOSA tertampal pada HATI, ia terhijab untuk menggerakkan seseorang BERZIKIR. Faktor lain, seseorang itu dibelenggu sifat mazmumah seperti hasad dengki, suka mengumpat dan sebagainya. Sifat keji seperti ini juga akan menghijab HATI untuk BERZIKIR.

Ibnu Taimiyah berkata, keperluan HATI terhadap ZIKIR umpama keperluan ikan terhadap air. Cuba bayangkan, bagaimana keadaan ikan jika kita keluarkan dari air.

Al-Imam Syamsuddin Ibnu Qayyim mengatakan:

★ ★ ★ ★ “Sesungguhnya ZIKIR adalah makanan asas bagi HATI dan roh, apabila hamba الله gersang daripada siraman ZIKIR, maka jadilah ia bagaikan tubuh yang terhalang untuk memperoleh makanan asasnya.”

Demikian penting dan tingginya kedudukan ZIKIR kepada seseorang mukmin. Kita seharusnya berpegang kepada prinsip hidup, tidak sempurna hari tanpa ZIKIR. Inilah yang seharusnya kita didik supaya lidah dan HATI sentiasa BERZIKIR kepada الله.

Ibnu Mas'ud ada mengatakan:

★ ★ ★ ★ “Sesungguhnya aku bertasbih beberapa kali itu lebih aku sukai daripada aku menderma beberapa dinar dalam jumlah yang sama di jalan الله.”


<<<<<<<<< ⓑⓘⓒⓐⓡⓐ ღ ⓗⓘⓓⓐⓨⓐⓗ >>>>>>>>>

ZIKIR BERKHASIAT PULA SEBAGAI UBAT BAGI KEKERASAN HATI

Dikisahkan bahawa ada seseorang bertanya kepada Hasan al-Basri:

★ ★ ★ ★ “Ya Abu Said, aku ingin mengadu kepada tuan, mengapa HATI aku ini menjadi keras begini?” Lantas kata Hasan: “Lunakkanlah hatimu itu dengan ZIKIR.”

Kedudukan tinggi amalan BERZIKIR turut digambarkan dalam kisah seorang bertanya kepada Salman al-Farisi:

★ ★ ★ ★ ‘Amal apakah yang paling utama? Kemudian dijawab Salman: “Tidakkah engkau pernah membaca ayat, Sesungguhnya mengingati الله adalah lebih besar (keutamaannya) daripada ibadah yang lain.” ( Surah Al-Ankabut ayat 45)’


Abdullah bin Mas'ud pernah berkata:

★ ★ ★ ★ “Sesungguhnya sebuah gunung menyeru gunung yang lainnya dengan namanya dan bertanya, apakah hari ini ada orang yang lalui di atasmu dan menyebut الله (BERZIKIR)? Maka apabila gunung itu menjawab, ya, maka ia akan gembira.”

Demikian juga riwayat yang mengatakan Abdullah bin Abbas pernah berkata:

★ ★ ★ ★ “Tidak ada sebuah lembah yang di atasnya disebut nama الله kecuali ia akan merasa bangga atas lembah yang berada di sekelilingnya, ia merasa gembira dengan ZIKIR yang diucapkan itu. Kegembiraan itu juga turut dirasai oleh tujuh lapis di bawah lembah itu.”

Begitulah gambaran jelas menunjukkan betapa amalan ZIKIR mempunyai keistimewaan besar yang seharusnya menjadi amalan rebutan setiap mukmin untuk mencapai keredaan الله dan menikmati ketenangan hidup.



Oleh: Mohd Rizal Azman Rifin
Shared by Bicara Hidayah

JIWAI DENGAN KASIH SAYANG.



Anakku,
taburi lisanmu dengan keLEMBUTan,
sayangi yang membecimu.

taburi hatimu dengan ke CINTAan,
maafkan yang menyakitimu.

taburi pikirmu dengan ke RISAUan,
do'akan yang mendzalimimu.

Batu yang keras akan berlubang,
bila ditetesi berulang ulang.

Sabarlah dan jiwai UJIAN dengan kasih sayang, maka ALLAH akan beresi masaalah yang menghadang.

Tanda ALLAH CINTA akan seorang hamba,
dia akan di sibukkan dengan perkara AGAMA.

Ujian yang dihadirkan tak seberapa, bila perihnya cobaan di ubah rasa, jadi anugerah nikmat dari NYA.

Amiiin.



Bekasi, 02.11.10
Abuaisyah.