Jumat, 05 Oktober 2012

:: DOA AGAR DIKARUNIAI KETEGUHAN HATI DALAM IMAN

 
 
 
 
Tak ada jaminan bahwa keistiqamahan itu bisa dilakukan hingga akhir ..
Tak ada garansi nikmat hidayah Allah yang telah diberikan akan terus tersimpan di dada ...

Adanya hijab antara diri dan hati inilah menyebabkan Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam seringkali berdoa:

“Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik
(Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”

Ummu Salamah pernah menanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kenapa doa tersebut yang sering beliau baca. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya menjawab,

يَا أُمَّ سَلَمَةَ إِنَّهُ لَيْسَ آدَمِىٌّ إِلاَّ وَقَلْبُهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ أَقَامَ وَمَنْ شَاءَ أَزَاغَ

“Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkannya.” (HR. Tirmidzi)

“Sesungguhnya hati berada di tangan Allah ‘azza wa jalla, Allah yang membolak-balikkannya.” (HR. Ahmad)


Ya Allah, Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, Teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu...
Aamiin Allahu yaa Karim ..

:: SURAT TERBUKA DARI IBUNDA ..



Teriang-ngiang selalu ucapan Ibundaku :

Anakku sayang, Ingat satu hal dalam hidupmu ..
Ibu tidak butuh anak yang pinter doangan..
Ibu lebih butuh dan sangat butuh anak yang bisa doain ibu ..,
yang sering nengokin ibu ..
yang bisa inget ibu kala hidup maupun mati ..

Ibu lebih ga butuh lagi anak yang pinter tapi sombong .
Sombong sama ibu, sombong sama saudara, apalagi sombong sama ALLAH..
Dipanggil sama ibu ga nyahut, dipanggil sama Allah juga ga nyahut.

Ibu seneng kalo ngeliat anak megang Al Qur'an, baca Al Qur'an , deket sama Al Qur'an.
Kalo nanti ibu meninggal, ibu bangga banget liat anak-anak ibu jadi anak yang deket sama Al Qur'an, sayang sama Allah..

Ibu ridha sama anak yang model begini ,
Ibu ga butuh duit.. Ibu sudah ada Allah.
Tapi ibu butuh kamu.., butuh kamu supaya selamat.
Jadi ga ngrepotin ibu
Dengan selamat saja ibu udah ga akan repot.
Di dunia repot ama polisi, Di akhirat repot lagi berurusan sama malaikat Allah. Astaghfirllah , moga-moga kita dijauhin sama urusan yang beginian

Kalo mau sekolah yang tinggi, silahkan
Tapi jangan lupa ngaji. Pentingin shalat dan ngaji.
Kalo mau sekolah tinggi , kerja tinggi, usaha tinggi , silahkan..
Tapi shalat nomor satu ,
Sama orang tua sayang ,
Sama guru sayang ,
Sama Sodara, orang-orang yang ga punya juga sayang

Buat apa tinggi hidup, kalo merendahkan urusan akhirat.
KEJAR AKHIRAT, NANTI DUNIA NGIKUT ..
Tapi gi dah kejar dunia, ntar dunia ga dapet,, dunia bakal abis, akhirat juga rugi, ga dapet apa-apa


Rabbana aatina fid dunyaa hasanah wafil aakhiroti hasanah waqinaa 'adzaabannar ..

:: YA RABB, JANGAN BIARKAN HATI INI MENGHITAM ..



Bismillahirrahmannirahim,

" Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?” Allah berfirman, Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat

Kami, dan kamu mengabaikannya, Jadi begitu pula pada hari ini kamu diabaikan.” (QS. Taha: 125-126).

Ayat ini yang membuat hatiku bergetar hebat… TAKUT.
Hati ini sungguh takut. Yaa Rabb, bagaimanakah nasibku di Hari Akhir nanti ? Apakah hamba termasuk ke dalam golongan yang dihinakan, diabaikan oleh-Mu? Dikumpulkan dalam keadaan buta? Betapa mengerikan! Bayangkanlah… Dikumpulkan dalam keadaan buta … Allah mengabaikan , dan kita pun terhalang memperoleh kelezatan memandang wajah Allah! Na’udzubillah…


Di dunia ini kita telah diberikan berbagai kenikmatan yang sangat besar, mata yang dapat melihat, telinga yang dapat mendengar, mulut yang dapat berbicara, dan juga akal yang dapat berpikir. Bayangkan bila detik ini Allah mencabut nikmat mata, nikmat telinga, nikmat mulut, dan nikmat akal dari kita, apa yang dapat kita lakukan?


Ya Allah, setelah sekian lama waktu berjalan ..
Sudahkah aku menjadi hamba Mu yang bersyukur ? Menggunakan mata, telinga, dan akal untuk mengambil pelajaran dan merenungi ayat-ayat- MU ..
Adakah pertambahan usiaku semakin mendekatkan aku kepadaMU..
Atau malah kugunakan nikmat-nikmat MU untuk bermaksiat .. dan menuruti hawa nafsuku ..,
Padahal setiap ni'mat MU kelak menuntut pertanggungjawabannya …


Sebagaimana dalam firman Allah Swt:

“Sesungguhnya bukan penglihatan ini yang buta, tetapi yang buta adalah hati yang di dalam dada.” (Q.S al Hajj: 46)


Mengapa mata hati menjadi buta ? Karena dalam hati tidak ada cahaya. Bukankah kita dapat melihat karena adanya cahaya? Begitu pun mata hati kita butuh cahaya. Cahaya dari Allah, Sang Pemilik cahaya. CAHAYA DIATAS CAHAYA

“Allah pemberi cahaya kepada langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, dan tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan di barat, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya dia atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An Nur: 35)


Teringatku dengan sebuah hadits: “Apabila hamba melakukan dosa, muncul goresan hitam di hatinya. Jika ia melakukan dosa lagi, goresan hitam bertambah. Bila terus begitu, hatinya menjadi hitam.”

Dan Rasulullah Saw melanjutkan, “Namun, jika bertobat, hatinya menjadi bersih dan terang.”

Bahkan menurut Allah, batu pun lebih baik dari hati kita, !

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada air yang mengalir sungai-sungai daripadanya, dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antara sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah…” (QS. Al Baqarah: 74)

Tidakkah hati ini malu ketika membaca ayat ini ?
Adakah hati ku takut kepada Allah? Takut tatkala berbuat maksiat dan dosa? Takut akan azab dan siksa-Nya yang teramat keras?
Adakah qalbuku tenteram dan bergetar manakala ayat-ayat Mu diperdengarkan ..
Adakah aku merasa Allah selalu hadir bersamaku ... mengawasi dengan teliti setiap gerak langkah dan bersitan hatiku ...


Ya Rabbi,
Mungkin inilah penyebab butanya mata hati. Hati menjadi hitam karena dosa! Sehingga cahaya ilahi / cahaya kebenaran tidak mampu menembus ke dalam hati yang hitam ini !

Ya Allah, jangan biarkan hati ini menghitam, berkarat, dan kemudian membatu .. Sucikan hati ini ya Rabb, Lembutkanlah ...

Ijinkan aku bersimpuh sujud kepada MU .. Duhai Rabb Yang Maha Penyayang, ampuni segala dosa kami , ampuni kami yang seringkali lalai… Duhai Rabb Yang Maha Lembut, lembutkan hati kami, sucikanlah hati ini dari segala goresan hitam akibat dosa, limpahkan cahaya-Mu ke dalam hati ini, teguhkan hati kami di atas iman, jadikanlah hati ini senantiasa khusyuk mengingat-Mu, hati yang selalu merindukan-Mu, rindu untuk memandang wajah-Mu… Ya Tuhanku, kumpulkan kami kelak bersama orang-orang yang Engkau ridhai, jadikanlah saat berjumpa dengan-Mu sebagai hari terbaik bagi kami .. Aamin yaa Robbal alamin .

:: REZEKI YANG TERTAHAN



Bismillahirrahmannirahim,

ALLAH Subhnahu wa Ta’ala menciptakan semua makhluk telah sempurna dengan pembagian rezekinya. Tidak ada satu pun yang akan ditelantarkan-Nya, termasuk kita. Yang dibutuhkan adalah mau atau ti

dak kita mencarinya. Yang lebih tinggi lagi, benar atau tidak cara mendapatkannya.

Rezeki di sini tentu bukan sekadar uang . Ilmu, kesehatan, ketenteraman jiwa, pasangan hidup, keturunan, nama baik, persaudaraan, ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya termasuk pula rezeki, bahkan lebih tinggi nilainya dibanding uang dan lainnya.

Walau demikian, ada banyak orang yang risau oleh masalah pembagian rezeki ini. Merasa rezekinya begitu sulit dan sempit , padahal sudah berusaha maksimal mencarinya.

Ada banyak penyebab, mungkin cara mencarinya yang kurang profesional, kurang serius mengusahakannya, atau ada kondisi yang menyebabkan Allah Azza wa Jalla menahan rezeki yang bersangkutan. Setidaknya ada lima hal yang menghalangi aliran rezeki.


✔ PERTAMA, LEPASNYA KETAWAKALAN DARI HATI

Kita menggantungkan diri kepada selain Allah. Kita berusaha, namun usaha yang kita lakukan tidak dikaitkan dengan-Nya.
Karenanya, lepaskan ketergantungan kepada makhluk, letakkan harapan sepenuhnya kepada Allah, karena (melalui) makhluk hanyalah sarana (jalan) rezeki yang dibukakan Allah untuk kita. Bila hati berharap pada makhluk, tentulah akan banyak menuai kekecewaan. Yakin, hanya Allah sebaik-baik pemberi rezeki.

Padahal, Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya.

♥ ♥ “Barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.” (Ath-Thalaq [63]: 3)


✔ KEDUA, KARENA DOSA

Dosa adalah penghalang datangnya rezeki. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

♥ ♥ “Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (HR Ahmad)


✔ KETIGA, BERMAKSIAT SAAT MENCARI NAFKAH

Apakah pekerjaan kita dihalalkan agama? Kecurangan dalam mencari nafkah, entah itu korupsi, manipulasi, akan membuat rezeki kita tidak berkah.

Mungkin uang kita dapat, namun berkah dari uang tersebut telah hilang. Apa ciri rezeki yang tidak berkah? Mudah menguap untuk hal sia-sia dan tidak membawa ketenangan, sulit dipakai untuk taat kepada Allah serta membawa penyakit. Bila kita telanjur melakukannya, segera bertobat (bertaubat) dan kembalikan harta tersebut kepada yang berhak menerimanya.


✔ KEEMPAT, PEKERJAAN YANG MELALAIKAN KITA DARI MENGINGAT ALLAH

Banyak aktivitas (aktiviti) kita yang membuat hubungan kita dengan Allah makin menjauh. Kita disibukkan oleh kerja, sehingga lupa shalat, lupa membaca Alquran, lupa mendidik keluarga, lupa menuntut ilmu agama, lupa menjalankan apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan. Akibatnya, pekerjaan kita tidak berkah.

Jika sudah demikian, jangan heran bila rezeki kita akan tersumbat. Idealnya, semua pekerjaan harus membuat kita semakin dekat pada Allah. Sibuk boleh, namun jangan sampai hak-hak Allah kita abaikan. Saudaraku, bencana sesungguhnya bukanlah bencana alam yang menimpa orang lain. Bencana sesungguhnya adalah saat kita semakin jauh dari Allah.


✔ KELIMA, ENGGAN BERSEDEKAH

Siapa pun yang pelit (kikir), niscaya hidupnya akan sempit, rezekinya sulit. Sebaliknya, sedekah adalah penolak bala, penyubur kebaikan, serta pelipat ganda rezeki. Sedekah bagaikan sebutir benih menumbuhkan tujuh butir, yang pada tiap-tiap butir itu terurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. (al- Baqarah [2]: 261)




Wallahu a’lam bishawab

:: BERDAMAILAH DENGAN HATIMU , SEBUAH MOTIVASI



Jika kita punya sebuah harapan, janganlah segan untuk memunajatkannya. Jika kita punya sebuah keinginan, jangan lelah untuk berusaha mewujudkannya. Jika kita punya sebuah cita, jangan ragu untuk meraihnya. Jika ki
ta sedang semangat mengusahakan ketiganya, jangan lupa untuk senantiasa menggantungkannya semuanya kepada-Nya, Ya Shomad.

Manusiawi bila keraguan juga membayang disetiap ikhtiar kita. Ragu karena ketidakberhasilan untuk mewujudkan harapan, keinginan, dan cita tersebut. Takut karena banyaknya rintangan, halangan, godaan, dan peluh kerja yang seringkali melemahkan semangat. Hal tersebut tidaklah aneh, hal tersebut manusiawi. Itulah proses hidup, duka nestapa selalu mengiringi setiap keberhasilan yang dicitakan.

Ikhtiar yang sekuat tenaga dan sepenuh hati dilaksanakan adalah indikator suatu hal yang sedang diusahakan akan berhasil. Benar, setiap hal perlu keseriusan dalam mengusahakannya. Berpeluh, berpilu, berlelah dalam ikhtiar seringkali menurunkan semangat yang telah terkumpul. Mengikis, merongrong, mengerosi semangat dengan dentuman ombak yang melemahkan. Itulah mengapa ikhtiarlah dengan ikhlas dan sabar.

Allahu Ya Sami’, tak ada perkataan, bahkan getar hati yang tak terekam oleh-Nya. Semua terdengar dengan nyaring oleh-Nya. Maka janganlah ragu untuk berdoa, bermunajat, curhat, memohon kepada Allah tentang harapan kita. Janganlah takut untuk berharap lebih, total, dan maksimal tentang harapan kita. Mintalah yang sebesar mungkin, mohonlah tentang harapan tersebut hal yang indah. Ingatlah, bahwa Allah Maha Mengabulkan setiap permintaan. Allah bukan Dzat yang pelit terhadap hamba-Nya. Allah Maha Dermawan, Allah Maha Kaya, Allah tak akan rugi mengijabah doa-doa kita. Jadi kawan, Jangan ragu untuk berdoa kepada-Nya.

Allah yang Maha Mengetahui, Allah yang tahu kadar ikhtiar kita. Allah yang memahami seberapa besar keinginan kita untuk suatu harapan. Allah yang mengetahui seberapa ikhlas dan sabar kita dalam berikhtiar. Dan yang paling penting adalah, Allah tahu apakah harapan tersebut baik untuk kita dan baik untuk diwujudkan atau tidak. Khusnudzan-lah dengan setiap keputusan Allah. Walaupun seringkali menyesakkan saat usaha tak membuahkan keberhasilan, berlapanglah dada dan berdamailah dengan dirimu. Insya Allah itu lebih menenangkan. Bertawakallah wahai sahabatku…

Indah, nikmat, dan membahagiakan saat tiga hal di atas telah kita laksanakan dan berhasil. Sungguh Allah tak ingkar dengan janji-Nya. Janji untuk senantiasa mengijabah doa-doa. Namun sebaliknya, menyesakkan, menyedihkan, dan nestapa saat harapan tak kunjung terwujud, sedang kita telah melakukan ketiga hal di atas dengan ikhlas dan sabar. Sungguh, ada sisi lain dalam hati ini yang menyalahkan diri sendiri dan adakalanya kita menggugat Allah dengan keputusan-Nya. Naudzubillah…

Sahabat, itulah hidup, itulah proses, inilah dunia tempat kefanaan merajalela, fase dimana kita menanam benih untuk kita panen di akhirat. Hidup yang penuh perjuangan, hidup yang penuh usaha dan peluh letih. Tak akan lepas kita dengan bayang-bayang ketidakberhasilan.

Kawan, berdamailah dengan hatimu. Berdamailah dengan keputusan-Nya. Dan mari kita berkhusnudzan dengan keputusan-Nya yang talah termaktub dalam megaserver-Nya, Lauhul Mahfudz. Semoga setiap harap, keinginan, cita, dapat terijabah.

Sahabatku, don’t be tired to hope…Allah ada bersama kita

:: SUBHANALLAH , KISAH NYATA KEUTAMAAN AYAT KURSI




Bismillahirrahmannirahim,

Ini kisah nyata dari Amerika (US) sekitar tahun 2006. Pengalaman nyata seorang muslimah asal Asia yang mengenakan jilbab.

Suatu hari wanita ini berjalan pulang dari bekerja dan agak kemalaman . Suasana jalan setapak sepi . Ia melewati jalan pintas.

Di ujung jalan pintas itu, dia melihat ada sosok pria Kaukasian. Ia menyangka pria itu seorang warga Amerika . Tapi perasaan wanita ini agak was-was karena sekilas raut pria itu agak mencurigakan seolah ingin mengganggunya.

Dia berusaha tetap tenang dan membaca kalimah Allah. Kemudian dia lanjutkan dengan terus membaca Ayat Kursi berulang-ulang seraya sungguh-sungguh memohon perlindungan Allah swt. Meski tidak mempercepat langkahnya, ketika ia melintas di depan pria berkulit putih itu, ia tetap berdoa. Sekilas ia melirik ke arah pria itu. Orang itu asik dengan rokoknya, dan seolah tidak mempedulikannya.

Keesokan harinya , wanita itu melihat berita kriminal, seorang wanita melintas di jalan yang sama dengan jalan yang ia lintasi semalam. Dan wanita itu melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya di lorong gelap itu. Karena begitu ketakutan, ia tidak melihat jelas pelaku yang katanya sudah berada di lorong itu ketika perempuan korban ini melintas jalan pintas tersebut.

Hati muslimah ini pun tergerak karena wanita tadi melintas jalan pintas itu hanya beberapa menit setelah ia melintas di sana. Dalam berita itu dikabarkan wanita itu tidak bisa mengidentifikasi pelaku dari kotak kaca, dari beberapa orang yang dicurigai polisi.

Muslimah ini pun memberanikan diri datang ke kantor polisi, dan memberitahukan bahwa rasanya ia bisa mengenali sosok pelaku pelecehan kepada wanita tersebut, karena ia menggunakan jalan yang sama sesaat sebelum wanita tadi melintas.

Melalui kamera rahasia, akhirnya muslimah ini pun bisa menunjuk salah seorang yang diduga sebagai pelaku. Iia yakin bahwa pelakunya adalah pria yang ada di lorong itu dan mengacuhkannya sambil terus merokok .

Melalui interogasi polisi akhirnya orang yang diyakini oleh muslimah tadi mengakui perbuatannyaa. Tergerak oleh rasa ingin tahu, muslimah ini menemui pelaku tadi dan didampingi oleh polisi.

Muslimah : “Apa Anda melihat saya? Saya juga melewati jalan itu beberapa menit sebelum wanita yang kauperkosa itu? Mengapa Anda hanya menggangunya tapi tidak mengganggu saya? Mengapa Anda tidak berbuat apa-apa padahal waktu itu saya sendirian?”

Penjahat : “Tentu saja saya melihatmu malam tadi. Anda berada di sana malam tadi beberapa menit sebelum wanita itu. Saya tidak berani mengganggu Anda. Saya melihat ada dua orang besar di belakang Anda pada waktu itu. Satu di sisi kiri dan satu di sisi kanan Anda.”

Muslimah itu tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Hatinya penuh syukur dan terus mengucap syukur. Dengkulnya bergetar mendengar penjelasan pelaku kejahatan itu, ia langsung menyudahi interview itu dan minta diantar keluar dari ruang itu oleh polisi.

***

Beberapa kisah yang sama di sekeliling kita juga menceritakan bagaimana pertolongan Allah ada di saat -saat genting, ketika mereka terus melafadzkan ayat kursi. Terutama bagi kaum muslimah ketika dalam perjalanan. Subhanallah ..

***

Semua surat dalam al-Qur’an adalah surat yang agung dan mulia. Demikian juga seluruh ayat yang dikandungnya. Namun, Allah Subhanahu wa ta’ala dengan kehendak dan kebijaksanaanNya menjadikan sebagian surat dan ayat lebih agung dari sebagian yang lain.

Syaikh Umar Sulaiman Al Asyqar berkata, ”Yang paling baik digunakan untuk melawan jin yang masuk ke dalam tubuh manusia adalah dzikrullah (dzikir kepada Allah) dan bacaan Al Qur`an. Dan yang paling besar dari itu ialah bacaan ayat kursi, karena sesungguhnya orang yang membacanya akan selalu dijaga oleh penjaga dari Allah, dan ia tidak akan didekati oleh setan sampai Subuh, sebagaimana telah shahih hadits tentang itu”. [Alamul Jin Wasy Syayathin, hlm. 180, karya Syaikh Umar Sulaiman Al Asyqar, Penerbit Darun Nafais].

Subhanallah .. Allahu akbar ..


Wallahu a'lam bishawab,

Sumber : Islampos

:: DOA AGAR ALLAH MEMELIHARA KITA DARI KEBURUKAN DAN ISTIQOMAH DALAM KEBAIKAN



Bismillahirrahmannirahim,

"Ya Allah, karunikanlah untuk kami rasa takut kepadaMu yang dapat menghalangi kami dari bermaksiat kepada-Mu, dan (karuniakanlah untuk k
ami) ketaatan kepada-Mu yang dapat menyampaikan kami kepada surga-Mu, serta (karuniakanlah untuk kami) keyakinan hati yang dapat meringankan kami dari berbagai cobaan dunia. Jadikankan kami bisa menikmati dan memanfaatkan pendengaran, penglihatan, dan kekuatan kami selama kami hidup. Dan jadikan semua itu sebagai pewaris bagi kami (tetap ada pada kami sampai kematian). Dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang memusuhi kami. (Ya Allah) Janganlah Engkau jadikan musibah kami adalah yang terjadi pada dien kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan janganlah Engkau kuasakan atas kami orang-orang (pemimpin) yang tidak menyayangi kami ..."

(HR. Al-Tirmidzi , al-Nasai )


Aamiin yaa Robbal alamin ..